Firman Allah SWT:
{قُلْ اَمَرَ رَبِّيْ بِالْقِسْطِ}
{#Katakanlah, "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan."#} (Al-A'raf, [7:29])
Yaitu keadilan dan perkara yang lurus.
{وَاَقِيْمُوْا وُجُوْهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّادْعُوْهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ }
{#Dan (katakanlah), "Luruskanlah muka (diri) kalian di setiap salat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kalian kepada-Nya."#} (Al-A'raf, [7:29])
Allah memerintahkan kalian agar beristiqamah dalam menyembah-Nya, yaitu dengan mengikuti para rasul yang diperkuat dengan mukjizat-mukjizat dalam menyampaikan apa yang mereka terima dari Allah dan syariat-syariat yang mereka datangkan. Allah memerintahkan kepada kalian untuk ikhlas dalam beribadah hanya untuk-Nya. Karena sesungguhnya Allah tidak akan menerima amal, melainkan bila di dalam amal itu terhimpun dua rukun berikut, yaitu hendaknya amal dikerjakan secara benar lagi sesuai dengan tuntutan syariat, dan hendaknya amal dikerjakan dengan ikhlas karena Allah bersih dari syirik.
Firman Allah SWT:
{كَمَا بَدَاَكُمْ تَعُوْدُوْنَ}
{#Sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan (demikian pula) kalian akan kembali (kepada-Nya).#} (Al-A'raf, [7:29])
sampai dengan firman-Nya:
{فَرِيْقًا هَدٰى وَفَرِيْقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ الضَّلٰلَةُ}
{#Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka.#} (Al-A'raf, [7:30])
Makna ayat ini masih diperselisihkan.
Ibnu Abu Nujaih telah meriwayatkan dari Mujahid mengenai makna firman-Nya:
{كَمَا بَدَاَكُمْ تَعُوْدُوْنَ}
{#Sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan (demikian pulalah) kalian akan kembali (kepada-Nya).#} (Al-A'raf, [7:29])
Kelak Allah akan menghidupkan kalian sesudah kalian mati.
Menurut Al-Hasan Al-Basri, sebagaimana Dia menciptakan kalian pada permulaan di dunia ini, demikian pula kalian akan kembali kepada-Nya kelak di hari kiamat dalam keadaan hidup.
Qatadah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
{كَمَا بَدَاَكُمْ تَعُوْدُوْنَ}
{#Sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan (demikian pulalah) kalian akan kembali (kepada-Nya).#} (Al-A'raf, [7:29])
Yakni Allah memulai penciptaan-Nya, maka Dia menciptakan mereka. Sebelum itu mereka tidak ada, kemudian mereka mati, lalu Allah mengembalikan mereka dalam keadaan hidup.
Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan, sebagaimana Allah memulai penciptaan kalian pada permulaannya, maka demikian pula Dia akan mengembalikan kalian pada akhirnya.
Pendapat inilah yang dipilih oleh Abu Ja'far ibnu Jarir yang diperkuat dengan apa yang telah diriwayatkan melalui hadis Sufyan As-Sauri dan Syu'bah ibnul Hajjaj; keduanya dari Al-Mugirah ibnun Nu'man, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan, "Rasulullah SAW berdiri di hadapan kami untuk menyampaikan suatu nasihat, lalu beliau bersabda:
{يَا اَيُّهَا النَّاسُ اِنَّكُمْ تُحْشَرُوْنَ اِلَى اللّٰهِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا كَمَا بَدَاَكُمْ تَعُوْدُوْنَ وَعَدًا عَلَيْنَا اِنَّا كُنَّا فَاعِلِيْنَ}
{#Hai manusia, sesungguhnya kalian akan dihimpun kepada Allah dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang lagi tak bersunat (tak berkhitan). Sebagaimana Kami telah menciptakan kalian pada permulaan (demikian pulalah) Kami akan mengulangi (mengembalikannya). Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya'.#}
Hadis ini diketengahkan di dalam kitab Sahihain melalui hadis Syu'bah. Juga di dalam hadis Bukhari melalui hadis As-Sauri dengan lafaz yang sama.
