Makna Kata
Makna kata adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan arti dari kata-kata yang digunakan dalam bahasa Arab. Dalam konteks Al-Qur'an, makna kata sangat penting karena membantu memahami arti dari ayat-ayat yang diturunkan.
Makna Ayat
Makna ayat adalah arti dari ayat-ayat Al-Qur'an yang diturunkan. Ayat-ayat Al-Qur'an memiliki makna yang luas dan dapat diinterpretasikan dalam berbagai cara.
Pelajaran dari Ayat
Pelajaran dari ayat adalah kesimpulan yang dapat diambil dari makna ayat. Pelajaran dari ayat dapat membantu memahami arti dari ayat-ayat Al-Qur'an dan dapat digunakan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Allah dalam Perang Badar
Peran Allah dalam Perang Badar adalah sebagai penolong dan pemberi kemenangan kepada orang-orang beriman. Allah telah menurunkan ayat-ayat Al-Qur'an yang membantu memenangkan perang dan memberikan kemenangan kepada orang-orang beriman.
Peran Rasul dalam Perang Badar
Peran Rasul dalam Perang Badar adalah sebagai pemimpin dan penyeru kebenaran. Rasul telah menyeru kebenaran dan memimpin orang-orang beriman dalam perang.
Peran Orang-orang Beriman dalam Perang Badar
Peran orang-orang beriman dalam Perang Badar adalah sebagai penyerang dan memenangkan perang. Mereka telah menyerang musuh dan memenangkan perang dengan bantuan Allah.
Peran Musuh dalam Perang Badar
Peran musuh dalam Perang Badar adalah sebagai lawan dan musuh Allah. Mereka telah menentang kebenaran dan memerangi orang-orang beriman.
Kesimpulan
Kesimpulan dari ayat-ayat Al-Qur'an dalam Surat Al-Anfâl adalah bahwa Allah adalah penolong dan pemberi kemenangan kepada orang-orang beriman. Rasul adalah pemimpin dan penyeru kebenaran, sedangkan orang-orang beriman adalah penyerang dan memenangkan perang. Musuh adalah lawan dan musuh Allah yang menentang kebenaran dan memerangi orang-orang beriman.
Hukum Harta Rampasan Perang
Hukum harta rampasan perang adalah aturan yang digunakan untuk membagi harta rampasan perang. Dalam Al-Qur'an, harta rampasan perang dibagi menjadi lima bagian: seperlima bagian untuk Allah dan Rasul, seperlima bagian untuk kerabat Rasul, seperlima bagian untuk anak-anak yatim, seperlima bagian untuk fakir miskin, dan seperlima bagian untuk ibn al-sabîl.
Peran Allah dalam Hukum Harta Rampasan Perang
Peran Allah dalam hukum harta rampasan perang adalah sebagai penentu dan pemberi aturan. Allah telah menurunkan ayat-ayat Al-Qur'an yang membantu membagi harta rampasan perang dengan adil.
Peran Rasul dalam Hukum Harta Rampasan Perang
Peran Rasul dalam hukum harta rampasan perang adalah sebagai pemimpin dan penjelas. Rasul telah menjelaskan hukum harta rampasan perang kepada orang-orang beriman.
Peran Orang-orang Beriman dalam Hukum Harta Rampasan Perang
Peran orang-orang beriman dalam hukum harta rampasan perang adalah sebagai penerima dan membagi harta rampasan perang. Mereka telah menerima harta rampasan perang dan membaginya dengan adil.
Kesimpulan
Kesimpulan dari ayat-ayat Al-Qur'an dalam Surat Al-Anfâl adalah bahwa Allah adalah penentu dan pemberi aturan dalam hukum harta rampasan perang. Rasul adalah pemimpin dan penjelas, sedangkan orang-orang beriman adalah penerima dan membagi harta rampasan perang dengan adil.
Peran Allah dalam Perang
Peran Allah dalam perang adalah sebagai penolong dan pemberi kemenangan kepada orang-orang beriman. Allah telah menurunkan ayat-ayat Al-Qur'an yang membantu memenangkan perang dan memberikan kemenangan kepada orang-orang beriman.
