Surat Al-A’raf ayat 131:
Mereka tidak bersyukur kepada Allah.
Dosa-dosa dan kekafiran merekalah yang menjadi sebab mereka ditimpa musibah itu.
fa iżā jā'athumul-ḥasanatu qālū lanā hāżih, wa in tuṣibhum sayyi'atuy yaṭṭayyarū bimūsā wa mam ma‘ah, alā innamā ṭā'iruhum ‘indallāhi wa lākinna akṡarahum lā ya‘lamūn
Kemudian apabila kebaikan (kemakmuran) datang kepada mereka, mereka berkata, "Ini adalah karena (usaha) kami." Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. Ketahuilah, sesungguhnya nasib mereka di tangan Allah, namun kebanyakan mereka tidak mengetahui.
Surat Al-A’raf ayat 131:
Dosa-dosa dan kekafiran merekalah yang menjadi sebab mereka ditimpa musibah itu.
Jika anda memperhatikan dan mentadabburi perjumpaan yang menakjubkan dalam ayat ini; niscaya rasa takut anda kepada Allah akan bertambah!
Perhatikan bagaimana pernyataan kebaikan dituliskan dengan kata "datang", dan pernyataan keburukan yang dituliskan dengan kata "timpaan" ya, karena apa yang terjadi di sisi mereka adalah sesuatu yang tidak disukai oleh mereka dan tidak pula pernah mereka harapkan kedatangannya.
Apabila mereka mendapat kemudahan dan kemakmuran, mereka berkata dengan sombong: “Kebaikan ini tidak datang melainkan untuk kami, karena kami adalah pantas mendapatkannya berkat usaha dan kesungguhan kami”. Mereka lupa bahwa itu adalah karunia dari Allah dan lalai dari mensyukuri nikmat tersebut.
Namun jika mereka mendapat kesulitan, kekeringan, kematian, atau kehilangan harta, mereka menganggap bahwa itu adalah kesialan yang dibawa Musa dan pengikutnya. Mereka berkata: “Apa yang menimpa kami ini adalah karena kesialan dari mereka, andai mereka tidak bersama kami niscaya ini tidak akan terjadi.”
Maka Allah membantah mereka, bahwa sebab keburukan yang mereka dapatkan adalah amal-amal keburukan yang mereka lakukan yang telah tertulis di sisi Allah. Itulah yang menyebabkan keburukan itu, sedangkan Musa dan pengikutnya tidak ada sangkut pautnya dengan hal itu.
Akan tetapi mayoritas mereka tidak mengetahui kenyataan ini sehingga mereka mengatakan hal yang dikatakan oleh hawa nafsu dan kebodohan mereka.
Akan tetapi Fir'aun dan kaumnya, yang tidak terbiasa memegang kebenaran, kembali ingkar dan berbuat maksiat. Mereka memang orang-orang yang tidak konsisten. Jika mereka memperoleh kesuburan dan kemakmuran--dan begitulah yang acapkali terjadi--mereka akan berkata, "Kami memang berhak mendapatkan hal ini, karena keistimewaan kami yang tidak dimiliki orang lain."
Tetapi jika mereka ditimpa malapetaka seperti kemarau panjang, terserang wabah dan krisis ekonomi, mereka menganggap hal itu disebabkan oleh adanya "kutukan" Mûsâ dan pengikutnya. Mereka lupa bahwa kezaliman dan kejahatan yang mereka lakukan itulah yang sebenarnya membuat mereka ditimpa malapetaka seperti itu.
Allahlah yang menimpakan bencana itu disebabkan perbuatan-perbuatan buruk yang mereka lakukan; bukan karena Mûsâ dan pengikutnya sebagaimana yang mereka kambinghitamkan. Akan tetapi kebanyakan mereka tidak menyadari hakikat yang tidak diragukan ini.
Dan apabila mereka ditimpa musibah seperti kekeringan, gagal panen, penyakit, dan musibah lainnya, mereka akan menganggap bahwa Musa dan para pengikutnya dari Bani Israil sebagai biang kesialan.
Padahal sesungguhnya apa yang menimpa mereka itu adalah ketentuan dari Allah -Subḥānahu-.
Musa dan para pengikutnya tidak punya andil sedikit pun di dalamnya selain doa yang dipanjatkan oleh Musa untuk mengutuk mereka.
