Surah Al-Jin
Perihal Surah Al-Jin
Surah Al-Jin adalah surah Makkiyah, yaitu surah yang diturunkan kepada Nabi ﷺ sebelum Nabi berhijrah ke kota Madinah (1). Adapun Topik dari surah ini adalah untuk menunjukkan kemuliaan Nabi ﷺ yang tidak hanya diutus untuk umat manusia, namun juga untuk bangsa jin. Dan untuk menegaskan bahwa tidak ada Rasul dari kalangan bangsa jin, sehingga Rasul bagi bangsa jin merupakan Rasul bagi manusia yaitu Nabi Muhammad ﷺ .
Sebab Turunnya Surah Al-Jin
Mengenai sebab turunnya surah ini, para ulama Ahli Tafsir menyebutkan dua kisah.
Kisah Pertama
Kisah pertama terdapat dalam sebuah hadits, dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
Nabi ﷺ bersama sekelompok sahabat berangkat menuju pasar ‘Ukazh. Saat itu telah ada penghalang antara syaithan dan berita-berita langit, dan mereka dilempari bintang sebagai penghalang. Maka syaithan-syaithan kembali menemui kaumnya. Lalu kaumnya berkata, ‘Apa yang terjadi dengan kalian?’ Syaithan-syaithan tersebut menjawab, ‘Telah ada penghalang antara kami dan berita-berita langit dengan dikirimnya bintang’. Kaumnya berkata, ‘Tidak ada penghalang antara kalian dan berita-berita langit kecuali telah ada sesuatu yang terjadi. Pergilah kalian ke seluruh penjuru timur bumi dan baratnya, lalu perhatikanlah apa penghalang antara kalian dan berita-berita langit’. Maka berangkatlah syaithan-syaithan yang ada di Tihamah untuk mendatangi Nabi ﷺ dan para sahabat beliau yang sedang berada di pasar ‘Ukazh. Saat itu beliau dan para sahabat sedang melaksanakan shalat subuh. Ketika syaithan-syaithan itu mendengar Alquran, mereka menyimaknya dengan baik hingga mereka pun berkata, ‘Demi Allah, inilah yang menjadi penghalang antara kalian dan berita-berita langit’. Dan perkataan ini pula yang disampaikan ketika mereka kembali kepada kaum mereka. Lantas mereka berkata kepada kaumnya, ‘Wahai kaumku, sesungguhnya kami telah mendengarkan Alquran yang menakjubkan. Yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami (Qs. Al Jin: 1-2)’. Maka kemudian Allah menurunkan wahyu kepada Nabi-Nya ﷺ : ‘Katakanlah (Muhammad): Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya telah mendengarkan (Alquran) sekumpulan jin (Qs. Al Jin: 1)’. Yakni diwahyukan kepada beliau perkataan jin.”(2)
Kisah Kedua
Kisah kedua, disebutkan oleh Thahir Ibnu ‘Asyur(3), dan disebutkan pula oleh Muhammad bin Ishaq dalam sirahnya, bahwasanya surah Al-Jin turun kepada Nabi ﷺ setelah beliau pulang dari berdakwah di kota Thaif. Dan sebagaimana kita ketahui bahwa tatkala beliau berdakwah di kota Thaif, ternyata dakwah beliau di tolak dan dihina. Bahkan beliau mendatangi tiga orang pembesar kota Thaif, di antaranya adalah Abdul Yalail untuk menawarkan Islam, akan tetapi mereka menolak dengan keras. Bahkan salah seorang di antara mereka berkata,
“Apakah Allah tidak menemukan seorang untuk diutus menjadi seorang Rasul selain engkau?”(4)
Sungguh ini adalah penghinaan yang berat bagi Nabi ﷺ . Intinya akhirnya mereka mengusir Nabi ﷺ . Maka akhirnya Nabi ﷺ keluar dari kota Thaif dengan penuh kesedihan, dan ketika itu Nabi ﷺ sedang berjalan dengan Zaid bin Haritsah. Nabi ﷺ keluar dari kota Thaif dengan merasa amat terhina, terlebih lagi beliau keluar dengan disambut oleh anak-anak kecil dan orang gila yang melempari beliau dengan batu. Dan hal itu merupakan cara orang-orang Arab dalam menghina seseorang. Datang dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa tatkala terusir dari kota Thaif, Nabi ﷺ berdoa,
“Ya Allah, hanya kepada-Mu aku mengadukan lemahnya kekuatanku, dan sedikitnya upayaku, serta hinanya diriku di hadapan manusia. Ya Arhamar-Rahimin, Engkau adalah Rabb orang-orang yang lemah dan juga Rabbku. Kepada siapa Engkau serahkan diriku? Kepada orang jauh yang menerimaku dengan muka masam? Ataukah kepada musuh yang menguasai urusanku? Jika tidak ada kemurkaan-Mu terhadapku, maka aku tidak peduli.”(5)
Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa setelah itu Nabi ﷺ berjalan. Karena saking sedihnya, beliau berjalan tanpa sadar sehingga tiba di suatu tempat bernama Ats-Tsa’alib. Tatkala Nabi ﷺ tiba di tempat itu, Allah ﷻ kemudian mengutus malaikat Jibril dan malaikat gunung. Kemudian malaikat gunung berkata kepada Nabi ﷺ ,