Peran Rasul dalam Perang
Peran Rasul dalam perang adalah sebagai pemimpin dan penyeru kebenaran. Rasul telah menyeru kebenaran dan memimpin orang-orang beriman dalam perang.
Peran Orang-orang Beriman dalam Perang
Peran orang-orang beriman dalam perang adalah sebagai penyerang dan memenangkan perang. Mereka telah menyerang musuh dan memenangkan perang dengan bantuan Allah.
Peran Musuh dalam Perang
Peran musuh dalam perang adalah sebagai lawan dan musuh Allah. Mereka telah menentang kebenaran dan memerangi orang-orang beriman.
Kesimpulan
Kesimpulan dari ayat-ayat Al-Qur'an dalam Surat Al-Anfâl adalah bahwa Allah adalah penolong dan pemberi kemenangan kepada orang-orang beriman. Rasul adalah pemimpin dan penyeru kebenaran, sedangkan orang-orang beriman adalah penyerang dan memenangkan perang. Musuh adalah lawan dan musuh Allah yang menentang kebenaran dan memerangi orang-orang beriman.
Hukum Perang
Hukum perang adalah aturan yang digunakan untuk memenangkan perang. Dalam Al-Qur'an, hukum perang adalah untuk memenangkan kebenaran dan menghancurkan kebatilan.
Peran Allah dalam Hukum Perang
Peran Allah dalam hukum perang adalah sebagai penentu dan pemberi aturan. Allah telah menurunkan ayat-ayat Al-Qur'an yang membantu memenangkan perang dan memberikan kemenangan kepada orang-orang beriman.
Peran Rasul dalam Hukum Perang
Peran Rasul dalam hukum perang adalah sebagai pemimpin dan penjelas. Rasul telah menjelaskan hukum perang kepada orang-orang beriman.
Peran Orang-orang Beriman dalam Hukum Perang
Peran orang-orang beriman dalam hukum perang adalah sebagai penyerang dan memenangkan perang. Mereka telah menyerang musuh dan memenangkan perang dengan bantuan Allah.
Kesimpulan
Kesimpulan dari ayat-ayat Al-Qur'an dalam Surat Al-Anfâl adalah bahwa Allah adalah penentu dan pemberi aturan dalam hukum perang. Rasul adalah pemimpin dan penjelas, sedangkan orang-orang beriman adalah penyerang dan memenangkan perang dengan bantuan Allah.
Peran Allah dalam Perang Badar
Peran Allah dalam Perang Badar adalah sebagai penolong dan pemberi kemenangan kepada orang-orang beriman. Allah telah menurunkan ayat-ayat Al-Qur'an yang membantu memenangkan perang dan memberikan kemenangan kepada orang-orang beriman.
Peran Rasul dalam Perang Badar
Peran Rasul dalam Perang Badar adalah sebagai pemimpin dan penyeru kebenaran. Rasul telah menyeru kebenaran dan memimpin orang-orang beriman dalam perang.
Peran Orang-orang Beriman dalam Perang Badar
Peran orang-orang beriman dalam Perang Badar adalah sebagai penyerang dan memenangkan perang. Mereka telah menyerang musuh dan memenangkan perang dengan bantuan Allah.
Peran Musuh dalam Perang Badar
Peran musuh dalam Perang Badar adalah sebagai lawan dan musuh Allah. Mereka telah menentang kebenaran dan memerangi orang-orang beriman.
Kesimpulan
Kesimpulan dari ayat-ayat Al-Qur'an dalam Surat Al-Anfâl adalah bahwa Allah adalah penolong dan pemberi kemenangan kepada orang-orang beriman. Rasul adalah pemimpin dan penyeru kebenaran, sedangkan orang-orang beriman adalah penyerang dan memenangkan perang. Musuh adalah lawan dan musuh Allah yang menentang kebenaran dan memerangi orang-orang beriman.
Hukum Perang Badar
Hukum Perang Badar adalah aturan yang digunakan untuk memenangkan perang. Dalam Al-Qur'an, hukum Perang Badar adalah untuk memenangkan kebenaran dan menghancurkan kebatilan.
Peran Allah dalam Hukum Perang Badar
Peran Allah dalam hukum Perang Badar adalah sebagai penentu dan pemberi aturan. Allah telah menurunkan ayat-ayat Al-Qur'an yang membantu memenangkan perang dan memberikan kemenangan kepada orang-orang beriman.
