Firman Allah SWT:
{فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ}
{#Berpeganglah kepadanya dengan teguh.#} (Al-A'raf, [7:145])
Yakni dengan tekad yang bulat untuk taat.
{وَأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوْا بِاَحْسَنِهَا}
{#dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) yang sebaik-baiknya.#} (Al-A'raf, [7:145])
Makna kata
Sufyan ibnu Uyaynah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'b, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Nabi Musa AS diperintahkan (oleh Allah) untuk memegang teguh perintah-perintah yang paling berat yang ia anjurkan kepada kaumnya.
Perumpamaan
Firman Allah SWT:
{سَاُورِيْكُمْ دَارَ الْفٰسِقِيْنَ}
{#nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik.#} (Al-A'raf, [7:145])
Yaitu kamu akan melihat akibat orang-orang yang menentang perintahKu dan menyimpang dari jalan ketaatan kepada-Ku, bagaimanakah kehancuran dan kebinasaan serta kerusakan yang akan mereka alami.
Penjelasan
Ibnu Jarir mengatakan bahwa sesungguhnya dikatakan oleh firman Allah SWT: {#nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik.#} (Al-A'raf, [7:145]) Hal ini perumpamaannya sama dengan perkataan seseorang kepada lawan bicaranya, "Besok saya akan memperlihatkan kepadamu apa yang akan dialami oleh orang yang menentang perintahku," mengandung nada ancaman dan peringatan terhadap orang yang membangkang dan menentang perintahnya. Kemudian dinukil pula hal yang semisal dari Mujahid dan Al-Hasan Al-Basri.
Pendapat lain
Menurut pendapat lain, makna yang dimaksud oleh firman-Nya: {#nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik.#} (Al-A'raf, [7:145]) Yakni penduduk negeri Syam, dan Aku akan memberikannya kepadamu.
Pendapat lainnya
Sedangkan menurut pendapat lainnya lagi, negeri yang dimaksud ialah negeri tempat tinggal kaum Fir'aun. Tetapi pendapat yang pertamalah yang lebih utama, karena hal ini terjadi setelah Musa dan kaumnya meninggalkan negeri Mesir, sedangkan khitab ini ditujukan kepada kaum Bani Israil sebelum mereka memasuki Padang Tih.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.