Ayat 36-44
Allah SWT berfirman seraya mengingkari orang-orang kafir pada masa Nabi SAW, padahal mereka menyaksikan Nabi SAW, menyaksikan petunjuk yang diamanatkan Allah kepada beliau dan mukjizat-mukjizat yang jelas cemerlang yang diberikan Allah kepada beliau. Kemudian dengan semua itu mereka lari darinya dan meninggalkannya, ada yang ke arah kanan dan ada yang ke arah kiri dengan berkelompok-kelompok, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)? (49) Seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut (50) lari dari singa (51)) (Surah Al-Muddatsir)
Ayat-ayat ini semakna dengannya yaitu Allah SWT berfirman: (Mengapa orang-orang kafir itu bersegera bubar dari arahmu (36)) yaitu mengapa orang-orang kafir itu bersegera meninggalkanmu, wahai Muhammad. Sebagaimana yang dikatakan Hasan Al-Bahsri, bahwa (muhthi'in) adalah pergi.
(Dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok (37)) Bentuk tunggalnya adalah “'izzah”, yaitu berkelompok-kelompok. Ini merupakan kata keterangan keadaan dari kata “muhti'in”, yaitu saat dalam keadaan berkelompok dan pertentangan mereka, sebagaimana Imam Ahmad berkata tentang para orang-orang yang selalu mengikuti hawa nafsu, bahwa mereka menyimpang dari Al-Qur'an, menentangnya dan sepakat untuk menentangnya.
Diriwayatkan dari Jabir bin Samurah, bahwa Rasulullah SAW keluar menemui para sahabat, sedangkan para sahabat saat itu sedang duduk berkelompok-kelompok. Maka beliau bertanya, "Mengapa kalian aku lihat berkelompok-kelompok?"
Firman Allah SWT: (Adakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk ke dalam surga yang penuh kenikmatan? (38) Sekali-kali tidak!) yaitu, apakah mereka yang keadaannya seperti itu, yakni lari dari Rasulallah SAW dan tidak peduli terhadap kebenaran dapat memasuki surga-surga yang penuh kenikmatan? Sekali-kali tidak, bahkan tempat kembali mereka adalah neraka Jahanam.
Kemudian Allah SWT berfirman seraya menyatakan bahwa hari kiamat itu pasti terjadi dan azab akan menimpa mereka yang mengingkari kejadiannya dan menganggapnya mustahil, yang diungkapkan dengan membuktikan terhadap mereka dengan penciptaan mereka dari awal; maka mengembalikan penciptaan itu jauh lebih mudah bagiNya daripada memulainya, padahal mereka mengakui hal ini. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya Kami ciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani)) yaitu dari air mani yang lemah, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina (20)) (Surah Al-Mursalat)
Kemudian Allah SWT berfirman: (Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Maha Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan, dan bintang) yaitu Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi, menjadikan arah timur dan arah barat, serta menundukkan bintang-bintang yang terbit dari arah timur dan tenggelam di arah barat. Maksud pembicaraan itu menunjukkan bahwa perkaranya tidak seperti yang kalian sangka, bahwa tidak ada hari kiamat, tidak ada hari penghisaban, dan tidak ada hari kebangkitan, melainkan semuanya itu pasti terjadi. Oleh karena itu maka dipakai huruf la dalam permulaan sumpah untuk menunjukkan bahwa yang dijadikan sumpah yang terkandung di dalamnya itu dinafikan, yaitu menyanggah dugaan mereka yang rusak, yang menafikan hari kiamat. Padahal mereka telah menyaksikan keagungan kekuasaan Allah SWT yang jauh lebih besar dari pada hari kiamat: yaitu penciptaan langit, bumi, dan penundukkan semua makhluk yang ada pada keduanya, baik yang hidup maupun yang mati dan berbagai jenis makhluk lainnya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (57)) (Surah Ghafir)
Di sini Allah berfirman: (Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan, dan bintang; sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa (40) untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik daripada mereka) yaitu pada hari kiamat, Kami akan mengembalikan mereka hidup kembali dengan lebih baik daripada sekarang, karena sesungguhnya kekuasaan Allah SWT mampu berbuat demikian (dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan) yaitu, yang dapat mengalahkanNya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? (3) Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna (4)) (Surah Al-Qiyamah)
Ibnu Jarir berkata tentang firmanNya: (Untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik daripada mereka) yaitu umat yang taat kepada Kami dan durhaka kepada Kami. Dia menjadikan ayat ini semakna dengan firmanNya: (dan jika kamu berpaling, niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini)) (Surah Muhammad: 38) Makna yang pertama lebih jelas karena berdasarkan dalil ayat-ayat lainnya terhadap hal itu; hanya Allah yang lebih Mengetahui.
Kemudian Allah SWT berfirman: (Maka biarkanlah mereka) wahai Muhammad (tenggelam (dalam kebatilan) dan bermain-main) yaitu, biarkanlah mereka dalam kedustaan, kekafiran, dan keingkaran mereka (sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka) yaitu mereka akan mengetahui akibat dari perbuatannya dan akan merasakan akibatnya ((yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia) (43)) yaitu mereka bangkit dari kubur, ketika Allah SWT memanggil mereka menuju tempat penghisaban. Mereka bangkit dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala mereka.
Mujahid berkata bahwa maknanya adalah mereka pergi dengan segera ke berhala-berhala.
Abu Al-’Aliyah dan Yahya bin Abu Katsir bahwa maknannya adalah mereka pergi dengan segera ke tujuannya. Jumhur ulama ada yang membacanya (ila nashbin) dengan difathah huruf nunnya dan disukun huruf shadnya yang berbentuk mashdar yang bermakna manshub, Firman Allah SWT: (dalam keadaan mereka menekurkan pandangannya) yaitu tunduk ((serta) diliputi kehinaan) yaitu sebagai pembalasan apa yang mereka sombongkan di dunia, dari ketaatan (Itulah hari yang dahulunya diancamkan kepada mereka)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.