Peran Rasul dalam Hukum Perang Badar
Peran Rasul dalam hukum Perang Badar adalah sebagai pemimpin dan penjelas. Rasul telah menjelaskan hukum Perang Badar kepada orang-orang beriman.
Peran Orang-orang Beriman dalam Hukum Perang Badar
Peran orang-orang beriman dalam hukum Perang Badar adalah sebagai penyerang dan memenangkan perang. Mereka telah menyerang musuh dan memenangkan perang dengan bantuan Allah.
Kesimpulan
Kesimpulan dari ayat-ayat Al-Qur'an dalam Surat Al-Anfâl adalah bahwa Allah adalah penentu dan pemberi aturan dalam hukum Perang Badar. Rasul adalah pemimpin dan penjelas, sedangkan orang-orang beriman adalah penyerang dan memenangkan perang dengan bantuan Allah.
Peran Allah dalam Perang Melawan Musuh
Peran Allah dalam perang melawan musuh adalah sebagai penolong dan pemberi kemenangan kepada orang-orang beriman. Allah telah menurunkan ayat-ayat Al-Qur'an yang membantu memenangkan perang dan memberikan kemenangan kepada orang-orang beriman.
Peran Rasul dalam Perang Melawan Musuh
Peran Rasul dalam perang melawan musuh adalah sebagai pemimpin dan penyeru kebenaran. Rasul telah menyeru kebenaran dan memimpin orang-orang beriman dalam perang.
Peran Orang-orang Beriman dalam Perang Melawan Musuh
Peran orang-orang beriman dalam perang melawan musuh adalah sebagai penyerang dan memenangkan perang. Mereka telah menyerang musuh dan memenangkan perang dengan bantuan Allah.
Peran Musuh dalam Perang Melawan Musuh
Peran musuh dalam perang melawan musuh adalah sebagai lawan dan musuh Allah. Mereka telah menentang kebenaran dan memerangi orang-orang beriman.
Kesimpulan
Kesimpulan dari ayat-ayat Al-Qur'an dalam Surat Al-Anfâl adalah bahwa Allah adalah penolong dan pemberi kemenangan kepada orang-orang beriman. Rasul adalah pemimpin dan penyeru kebenaran, sedangkan orang-orang beriman adalah penyerang dan memenangkan perang. Musuh adalah lawan dan musuh Allah yang menentang kebenaran dan memerangi orang-orang beriman.
Hukum Perang Melawan Musuh
Hukum perang melawan musuh adalah aturan yang digunakan untuk memenangkan perang. Dalam Al-Qur'an, hukum perang melawan musuh adalah untuk memenangkan kebenaran dan menghancurkan kebatilan.
Peran Allah dalam Hukum Perang Melawan Musuh
Peran Allah dalam hukum perang melawan musuh adalah sebagai penentu dan pemberi aturan. Allah telah menurunkan ayat-ayat Al-Qur'an yang membantu memenangkan perang dan memberikan kemenangan kepada orang-orang beriman.
Peran Rasul dalam Hukum Perang Melawan Musuh
Peran Rasul dalam hukum perang melawan musuh adalah sebagai pemimpin dan penjelas. Rasul telah menjelaskan hukum perang melawan musuh kepada orang-orang beriman.
Peran Orang-orang Beriman dalam Hukum Perang Melawan Musuh
Peran orang-orang beriman dalam hukum perang melawan musuh adalah sebagai penyerang dan memenangkan perang. Mereka telah menyerang musuh dan memenangkan perang dengan bantuan Allah.
Kesimpulan
Kesimpulan dari ayat-ayat Al-Qur'an dalam Surat Al-Anfâl adalah bahwa Allah adalah penentu dan pemberi aturan dalam hukum perang melawan musuh. Rasul adalah pemimpin dan penjelas, sedangkan orang-orang beriman adalah penyerang dan memenangkan perang dengan bantuan Allah.