Warqa ibnu lyas (yaitu Abu Yazid) telah meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya:
{كَمَا بَدَاَكُمْ تَعُوْدُوْنَ}
{#Sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan (demikian pula) kalian akan kembali (kepada-Nya).#} (Al-A'raf, [7:29])
Bahwa kelak orang muslim dibangkitkan sebagai orang muslim, dan orang kafir dibangkitkan sebagai orang kafir.
Abul Aliyah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
{كَمَا بَدَاَكُمْ تَعُوْدُوْنَ}
{#Sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan (demikian pula) kalian akan kembali (kepada-Nya).#} (Al-A'raf, [7:29])
Yaitu mereka dikembalikan berdasarkan pengetahuan Allah tentang diri mereka.
Sa'id ibnu Jubair mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
{كَمَا بَدَاَكُمْ تَعُوْدُوْنَ}
{#Sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan (demikian pulalah) kalian akan kembali (kepada-Nya).#} (Al-A'raf, [7:29])
Sebagaimana telah ditetapkan atas kalian, maka demikian pulalah keadaan kalian. Menurut riwayat yang lain, sebagaimana keadaan yang kalian alami, maka kelak kalian akan seperti itu.
Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
{كَمَا بَدَاَكُمْ تَعُوْدُوْنَ}
{#Sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan (demikian pulalah) kalian akan kembali (kepada-Nya).#} (Al-A'raf, [7:29])
Yakni barang siapa yang sejak semula diciptakan oleh Allah dalam keadaan celaka, maka ia akan menjadi orang seperti yang ditakdirkan-Nya semula sejak permulaan kejadiannya, sekalipun ia mengamalkan amalan ahli kebahagiaan (ahli surga). Barang siapa yang sejak semula ditakdirkan bahagia oleh Allah, maka ia akan dikembalikan kepada apa yang telah ditakdirkan untuknya sejak semula, sekalipun ia mengamalkan amalan orang-orang yang celaka (penghuni neraka). Sebagaimana para ahli sihir mengamalkan amalan orang-orang yang celaka, maka pada akhirnya ia pasti akan menjadi orang seperti yang ditakdirkan untuknya sejak semula.
As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
{كَمَا بَدَاَكُمْ تَعُوْدُوْنَ}
{#Sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan (demikian pulalah) kalian akan kembali (kepada-Nya). Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka.#} (Al-A'raf, [7:29]-[7:30])
Allah SWT berfirman:
{كَمَا بَدَاَكُمْ تَعُوْدُوْنَ}
{#Sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan (demikian pulalah) kalian akan kembali (kepada-Nya).#} (Al-A'raf, [7:29])
Yaitu sebagaimana Kami menciptakan kalian; sebagian dari kalian ada yang mendapat petunjuk, dan sebagian yang lain ada yang disesatkan. Maka demikian pulalah kelak kalian dikembalikan, dan demikian pulalah keadaannya sewaktu kalian dilahirkan dari perut ibu-ibu kalian.
Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya:
{كَمَا بَدَاَكُمْ تَعُوْدُوْنَ}
{#Sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan (demikian pulalah) kalian akan kembali (kepada-Nya). Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka.#} (Al-A'raf, [7:29]-[7:30])
Sesungguhnya Allah SWT memulai penciptaan Ibnu Adam ada yang mukmin dan ada yang kafir (yakni dicatatkan dalam takdir bahwa di antara mereka ada yang mukmin dan ada yang kafir). Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ فَمِنْكُمْ كَافِرٌ وَّمِنْكُمْ مُّؤْمِنٌ}
{#Dialah yang menciptakan kalian, maka di antara kalian ada yang kafir dan di antara kalian ada yang beriman.#} (At-Taghabun, [64:2])
Kemudian Allah mengembalikan mereka pada hari kiamat dalam keadaan seperti permulaan kejadian mereka, yakni ada yang mukmin dan ada yang kafir.
