Makna kata dan ayat
Makna kata
Makna topan
Makna topan ini berbeda-beda menurut para ahli tafsir. Dari Ibnu Abbas, topan ini berarti hujan besar yang menenggelamkan dan merusak semua tanaman dan buah-buahan. Hal yang sama dikatakan oleh Ad-Dahhak ibnu Muzahim. Dalam riwayat lainnya, Ibnu Abbas menyebutkan bahwa makna yang dimaksud ialah banyaknya kematian. Hal yang sama dikatakan oleh Ata. Mujahid mengatakan, yang dimaksud dengan topan ialah air bah dan penyakit ta'un (kolera). Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Hisyam Ar-Rifa'i, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Yaman, telah menceritakan kepada kami Al-Minhal ibnu Khalifah, dari Al-Hajjaj, dari Al-Hakam ibnu Mina, dari Siti Aisyah RA yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: "Topan artinya kematian." Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Murdawaih melalui hadis Yahya ibnu Yaman dengan lafaz yang sama, tetapi hadis ini garib. Dalam riwayat lainnya, Ibnu Abbas mengatakan bahwa yang dimaksud dengan topan ialah azab dari Allah yang meliputi mereka. Kemudian Ibnu Abbas membacakan firman Allah SWT yang mengatakan: {#lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.#} (Al-Qalam, [68:19])
Makna belalang
Makna belalang ini juga berbeda-beda menurut para ahli tafsir. Adapun mengenai AL-JARĀD atau belalang, sudah dikenal, yaitu sejenis serangga yang dapat dimakan, karena berdasarkan apa yang telah disebutkan di dalam hadis Sahihain dari Abu Ya'fur yang menceritakan bahwa ia pernah bertanya kepada Abdullah ibnu Abu Aufa tentang belalang. Maka Abdullah ibnu Abu Aufa menceritakan: "Kami pernah ikut berperang bersama Rasulullah SAW sebanyak tujuh kali peperangan, makanan kami adalah belalang." Imam Syafii dan Imam Ahmad ibnu Hambal serta Imam Ibnu Majah telah meriwayatkan melalui hadis Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam, dari ayahnya, dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW yang telah bersabda: {اُحِلَّتْ لَنَا مَيْتَتَانِ وَدَمَانِ الْحُوْتُ وَالْجَرَادُ وَالْكَبِدُ وَالطِّحَالُ} {#Dihalalkan bagi kita dua jenis bangkai dan dua jenis darah, yaitu ikan, belalang, hati, dan limpa.#} Abul Qasim Al-Bagawi telah meriwayatkannya dari Daud ibnu Rasyid, dari Suwaid ibnu Abdul Aziz, dari Abu Tamam Al-Aili, dari Zaid ibnu Aslam, dari Ibnu Umar secara marfu dengan lafaz yang semisal. Abu Daud telah meriwayatkan dari Muhammad ibnul Faraj, dari Muhammad ibnu Zabarqan Al-Ahwazi, dari Sulaiman At-Taimi, dari Abu Usman, dari Salman yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai belalang. Maka beliau SAW bersabda: {اَكْثَرُ جُنُوْدِ اللّٰهِ لَا اٰكُلُهٗ وَلَا اُحَرِّمُهٗ} {#"Balatentara Allah yang paling banyak jumlahnya. Aku tidak memakannya, tidak pula mengharamkannya."#} Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak mau memakannya hanyalah karena tidak suka, sebagaimana beliau yang mulia tidak suka makan biawak, tetapi mengizinkannya untuk dimakan. Al-Hafiz Ibnu Asakir telah meriwayatkan di dalam Bab "Belalang" yang ia himpunkan dalam satu juz, melalui hadis Abu Sa'id Al-Hasan ibnu Ali Al-Adawi, bahwa telah menceritakan kepada kami Nasr ibnu Yahya ibnu Sa'id, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Khalid, dari Ibnu Juraij dari Ata, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW tidak mau memakan belalang, ginjal, tidak pula dab (semacam biawak) tanpa mengharamkannya. Adapun belalang, karena ia berasal dari azab dan pembalasan Allah; sedangkan kedua ginjal, karena letaknya yang berdekatan dengan kandung kemih. Mengenai dab (biawak), beliau SAW bersabda: "Aku merasa khawatir bila ia berasal dari kutukan." Kemudian Ibnu Asakir mengatakan bahwa hadis ini garib, dan ia tidak menulisnya melainkan hanya dari jalur ini.
