Surat Al-A’raf ayat 84
Allah menjungkir balikkan negeri itu dan menghujani mereka dengan batu dari tanah yang keras (lihat Al Hijr: 74)
wa amṭarnā ‘alaihim maṭarā, fanẓur kaifa kāna ‘āqibatul-mujrimīn
Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu). Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang berbuat dosa itu.
Allah menjungkir balikkan negeri itu dan menghujani mereka dengan batu dari tanah yang keras (lihat Al Hijr: 74)
Kami hujani mereka dengan bebatuan yang menghancurkan.
Dari bawah mereka bumi digoncang dengan gempa.
Perhatikanlah, wahai Nabi, bagaimana akhirnya kesudahan orang-orang yang berdosa itu.
Nasib mereka berakhir dengan kebinasaan dan kehinaan yang abadi.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Allah menimpakan siksa kepada orang-orang kafir dari kaum Luth dengan menurunkan hujan batu kepada mereka dan membalikkan negeri mereka sehingga yang atas menjadi di bawah. Perhatikanlah (wahai Rasul) bagaimana akibat orang-orang yang berani melakukan maksiat kepada Allah dan mendustakan para rasul-Nya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Maka lihatlah bagaimana takdir orang-orang jahat yang mendustakan Luth AS dan terjerumus dalam perbuatan keji
وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا "Dan Kami turunkan kepada mereka hujan", batu panas lagi keras dari tanah yang terbakar, dan Allah membalik kota mereka, di mana Allah menjadikan bagian atasnya menjadi bawah.
فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ "Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu."
Kebinasaan dan kehinaan untuk selama-lamanya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Kami menghujani mereka dengan hujan batu dari tanah yang keras. Perhatikanlah bagaimana akibat dari orang-orang yang durhaka.
{وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَّطَرًا}
{#Dan Kami turunkan kepada mereka hujan.#} (Al-A'raf, [7:84])
{وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ مَّنْضُوْدٍ مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ وَمَا هِيَ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ بِبَعِيْدٍ}
{#dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah-tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhan kalian dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.#} (Hud, [11:82]-[11:83])
Karena itulah maka dalam firman selanjutnya dari surat ini disebutkan:
{فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِيْنَ}
{#maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.#} (Al-A'raf, [7:84])
Dengan kata lain, lihatlah hai Muhammad, bagaimana akibat yang dialami oleh orang-orang yang berani berbuat durhaka terhadap Allah SWT dan mendustakan rasul-rasul-Nya.
Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa orang yang melakukan homoseks hukumannya ialah dilemparkan dari ketinggian, kemudian disusul dengan lemparan-lemparan batu, seperti yang dilakukan terhadap kaum Lut AS.
Ulama lainnya berpendapat bahwa pelaku homoseks dikenai hukuman rajam, baik dia telah muhsan ataupun belum.
Pendapat ini merupakan salah satu qaul dari Imam Syafii. Hujahnya berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Abu Daud, Imam Turmuzi, dan Imam Ibnu Majah melalui hadis Darawardi, dari Amr ibnu Abu Umar, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{مَنْ وَجَدْتُمُوْهُ يَعَمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوْطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُوْلَ بِهِ}
{#Barang siapa yang kalian jumpai sedang melakukan perbuatan kaum Lut, maka bunuhlah pelaku dan yang dikerjainya.#}
Sedangkan menurut ulama yang lain, pelakunya dikenai hukuman yang sama seperti hukuman berbuat zina. Dengan kata lain, jika dia seorang yang telah muhsan, maka dikenai hukuman rajam; dan jika dia adalah orang yang belum muhsan. maka dikenai hukuman seratus kali dera. Pendapat ini merupakan qaul (pendapat) yang lain dari Imam Syafii.
Adapun mengenai perbuatan mendatangi wanita pada liang anusnya dinamakan lutiyatus sugra (perbuatan kaum Lut yang kecil), hukumnya haram menurut ijmak ulama. Kecuali menurut pendapat yang syaz dari sebagian ulama Salaf (seperti yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, pent.).
Larangan melakukan perbuatan tersebut telah banyak diungkapkan oleh hadis-hadis dari Rasulullah SAW Pembahasan mengenainya telah dikemukakan dalam tafsir surat Al-Baqarah.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Allah SWT berfirman,"Kami menyelamatkan nabi Luth dan keluarganya, dan tidak ada seorang pun dari mereka yang beriman kepadanya selain keluarganya saja" sebagaimana Allah SWT berfirman: (Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu (35) Dan Kami tidak mendapati di negeri itu kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri (36)) (Surah Adz-Dzariyat) kecuali istrinya, karena dia tidak beriman kepadanya, bahkan dia tetap pada agama kaumnya. Dia adalah orang yang memberitahu kepada bereka tentang tamu-tamu yang datang kepada nabi Luth dengan isyarat antara dirinya dan mereka. Oleh karena itu, ketika nabi Luth diperintahkan untuk pergi di malam hari dengan keluarganya, dia diperintahkan agar tidak memberitahu istrinya dan tidak membawanya keluar dari negeri itu. Di antara ulama’ ada yang berkata bahwa istrinya mengikuti nabi Luth dan para pengikutnya, tetapi ketika azab itu turun, dia menoleh ke belakang, lalu dia ditimpa azab yang menimpa kaumnya.
dan yang paling jelas bahwa dia tidak keluar dari negeri itu dan nabi Luth tidak memberitahunya, bahkan istrinya tetap bersama kaumnya. Oleh karena itu Allah berfirman di sini: (kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)) yaitu mereka tetap tinggal. Dikatakan bahwa dia termasuk orang-orang yang dibinasakan. Itu merupakan penafsiran yang lazim.
Firman Allah SWT: (Dan Kami turunkan kepada mereka hujan) ditafsirkan dengan firmanNya: (dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah-tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhan kalian dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim (83)) (Surah Hud) Oleh karena itu Allah berfirman: (maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu) yaitu wahai Muhammad, lihatlah bagaimana akibat orang yang berani berbuat durhaka terhadap Allah SWT dan mendustakan para rasulNya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Dan Kami turunkan kepada mereka hujan) yakni hujan batu dari neraka Sijjiil kemudian membinasakan mereka
(maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa.)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Setelah menyelamatkan Nabi Luth dan pengikutnya, Allah menurunkan siksaan dan azab-Nya kepada kaum yang ingkar. Dan Kami hujani, yakni Kami turunkan dari langit sehingga mengenai bagian atas mereka, dengan hujan batu yang membinasakan mereka dan meluluhlantakkan negeri mereka.
Maka perhatikanlah wahai orang yang mengambil pelajaran dari kisah ini bagaimana kesudahan dan akibat yang diterima orang yang berbuat dosa itu.
Mereka hanya memperoleh kebinasaan dan azab lantaran perbuatan mereka.
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Yakni bukan seperti hujan pada lazimnya, yaitu dengan hujan yang menghujam mereka dengan bebatuan; dalam ayat lain disebutkan:
وأمطرنا عليها حجارة من سجيل
“dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras”
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.