Menurut kami, pendapat ini diperkuat oleh sebuah hadis dari Ibnu Mas'ud di dalam kitab Sahih Bukhari yang mengatakan:
{فَوَالَّذِيْ لَا اِلٰهَ غَيْرُهٗ اِنَّ اَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ اَهْلِ الْجَنَّةِ حَتّٰى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهٗ وَبَيْنَهَا اِلَّا بَاعٌ -اَوْ ذِرَاعٌ- فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتٰبُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ اَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلَهَا وَاِنَّ اَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ اَهْلِ النَّارِ حَتّٰى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهٗ وَبَيْنَهَا اِلَّا بَاعٌ -اَوْ ذِرَاعٌ- فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتٰبُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ اَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ}
{#"Demi Zat yang tidak ada Tuhan selain Dia, sesungguhnya seseorang di antara kalian benar-benar mengamalkan amalan ahli surga hingga tiada jarak antara dia dan surga kecuali hanya satu depa atau satu hasta; tetapi takdir telah mendahuluinya, maka ia mengamalkan amalan ahli neraka, hingga ia masuk neraka. Dan sesungguhnya seseorang di antara kalian benar-benar mengamalkan amalan ahli neraka, hingga tiada jarak antara dia dan neraka kecuali hanya satu depa atau satu hasta; tetapi takdir telah mendahuluinya, maka ia mengamalkan amalan ahli surga, hingga masuk surga."#}
Abul Qasim Al-Bagawi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Ja'd, telah menceritakan kepada kami Abu Gassan, dari Abu Hazim, dari Sahl ibnu Sa'd yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{اِنَّ الْعَبْدَ لِيَعْمَلُ -فِيْمَا يَرَى النَّاسُ- بِعَمَلِ اَهْلِ الْجَنَّةِ وَاِنَّهٗ مِنْ اَهْلِ النَّارِ. وَاِنَّهٗ لِيَعْمَلُ -فِيْمَا يَرَى النَّاسُ- بِعَمَلِ اَهْلِ النَّارِ وَاِنَّهٗ مِنْ اَهْلِ الْجَنَّةِ وَاِنَّمَا الْاَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيْمِ}
{#"Sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengamalkan suatu amalan yang menurut penglihatan orang lain dianggap sebagai amalan ahli surga, padahal sesungguhnya dia adalah ahli neraka. Dan sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengamalkan suatu amalan yang kelihatan oleh orang lain sebagai amalan ahli neraka, padahal sesungguhnya dia termasuk ahli surga. Sesungguhnya semua amal perbuatan itu hanyalah berdasarkan pungkasan-pungkasannya."#}
Demikianlah sepotong dari hadis Imam Bukhari yang diriwayatkannya melalui hadis Abu Gassan Muhammad ibnu Mutarrif Al-Madani dalam kisah Qazman di waktu Perang Uhud.
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Al-A'masy, dari Abu Sufyan, dari Jabir, dari Nabi SAW yang telah bersabda:
{تُبْعَثُ كُلُّ نَفْسٍ عَلٰى مَا كَانَتْ عَلَيْهِ}
{#"Kelak setiap orang akan dibangkitkan menurut amalan yang dilakukannya."#}
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Ibnu Majah melalui berbagai jalur dari Al-A'masy, dengan sanad yang sama. Sedangkan lafaznya berbunyi seperti berikut:
{يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلٰى مَا مَاتَ عَلَيْهِ}
{#"Setiap hamba akan dibangkitkan menurut amal perbuatan yang dikerjakannya sampai dia mati."#}
Dan dari Ibnu Abbas disebutkan hal yang semisal.
Menurut kami, hal ini diperkuat oleh hadis Ibnu Mas'ud. Sebagai kesimpulannya-menurut kami-jika pendapat ini memang merupakan makna yang dimaksud oleh ayat, maka harus digabungkan dengan firman Allah SWT yang mengatakan:
{فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًا فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا}
{#Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.#} (Ar-Rum, [30:30])
Juga dengan apa yang disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui Abu Hurairah RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَاَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهٖ وَيُنَصِّرَانِهٖ وَيُمَجِّسَانِهٖ}
{#"Setiap anak dilahirkan menurut fitrah (agama Islam), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai seorang Yahudi, seorang Nasrani, dan seorang Majusi."#}
**Di dalam kitab
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.