Makna ayat
Makna firman Allah SWT
{#Maka Kami kirimkan kepada mereka topan.#} (Al-A'raf, [7:133]) Para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai makna topan ini. Dari Ibnu Abbas, topan ini berarti hujan besar yang menenggelamkan dan merusak semua tanaman dan buah-buahan. Hal yang sama dikatakan oleh Ad-Dahhak ibnu Muzahim. Dalam riwayat lainnya, Ibnu Abbas menyebutkan bahwa makna yang dimaksud ialah banyaknya kematian. Hal yang sama dikatakan oleh Ata. Mujahid mengatakan, yang dimaksud dengan topan ialah air bah dan penyakit ta'un (kolera). Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Hisyam Ar-Rifa'i, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Yaman, telah menceritakan kepada kami Al-Minhal ibnu Khalifah, dari Al-Hajjaj, dari Al-Hakam ibnu Mina, dari Siti Aisyah RA yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: "Topan artinya kematian." Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Murdawaih melalui hadis Yahya ibnu Yaman dengan lafaz yang sama, tetapi hadis ini garib. Dalam riwayat lainnya, Ibnu Abbas mengatakan bahwa yang dimaksud dengan topan ialah azab dari Allah yang meliputi mereka. Kemudian Ibnu Abbas membacakan firman Allah SWT yang mengatakan: {#lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.#} (Al-Qalam, [68:19])
{#Maka Kami kirimkan kepada mereka topan dan belalang.#} (Al-A'raf, [7:133]) Ibnu Abu Nujaih telah meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan makna firman Allah SWT: bahwa belalang-belalang itu memakan habis semua paku pintu-pintu mereka tanpa memakan kayunya.
{#Dihalalkan bagi kalian binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagi kalian dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan.#} (Al-Maidah, [5:96]) Dalam tafsir firman Allah SWT yang lalu, telah disebutkan hadis Hammad ibnu Salamah, dari Abul Mihzam, dari Abu Hurairah yang di dalamnya disebutkan, "Kami berangkat bersama Rasulullah SAW untuk menunaikan ibadah haji atau umrah. Maka kami bersua dengan sekumpulan belalang. Lalu kami memukulinya dengan tongkat-tongkat yang ada pada kami, sedangkan kami dalam keadaan ihram. Kemudian kami bertanya kepada Rasulullah SAW (tentang perbuatan kami itu), maka beliau SAW menjawab: 'Tidak mengapa dengan binatang buruan laut'."
{#Dihalalkan bagi kalian binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagi kalian dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan.#} (Al-Maidah, [5:96]) Ibnu Majah telah meriwayatkan dari Harun Al-Hamani, dari Hisyam ibnul Qasim, dari Ziyad ibnu Abdullah ibnu Ilasah dan dari Musa ibnu Muhammad ibnu Ibrahim At-Taimi, dari ayahnya, dari Anas dan Jabir, dari Rasulullah SAW Disebutkan bahwa apabila Rasulullah SAW berdoa dalam menghadapi wabah belalang, beliau mengucapkan: {اللهم اَهْلِكْ كِبَارَهٗ وَاقْتُلْ صِغَارَهٗ وَاَفْسِدْ بَيْضَهٗ وَاقْطَعْ دَابِرَهٗ وَخُذْ بِاَفْوَاهِهٖ عَنْ مَعَايِشِنَا وَاَرْزَاقِنَا اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ} {#Ya Allah, binasakanlah yang besar-besarnya, matikanlah yang kecil-kecilnya, rusakkanlah telur-telurnya, hancurkanlah keturunannya serta hindarkanlah mulutnya dari tempat penghidupan kami dan dari rezeki kami. Sesungguhnya Engkau Maha Memperkenankan doa.#}
{#Dihalalkan bagi kalian binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagi kalian dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan.#} (Al-Maidah, [5:96]) Maka Jabir bertanya kepadanya, "Wahai Rasulullah, apakah engkau mendoakan untuk kebinasaan suatu pasukan dari balatentara Allah agar mereka dihancurkan?" Rasulullah SAW bersabda: {اِنَّمَا هُوَ نَثْرَةُ حُوْتٍ فِى الْبَحْرِ} {#"Sesungguhnya belalang itu bersumber dari apa yang disebarkan oleh ikan di laut."#}
{#Dihalalkan bagi kalian binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagi kalian dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan.#} (Al-Maidah, [5:96]) Hisyam mengatakan, telah menceritakan kepadanya Ziyad. Ziyad mendapat berita dari seseorang yang pernah melihat ikan menyebarkan belalang, bahwa belalang itu disebarkan oleh ikan di laut. Ziyad melanjutkan perkataannya, "Sesungguhnya ikan itu apabila bertelur di tepi pantai, lalu airnya mengalami surut sehingga telur-telur itu terkena sinar mentari, maka semuanya menetaskan belalang yang langsung terbang."
{#melainkan umat-umat (juga) seperti kalian.#} (Al-An'am, [6:38]) Dalam tafsir firman-Nya yang mengatakan: telah disebutkan hadis Umar RA, bahwa Allah SWT telah menciptakan seribu umat; enam ratus di antaranya di laut, sedangkan yang empat ratusnya hidup di daratan. Dan sesungguhnya umat yang mula-mula dibinasakan (punah) adalah belalang.