Peran Allah dalam Perang Badar Melawan Musuh
Peran Allah dalam perang Badar melawan musuh adalah sebagai penolong dan pemberi kemenangan kepada orang-orang beriman. Allah telah menurunkan ayat-ayat Al-Qur'an yang membantu memenangkan perang dan memberikan kemenangan kepada orang-orang beriman.
Peran Rasul dalam Perang Badar Melawan Musuh
Peran Rasul dalam perang Badar melawan musuh adalah sebagai pemimpin dan penyeru kebenaran. Rasul telah menyeru kebenaran dan memimpin orang-orang beriman dalam perang.
Peran Orang-orang Beriman dalam Perang Badar Melawan Musuh
Peran orang-orang beriman dalam perang Badar melawan musuh adalah sebagai penyerang dan memenangkan perang. Mereka telah menyerang musuh dan memenangkan perang dengan bantuan Allah.
Peran Musuh dalam Perang Badar Melawan Musuh
Peran musuh dalam perang Badar melawan musuh adalah sebagai lawan dan musuh Allah. Mereka telah menentang kebenaran dan memerangi orang-orang beriman.
Kesimpulan
Kesimpulan dari ayat-ayat Al-Qur'an dalam Surat Al-Anfâl adalah bahwa Allah adalah penolong dan pemberi kemenangan kepada orang-orang beriman. Rasul adalah pemimpin dan penyeru kebenaran, sedangkan orang-orang beriman adalah penyerang dan memenangkan perang. Musuh adalah lawan dan musuh Allah yang menentang kebenaran dan memerangi orang-orang beriman.
Hukum Perang Badar Melawan Musuh
Hukum perang Badar melawan musuh adalah aturan yang digunakan untuk memenangkan perang. Dalam Al-Qur'an, hukum perang Badar melawan musuh adalah untuk memenangkan kebenaran dan menghancurkan kebatilan.
Peran Allah dalam Hukum Perang Badar Melawan Musuh
Peran Allah dalam hukum perang Badar melawan musuh adalah sebagai penentu dan pemberi aturan. Allah telah menurunkan ayat-ayat Al-Qur'an yang membantu memenangkan perang dan memberikan kemenangan kepada orang-orang beriman.
Peran Rasul dalam Hukum Perang Badar Melawan Musuh
Peran Rasul dalam hukum perang Badar melawan musuh adalah sebagai pemimpin dan penjelas. Rasul telah menjelaskan hukum perang Badar melawan musuh kepada orang-orang beriman.
Peran Orang-orang Beriman dalam Hukum Perang Badar Melawan Musuh
Peran orang-orang beriman dalam hukum perang Badar melawan musuh adalah sebagai penyerang dan memenangkan perang. Mereka telah menyerang musuh dan memenangkan perang dengan bantuan Allah.
Kesimpulan
Kesimpulan dari ayat-ayat Al-Qur'an dalam Surat Al-Anfâl adalah bahwa Allah adalah penentu dan pemberi aturan dalam hukum perang Badar melawan musuh. Rasul adalah pemimpin dan penjelas, sedangkan orang-orang beriman adalah penyerang dan memenangkan perang dengan bantuan Allah.
Peran Allah dalam Perang Melawan Musuh
Peran Allah dalam perang melawan musuh adalah sebagai penolong dan pemberi kemenangan kepada orang-orang beriman. Allah telah menurunkan ayat-ayat Al-Qur'an yang membantu memenangkan perang dan memberikan kemenangan kepada orang-orang beriman.
Peran Rasul dalam Perang Melawan Musuh
Peran Rasul dalam perang melawan musuh adalah sebagai pemimpin dan penyeru kebenaran. Rasul telah menyeru kebenaran dan memimpin orang-orang beriman dalam perang.
Peran Orang-orang Beriman dalam Perang Melawan Musuh
Peran orang-orang beriman dalam perang melawan musuh adalah sebagai penyerang dan memenangkan perang. Mereka telah menyerang musuh dan memenangkan perang dengan bantuan Allah.
Peran Musuh dalam Perang Melawan Musuh
Peran musuh dalam perang melawan musuh adalah sebagai lawan dan musuh Allah. Mereka telah menentang kebenaran dan memerangi orang-orang beriman.