Tetapi kebanyakan dari mereka tidak mengetahuinya sehingga mereka menganggap bahwa pelakunya bukan Allah.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Dan apabila ditimpa kekeringan dan gersang mereka pesimis dan berkata, "Ini semua karena Musa dan para pengikutnya."
Padahal tidak demikian, kekeringan itu terjadi karena ketentuan dan kekuasaan Allah.
Sedangkan yang menimpa mereka itu disebabkan dosa-dosa dan kekufuran mereka, akan tetapi kebanyakan kaum Fir'aun itu tidak mengetahui, karena mereka telah tenggelam dalam kebodohan dan kesesatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Ingatlah sesungguhnya perasaan menyesal mereka itu datang dari sisi Allah akibat perbuatan mereka, bukan dari Musa dan orang yang bersamanya. Dan seluruh hal yang mereka terima berupa kebaikan dan keburukan itu dari sisi Allah. Hal ini berdasarkan cara mereka meyakininya, oleh karenanya diumpamakan menggunakan At-Thair yang menjelaskan tentang kebaikan dan keburukan bukan untuk menunjukkan suatu kesialan.
Akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui perkara ini, bahkan menghubungkan kebaikan dan keburukan kepada selain Allah, itu adalah kesalahan dan kebodohan.
(131) فَاِذَا جَاۤءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ "Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran." Yakni kesuburan dan kelimpahan rizki, قَالُوْا لَنَا هٰذِهٖ "Mereka berkata, 'Ini adalah karena (usaha) kami'." Yakni, kami berhak atasnya. Mereka tidak bersyukur kepada Allah atas karunia tersebut.
وَاِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّطَّيَّرُوْا بِمُوْسٰى وَمَنْ مَّعَهٗۗ "Dan jika mereka ditimpa kesusahan." Yakni kekeringan dan paceklik, يَّطَّيَّرُوْا بِمُوْسٰى وَمَنْ مَّعَهٗۗ "mereka melemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya." Yakni mereka ber-kata, "Kesialan ini menimpa kami karena kedatangan Musa dan karena Bani Israil mengikutinya."
اَلَآ اِنَّمَا طٰۤىِٕرُهُمْ عِنْدَ اللّٰهِ "Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah." Yakni dengan qadha dan qadarNya, tidak seperti yang me-reka katakan, justru penyebabnya adalah kekufuran dan dosa-dosa mereka, tetapi kebanyakan dari mereka tidak mengetahui, oleh karena itu mereka berkata begitu.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Maka apabila datang kepada mereka datang kepada Fir'aun dan kaumnya kebaikan kesuburan, keluasan, dan kesehatan mereka berkata, "Inilah milik kami" kami adalah orang-orang yang pantas memilikinya
Jika ditimpa kesusahan cobaan, kekeringan dan penyakit mereka melemparkan kesialan merasa sial itu kepada Musa dan orang-orang yang bersamanya.
Ketahuilah sesungguhnya nasib mereka di sisi Allah sesungguhnya yang menimpa mereka adalah sesuai takdir Allah tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
Firman Allah SWT:
{فَاِذَا جَاۤءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ}
{#Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran.#} (Al-A'raf, [7:131])
Yaitu berupa kesuburan dan rezeki yang banyak.
{قَالُوْا لَنَا هٰذِهٖ}
{#mereka berkata, "Ini adalah karena (usaha) kami."#} (Al-A'raf, [7:131])
Artinya, keadaan ini dihasilkan karena usaha dan jerih payah kami.
{وَاِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ}
{#Dan jika mereka ditimpa kesusahan.#} (Al-A'raf, [7:131])
Yakni kekeringan dan paceklik.
{يَطَّيَّرُوْا بِمُوْسٰى وَمَنْ مَّعَهٗ}
{#mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang bersamanya.#} (Al-A'raf, [7:131])
Maksudnya, hal tersebut terjadi karena ulah Musa dan para pengikutnya serta apa yang dibawa oleh mereka.