“Wahai Muhammad, Sungguh Allah telah mendengar perkataan kaummu terhadapmu, dan aku malaikat penjaga gunung telah diutus oleh Rabbmu untuk menemuimu guna melaksanakan apa yang engkau kehendaki. Jika Anda menghendaki, maka aku akan menutupkan dua gunung ini kepada mereka’. Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya, ‘Bahkan aku sangat berharap semoga Allah mengeluarkan dari tulang-tulang sulbi mereka orang yang mau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun’.” (6)
Muhammad bin Ishaq kemudian mendatangkan suatu riwayat bahwa setelah Nabi ﷺ mendatangi kota Thaif, Nabi ﷺ kemudian shalat. Dalam shalat beliau tersebut, beliau sedih. Namun tiba-tiba datang sekelompok jin mendengar lantunan bacaan Nabi ﷺ . Sebagaimana dalam firman Allah ﷻ disebutkan,
“Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu (Muhammad) segerombongan jin yang mendengarkan (bacaan) Alquran, maka ketika mereka menghadiri (pembacaan)nya mereka berkata, ‘Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)’. Maka ketika telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata, ‘Wahai kaum kami, sungguh kami telah mendengarkan Kitab (Alquran) yang diturunkan setelah Musa, membenarkan (kitab-kitab) yang datang sebelumnya, membimbing kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Wahai kaum kami, terimalah (seruan) orang (Muhammad) yang menyeru kepada Allah. Dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Dia akan mengampuni dosa-dosamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. Dan barangsiapa tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah (Muhammad) maka dia tidak akan dapat melepaskan diri dari siksa Allah di bumi padahal tidak ada pelindung baginya selain Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata’.” (QS. Al-Ahqaf: 29-32)
Dalam ayat ini, yang menakjubkan adalah Allah ﷻ menghibur Nabi ﷺ . Tatkala beliau diusir dari Mekkah dan dihina oleh orang-orang Quraisy dan kabilah Tsaqif, ternyata ada bangsa lain yang beriman kepada beliau yaitu bangsa jin. Seakan-akan Allah ﷻ berkata, “Wahai Muhammad, jika engkau tidak diterima oleh manusia, ada bangsa jin yang akan beriman kepadamu”. Dan ini adalah pemuliaan terhadap Nabi ﷺ , bahwa beliau adalah Rasul yang diutus kepada manusia dan juga kepada bangsa jin. Inilah kisah singkat yang disebutkan oleh Ahli Tafsir sebagai di antara sebab turunnya surah Al-Jin.
Ayat-ayat dalam Surah Al-Jin
Allah ﷻ berfirman,
“Katakanlah (Muhammad), ‘Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan), lalu mereka berkata: Kami telah mendengarkan bacaan (Alquran) yang menakjubkan’.” (QS. Al-Jin: 1)
Ini adalah dalil bahwasanya Nabi ﷺ tidak bisa melihat jin-jin tersebut, karena Nabi ﷺ sedang shalat atau sedang membaca Alquran(7). Maka dari itu Allah memberitahukan kepada Nabi ﷺ bahwa para jin datang mendengarkan bacaan Alquran Nabi ﷺ , karena dalam ayat yang lain Allah ﷻ berfirman,
“Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu (Muhammad) serombongan jin yang mendengarkan (bacaan) Alquran.” (QS. Al-Ahqaf: 29)
Oleh karenanya ini merupakan hukum asal bahwa para Nabi dan para sahabatnya tidak bisa melihat jin. Buktinya adalah ayat ini, dimana Nabi ﷺ tidak tahu bahwa sekelompok jin datang untuk mendengarkan lantunan bacaan Alquran Nabi ﷺ (8). Namun terkadang Nabi ﷺ bisa melihat jin, akan tetapi itu karena kehendak dan izin Allah ﷻ .
Ayat ini menunjukkan bahwa ketika sekelompok jin tersebut mendengarkan bacaan Alquran Nabi ﷺ , mereka pun mengakui keagungan Alquran. Lalu mereka menyampaikan hal tersebut kepada kaumnya. Dalam ayat yang lain Allah ﷻ berfirman,
“Maka ketika telah selesai, mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan (berdakwah). Mereka berkata, ‘Wahai kaum kami, sungguh kami telah mendengarkan Kitab (Alquran) yang diturunkan setelah Musa, membenarkan (kitab-kitab) yang datang sebelumnya, membimbing kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Ahqaf : 29-30)
Oleh karena itu, ayat-ayat dalam surah Al-Jin setelah ayat ini menggambarkan tentang pembicaraan antara para jin yang telah beriman dan jin yang belum beriman. Pembicaraan mereka tidak bisa didengarkan oleh Nabi ﷺ karena alam bangsa jin merupakan alam gaib, lagi pula mereka berbicara di tempat yang lain yang jauh dari Nabi shallallahu álaihi wasallam, akan tetapi Allah ﷻ kabarkan kepada beliau tentang bagaimana para Jin tersebut berdakwah. Oleh karena itu, hal ini sekaligus menjadi kabar gembira bagi Nabi ﷺ , karena para jin tersebut beriman kepadanya dan mereka langsung berdakwah kepada kaumnya.