Kesimpulan
Kesimpulan dari ayat-ayat Al-Qur'an dalam Surat Al-Anfâl adalah bahwa Allah adalah penolong dan pemberi kemenangan kepada orang-orang beriman. Rasul adalah pemimpin dan penyeru kebenaran, sedangkan orang-orang beriman adalah penyerang dan memenangkan perang. Musuh adalah lawan dan musuh Allah yang menentang kebenaran dan memer
Makna Ayat
8|61|Apabila musuh-musuh kalian itu cenderung untuk berdamai dan ingin mengakhiri perang, maka sambutlah kemauan mereka itu, wahai Rasul. Karena perang bukan semata-mata sebagai tujuan bagimu, tapi engkau berperang sebagai alasan membela diri dari serangan musuh dan mereka yang merintangi dakwah. Maka terimalah usul perdamaian dari mereka dan bertawakallah kepada Allah, dan jangan engkau mengkhawatirkan rencana jahat, tipu daya dan makar mereka. Allah Maha Mendengar apa yang mereka rundingkan, Mahatahu apa yang mereka rencanakan dan tidak ada sesuatu pun samar dalam pandangan Tuhan(1). (1) Ini konsep teori yang amat penting dalam Islam. Islam agama perdamaian. Beberapa dekade akhir-akhir ini, banyak sekali yang meneriakkan jargon-jargon perdamaian, meskipun sebagian ada yang berupa perdamaian yang semu. Prinsip perdamaian inilah yang barangkali mengilhami berdirinya organisasi-organisasi dunia semacam PBB.
8|62|Apabila usulan damai mereka itu ternyata hanya siasat, tipu daya dan makar, niscaya Allah akan melindungi dirimu dari perbuatan mereka dengan berbagai bentuk. Sebelum itu Allah telah menguatkan dirimu dengan pertolongan-Nya, dengan mempersiapkan faktor-faktor yang tersurat dan tersirat, demi meneguhkan hati orang-orang yang beriman dari kalangan Muhâjirîn dan Anshâr.
8|63|Allah telah menyatukan kedua kelompok itu dalam satu ikatan saling mencinta dan menyayangi, setelah sebelumnya mereka saling bermusuhan dan terpecah belah. Mereka semua kini berada di belakangmu, membela dirimu dengan taruhan harta dan jiwa demi misi dakwahmu. Dan andaikata engkau belanjakan segala yang ada di bumi berupa kekayaan dan sumber daya yang terkandung di dalamnya, dengan maksud menyatukan mereka, sungguh engkau tidak akan dapat melakukannya. Karena yang menguasai hati mereka itu hanyalah Allah. Dialah yang menunjuki mereka ke jalan keimanan, cinta kasih dan persaudaraan. Allah Mahaperkasa, Maha Penyayang dan Mahaagung. Dialah yang memelihara segala urusan manusia untuk kemaslahatan mereka.
8|64|Wahai Nabi, cukuplah Allah sebagai Penolong dan Pelindung bagi dirimumu, dan bagi pengikut- pengikutmu yang beriman.
8|65|Wahai Muhammad, perintahkanlah orang-orang yang beriman untuk berperang demi menjunjung tinggi kalimat Allah. Gembirakanlah hati mereka dengan kebaikan-kebaikan dunia dan akhirat di balik peperangan itu. Jika demikian, Kami akan menguatkan jiwa mereka. Apabila ada dua puluh orang prajurit dari kalian yang teguh iman mereka, memiliki jiwa kesabaran dan ketaatan, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus pasukan musuh dari orang-orang kafir. Yang demikian itu karena mereka tidak memahami hakikat-hakikat persoalan. Mereka tidak memiliki keimanan, kesabaran jiwa dan keinginan untuk mendapatkan pahala.