{اَلَآ اِنَّمَا طٰۤىِٕرُهُمْ عِنْدَ اللّٰهِ}
{#Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah.#} (Al-A'raf, [7:131])
Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah#} (Al-A'raf, [7:131]) Yakni musibah yang menimpa mereka itu berdasarkan ketetapan dari Allah. {#tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.#} (Al-A'raf, [7:131])
Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah.#} (Al-A'raf, [7:131]) Yakni datangnya dari Allah SWT
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir'aun dan) kaumnya) yaitu Kami menguji dan memberi cobaan kepada mereka (dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang)
yaitu tahun-tahun kelaparan karena kekurangan tanaman (dan kekurangan buah-buahan) Mujahid berkata bahwa itu selain ujian sebelumnya.
(supaya mereka mengambil pelajaran (130) Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran) yaitu kesuburan dan rezeki (mereka berkata, "Ini adalah karena (usaha) kami") yaitu hal ini layak bagi kami (Dan jika mereka ditimpa kesusahan) yaitu kekeringan dan kegersangan (mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang bersamanya) yaitu ini karena mereka dan apa yang dia bawa (Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah)
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah) dia berkata,”Musibah yang menimpa mereka itu dari sisi Allah, dan Allah berfirman (tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran) kesuburan tanah dan kecukupan hidup (mereka berkata, "Ini adalah karena usaha kami") kami berhak memperolehnya, akan tetapi mereka tidak mau mensyukurinya.
(Dan jika mereka ditimpa kesusahan) kekeringan dan musibah/bencana (mereka lemparkan sebab kesialan itu) mereka menganggap kesialan itu (kepada Musa dan orang-orang yang besertanya) dari kalangan orang-orang yang beriman.
(Ketahuilah sesungguhnya kesialan mereka itu) rasa sial mereka itu (adalah ketetapan dari Allah) yang sengaja diturunkan kepada mereka (akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui) bahwa apa yang menimpa mereka adalah datang dari sisi Allah.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Fir'aun dan kaumnya, yang tidak terbiasa memegang kebenaran, kembali ingkar dan berbuat maksiat. Mereka adalah orang-orang yang tidak konsisten. Kemudian apabila kebaikan berupa tanah yang subur dan rezeki yang luas datang kepada mereka, kaum Fir'aun, mereka berkata, Bagi kami hal ini adalah wajar karena usaha kami dan keistimewaan kami yang tidak dimiliki orang lain.
Dan jika mereka ditimpa kesusahan, berupa kemarau panjang, terserang wabah dan krisis ekonomi, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. Mereka lupa bahwa kezaliman dan kejahatan yang mereka lakukan itulah yang sebenarnya membuat mereka ditimpa malapetaka seperti itu.
Ketahuilah, sesungguhnya nasib baik dan buruk yang menimpa mereka di tangan Allah berdasarkan ketetapan qada dan qadar-Nya, dan juga disebabkan dosa dan kekufuran mereka, namun kebanyakan mereka tidak mengetahui karena mereka larut dalam kebodohan dan kesesatan.
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Berupa kesuburan, buah-buahan yang sehat, dan harga jual yang tinggi.
قَالُوا۟ لَنَا هٰذِهِۦ ۖ (mereka berkata: “Itu adalah karena (usaha) kami”)
Yakni kami diberikan kerena kami layak mendapatkannya, dan ini khusus buat kami.
Dan jika mereka ditimpa kesusahan) Berupa kemarau, banyaknya penyakit, dan cobaan lainnya. يَطَّيَّرُوا۟ بِمُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُۥٓ ۗ( mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya) Yakni menyalahkan mereka.
Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah) Yakni sebab dari kebaikan dan keburukan yang mereka dapatkan seperti kesuburan atau kekeringan adalah dari sisi Allah dan bukan disebabkan oleh Nabi Musa dan pengikutnya. Dan jawaban ini diutarakan sesuai kepercayaan mereka dan tingkat pemahaman mereka. Oleh sebab itu Allah menggunakan istilah (الطائر)/burung untuk mengibaratkan kebaikan atau keburukan yang terjadi dengan kuasa Allah dan hikmah serta kehendak-Nya. Dan hal ini bukan dimaksudkan sebagai persetujuan atas kepercayaan mereka tentang التطير (menggantungkan kebaikan dan keburukan dengan perilaku seekor burung).
وَلٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ (akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui) Yakni tidak mengetahui akan hal ini, tetapi mereka malah menisbatkan kebaikan dan keburukan kepada selain Allah disebabkan kebodohan mereka.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.