{#melainkan umat-umat (juga) seperti kalian.#} (Al-An'am, [6:38]) Abu Bakar ibnu Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnul Mubarak, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Qais, telah menceritakan kepada kami Salim ibnul Salim, telah menceritakan kepada kami Abul Mugirah Al-Jaurjani Muhammad ibnu Malik, dari Al-Barra ibnu Azib yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : Tidak ada wabah (penyakit) bersama pedang, dan tidak ada janggut bersama belalang.
{#melainkan umat-umat (juga) seperti kalian.#} (Al-An'am, [6:38]) Adapun mengenai kutu, maka disebutkan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksud dengan kutu ialah semacam ulat yang keluar dari biji gandum. Dari Ibnu Abbas pula disebutkan bahwa kutu adalah belalang kecil yang tidak bersayap. Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Ikrimah, dan Qatadah. Disebutkan pula dari Al-Hasan serta Sa'id ibnu Jubair bahwa kutu ialah hewan kecil lagi hitam.
{#melainkan umat-umat (juga) seperti kalian.#} (Al-An'am, [6:38]) Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan, AL-QUMMĀL artinya nyamuk kecil. Ibnu Jarir mengatakan bahwa AL-QUMMĀL adalah bentuk jamak, sedangkan bentuk tunggalnya ialah QUMLAH, artinya sejenis serangga yang menyerupai kutu yang suka menyedot darah unta. Menurut berita yang sampai kepadaku, serangga inilah yang dimaksudkan oleh Al-A'sya dalam syairnya yang mengatakan:
{!قَوْمٌ تُعَالِجُ قُمَّلا اَبْنَاؤُهُمْ وَسَلَاسِلًا اَجُدًا وَبَابًا مُؤْصَدَا!}
Mereka adalah suatu kaum yang anak-anaknya sedang menanggulangi wabah kutu, dan rantai-rantai besi serta pintu yang terkunci.
{#melainkan umat-umat (juga) seperti kalian.#} (Al-An'am, [6:38]) Sebagian ahli nahwu dari kalangan ulama Basrah menduga bahwa QUMMĀL menurut orang Arab artinya sama dengan hamnan yang bentuk tunggalnya ialah hamnanah, artinya sejenis serangga yang bentuknya seperti kera, lebih besar sedikit daripada kutu.
{#melainkan umat-umat (juga) seperti kalian.#} (Al-An'am, [6:38]) Imam Abu Ja'far ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid Ar-Razi, telah menceritakan kepada kami Ya'qub Al-Qummi, dari Ja'far ibnu Abul Mugirah, dari Sa'id ibnu Jubair yang menceritakan bahwa ketika Musa AS datang kepada Fir'aun, Musa AS berkata kepadanya, "Lepaskanlah kaum Bani Israil untuk pergi bersamaku." Lalu Allah mengirimkan topan, yakni hujan yang sangat lebat kepada Fir'aun dan kaumnya. Dan ketika sesuatu dari hujan itu menimpa mereka, mereka merasa khawatir bila hujan itu merupakan azab. Lalu mereka berkata kepada Musa AS "Doakanlah buat kami kepada Tuhanmu agar Dia menghentikan hujan ini dari kami, maka kami akan beriman kepadamu dan melepaskan kaum Bani Israil pergi bersamamu." Lalu Nabi Musa AS berdoa kepada Tuhannya (hingga hujan itu berhenti), tetapi mereka tidak mau beriman dan tidak melepaskan kaum Bani Israil bersamanya. Maka pada tahun itu juga Allah SWT menumbuhkan tetumbuhan, rerumputan, dan buah-buahan yang banyak, sebelum itu belum pernah terjadi demikian. Maka mereka berkata, "Inilah yang selalu kami dambakan." Lalu Allah mengirimkan belalang kepada mereka yang merusak semua tetumbuhan mereka. Ketika mereka melihat kerusakan yang diakibatkan oleh belalang itu, maka mereka mengetahui bahwa tiada sesuatu pun dari tanaman mereka yang selamat. Mereka berkata, "Hai Musa, doakanlah kepada Tuhanmu buat kami agar Dia mengusir belalang ini dari kami, maka kami akan beriman kepadamu dan akan melepaskan kaum Bani Israil pergi bersamamu." Nabi Musa AS berdoa kepada Tuhannya, maka Allah mengusir belalang itu dari mereka, tetapi mereka tidak mau beriman dan tidak melepaskan kaum Bani Israil pergi bersama Musa. Dan mereka berlindung masuk ke dalam rumah-rumah mereka, lalu mereka berkata, "Kami telah berlindung." Maka Allah mengirimkan kutu, yakni ulat yang keluar dari bebijian, kepada mereka. Tersebutlah bahwa seseorang lelaki bila keluar dengan membawa sepuluh karung biji gandum ke tempat penggilingannya, maka
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.