8|66|Wahai orang-orang yang beriman, merupakan suatu kewajiban bagi kalian untuk menghadapi musuh yang kekuatannya seimbang dengan kalian. Tetapi pada saat kalian lemah seperti ini, Allah memberikan keringanan bagi kalian untuk bersabar di depan musuh yang kekuatannya dua kali lebih besar dari kekuatan kalian. Allah mengetahui kelemahan yang ada pada diri kalian yang menginginkan kemudahan, keringanan setelah kebesaran Islam menjadi nyata bagi orang-orang kafir. Apabila kalian berjumlah seratus orang pejuang yang sabar, maka jumlah itu akan dapat mengalahkan dua ratus pasukan kafir, dan seribu pasukan kalian akan dapat mengalahkan dua ribu orang kafir dengan perkenaan Allah. Allah bersama orang-orang yang sabar dengan dukungan dan pertolongan-Nya(1). (1) Ayat di atas menjelaskan peran strategis keimanan dan kekuatan akidah dalam perang. Bagi orang-orang yang memiliki kekuatan spiritual dan keyakinan yang tinggi, berapa jumlah musuh tidak menjadi soal. Hal ini sudah dimaklumi dalam berbagai peperangan sepanjang sejarah. Tidak terhitung lagi berapa banyak pasukan kecil yang berkeyakinan kuat mampu meluluhlantakkan kekuatan yang jauh lebih besar tapi tidak memiliki kekuatan batin. Di bagian lain, ayat tersebut menjelaskan pentingnya peranan pemimpin pasukan di tengah-tengah medan laga, antara lain mengatur pasukan, membagi kekuatan dan memberi sugesti, termasuk di dalamnya memberi teladan yang baik bagi pasukan, menjelaskan taktik perang dan lain sebagainya.
8|67|Tidak seorang pun dari para nabi diperbolehkan untuk memiliki dan menahan para tawanan atau mengambil harta tebusan dari mereka. Tidak pula mereka diperbolehkan mengampuni para tawanan itu sehingga kalian menang dan melumpuhkan musuh-musuh agar mereka tak mampu melanjutkan peperangan lagi. Tapi kalian, wahai orang-orang Muslim, begitu tergesa-gesa mengambil tawanan sebelum kalian benar-benar menang pada pertempuran di Badar. Kalian lebih mendahulukan kepentingan- kepentingan duniawi, sedangkan Allah menginginkan kalian mendapatkan kebahagiaan akhirat, melalui usaha menjunjung tinggi kebenaran dan memalingkan diri dari kesenangan-kesenangan dunia. Allah Mahakuat, Mahakuasa, Maha Memelihara segala urusan dengan mempertimbangkan kebaikan.
8|68|Kalau bukan karena ketetapan azali Allah untuk memaafkan mujtahid yang salah, niscaya kalian akan mendapatkan azab oleh tindakan kalian yang ceroboh.
8|69|Makanlah dari apa yang kalian dapatkan dari harta rampasan berupa bahan-bahan makanan. Itu semua halal hukumnya, bukan pekerjaan yang kotor. Bertakwalah kepada Allah dalam segala urusanmu, ampunan dan rahmat Allah sungguh amat besar bagi hamba-hamba yang kembali memohon ampunan kepada-Nya, sebagaimana Dia kehendaki.
8|70|Wahai Nabi, katakanlah kepada para tawanan yang berada di tanganmu, Apabila ada niat baik di hati kalian yang Allah pasti mengetahuinya, kalian akan diberi kebaikan yang lebih utama dari yang telah diambil orang-orang Mukmin dari kalian. Allah juga akan mengampuni dosa-dosa syirik dan keburukan-keburukan masa lalu. Ampunan dan rahmat Allah amat luas bagi orang-orang yang tobat dari kekafiran dan dosanya.
8|71|Apabila mereka bermaksud mengkhianatimu seperti yang pernah dilakukan sebagian dari mereka-- dengan memperlihatkan kecondongan mereka pada Islam, tetapi merahasiakan maksud tersembunyi dalam hati mereka untuk mengelabuhi kamu--maka janganlah kamu berputus asa. Allah berjanji akan memenangkanmu. Sebelumnya mereka telah bermaksud mengelabuhi Allah dengan jalan menyekutukan Dia dan mengingkari nikmat-Nya. Allah telah memenangkanmu dalam pertempuan di Badar meskipun jauhnya perbedaan jumlah pasukanmu dengan pasukan mereka. Tapi Allah Mahakuat, Mahaunggul, berbuat sesuai dengan hikmah-Nya, dan telah memenangkan hamba-hamba-Nya yang beriman.
8|72|Orang-orang yang percaya pada kebenaran dan tunduk kepada hukum Tuhan lalu berhijrah dari Makkah, berjihad dengan taruhan jiwa dan harta yang berlindung dalam keterasingan, membantu Rasulullah memerangi musuh-musuhnya dan memusuhi orang-orang yang menentangnya, adalah penolong bagi saudara-saudara mereka demi tujuan menegakkan kebenaran dan menjunjung tinggi kalimat Allah. Sementara yang enggan berhijrah, mereka tidak memiliki hubungan perwalian dengan orang-orang beriman, kecuali jika mereka merubah niat dan pendirian mereka, lalu berhijrah. Meskipun begitu, apabila mereka meminta bantuan untuk mengalahkan kaum yang menindas mereka karena alasan-alasan keagamaan, maka berikanlah pertolongan. Tetapi, jika mereka meminta bantuan untuk memerangi orang-orang yang terikat perjanjian dengan kalian, maka jangan ikuti permintaan mereka. Allah Maha Melihat, Mahateliti segala yang kalian lakukan dan tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan Allah. Berhentilah pada batasan-batasan hukum Allah, agar kalian tidak terjerumus dalam jurang siksa-Nya.
8|73|Orang-orang yang kafir, masing-masing menjadi pelindung bagi yang lain. Mereka saling menolong dalam kebatilan dan dalam memusuhi kalian. Maka janganlah kalian tunduk kepada mereka. Apabila kalian melanggarnya dan tunduk kepada mereka, maka akan terjadi fitnah bencana dalam barisan kalian dan kerusakan yang besar di dunia.
8|74|Orang-orang yang beriman dan berhijrah di jalan Allah serta memberi tempat kepada mereka dan menolong kebenaran dan kalimat Allah, adalah orang-orang yang benar-benar beriman. Allah mengampuni mereka dan memberikan bagi mereka rezeki yang besar di dunia dan akhirat.
8|75|Orang-orang yang beriman belakangan, dan akhirnya berhijrah serta berjihad bersama dengan orang-orang yang sebelumnya, adalah golongan kalian, wahai orang-orang Muhâjirîn dan Anshâr. Mereka memiliki kewenangan dan hak-hak yang sama dengan yang kalian miliki. Dan kerabat karib dari golongan Mukmin, di samping memiliki hubungan seiman dan seagama, juga memiliki hubungan kerabat. Sebagian dari mereka lebih utama daripada sebagian yang lain dalam kasih sayang, harta, pertolongan dan dukungan. Allah telah menjelaskan itu semua dalam Kitab-Nya, dan Maha Mengetahui atas segala sesuatu.
Surat At-Tawbah (Pengampunan)
9|1|Surat At-Tawbah (Pengampunan)
Pendahuluan: Madaniyyah, 129 ayat ~ Surat yang termasuk kelompok Madaniyyah ini berisikan 129 ayat dan diturunkan di Madinah pada tahun 9 Hijriyah. Surat ini dibacakan oleh 'Aliy ibn Abî Thâlib kepada orang-orang Muslim pada musim haji. Saat itu, yang menjadi Amirulhaj (Amîr-u-'l-Hajj, Amîr al-Hajj) adalah Abû Bakr al-Shiddîq r. a. . Surat ini diawali dengan pernyataan bahwa Allah tidak bertanggung jawab atas orang-orang musyrik. Oleh karena itu, surat ini juga dinamakan surat Barâ'ah (Berlepas Tangan). Setelah itu disebutkan tentang keutamaan bulan-bulan suci, perjanjian dengan orang musyrik, dan kewajiban memenuhi perjanjian itu selama mereka tidak melanggarnya. Tetapi, jika mereka melanggar perjanjian, mereka harus diperangi. Disebutkan pula bahwa inti kedekatan kepada Allah adalah beriman kepada-Nya. Maka, keimanan seseorang tidak akan sempurna kecuali apabila Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari segalanya. Dalam surat ini, Allah memperingatkan bahwa kebanggaan kepada kekuatan fisik akan menjauhkan kemenangan seraya menunjukkan bukti keadaan orang-orang Muslim pada perang Hunain. Juga terdapat larangan terhadap orang-orang musyrik untuk memasuki al-Masjid al-Haram dengan alasan bahwa mereka adalah najis. Selain itu, dalam surat ini terdapat pula keterangan mengenai kewajiban memerangi orang-orang Yahudi dan Nasrani sampai mereka memberikan jizyah secara sukarela, keterangan tentang jumlah bulan- bulan suci, kewajiban berperang setiap kali ada seruan untuk itu tanpa menunda-nunda. Juga terdapat isyarat tentang orang-orang yang tidak mau berperang dan orang-orang cacat dalam kaitannya dengan masalah perang ini, di samping keterangan mengenai keadaan orang-orang munafik yang menyebarkan fitnah pada saat turunnya perintah untuk berperang. Perlakuan orang-orang munafik terhadap orang-orang Mukmin dalam keadaan damai dan perang, juga disebut dalam surat ini. Di samping itu, juga disebutkan hukuman yang pasti diberikan kepada orang-orang munafik, yaitu bahwa Rasulullah saw. tidak boleh melakukan salat atas jenazah seseorang pun dari kalangan orang-orang munafik. Disebutkan pula pernyataaan tentang alasan yang membolehkan untuk tidak berjihad, keterangan tentang keadaan orang-orang A'râb (Arab Badui) yang berpura-pura masuk atau tunduk kepada agama Islam setelah tampak bahwa kekuatan berada pada pihak Islam, di samping keterangan bahwa mereka tinggal di sekitar Madinah atau di dekatnya. Setelah itu disebutkan pula tingkat keimanan manusia, informasi tentang Masjid Dlirâr yang didirikan oleh orang-orang munafik untuk menyaingi masjid yang didirikan oleh Rasulullah saw., tentang ciri-ciri orang-orang Mukmin yang benar-benar beriman, tentang pertobatan orang-orang yang pernah meninggalkan Rasulullah saw. dan pengabulan pertobatan mereka. Diterangkan pula, dalam surat ini, keadaan manusia dalam menerima ayat-ayat al-Qur'ân pada saat diturunkan. Surat ini ditutup dengan pernyataan bahwa Allah telah memilih Muhammad saw. untuk membawa pesan-pesan suci-Nya dan tidak menghendaki adanya pembangkangan orang terhadap rasul yang diutus kepada mereka. Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang terhadap mereka, dan cukuplah Allah sebagai penolong bagi Rasul apabila mereka menolak ajakannya.
Perjanjian dengan Orang Musyrik
9|2|Kalian, orang-orang musyrik, akan mendapat perlindungan selama empat bulan dari saat pelepasan tanggung jawab itu. Kalian dapat berpindah-pindah sekehendak kalian. Ketahuilah bahwa kalian berada di bawah kekuasaan Allah di mana pun kalian berada. Kalian tidak dapat melemahkan-Nya. Dan Allah menentukan kehinaan bagi orang-orang yang membangkang.
9|3|Allah dan Rasul-Nya memberitahukan kepada seluruh manusia di saat mereka berkumpul pada haji akbar, bahwa Allah dan Rasul-Nya berlepas tanggung jawab dari perjanjian orang-orang musyrik yang selalu berkhianat. Oleh karena itu, wahai orang-orang musyrik yang selalu melanggar perjanjian, apabila kalian kembali kepada Allah dari kesyirikan kalian, hal ini adalah lebih baik bagi kalian di dunia dan akhirat. Tetapi, apabila kalian membangkang dan tetap pada kesyirikan, maka ketahuilah bahwa kalian berada dalam kekuasaan Allah. Wahai Rasul, peringatkanlah semua orang kafir akan siksa yang sangat pedih.
9|4|Sedangkan orang-orang musyrik yang kalian berikan perjanjian, kemudian mereka memelihara perjanjian kalian dan tidak melanggar satu pun dari perjanjian-perjanjian itu serta tidak membantu pihak mana pun untuk memerangi kalian, maka penuhilah dan hormatilah perjanjian mereka sampai akhir masa perjanjian. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa dan memelihara perjanjian-perjanjian mereka.
9|5|Apabila masa perlindungan selama empat bulan itu telah habis, maka perangilah orang-orang musyrik yang melanggar perjanjian di mana pun berada. Tangkaplah mereka dengan kekerasan. Kepunglah mereka dari segala penjuru. Intailah mereka di semua tempat. Ap