Makna Ayat
إِنَّا أَنْذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا “Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat,” Maknanya: Kami ancam kalian dengan siksa yang dekat yaitu hari kiamat. Hari kiamat itu dekat walau pun dunia ini masih tersisa jutaan tahun lagi, sungguh ia dekat:
كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا “Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.”(QS. An-Nazi’at: 46)
Azab yang Allah jadikan sebagai ancaman bagi kita ini sangat dekat, tidak ada jarak antara seorang insan dengannya kecuali kematiannya, sedang setiap insan tidak akan tahu kapan ia akan meninggal dunia, terkadang di waktu subuh masih hidup namun di sore hari dia telah tiada, atau di sore hari masih hidup namun di pagi harinya ia telah tiada. Oleh karena itu hendaknya kita memperkuat tekad dalam perbuatan-perbuatan kita,dan mengisi kesempatan hidup ini sebelum kesempatan ini pergi.
Tafsir Ayat
يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ “pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya;” Maknanya adalah semua orang akan melihat apa-apa yang telah diperbuat kedua tangannya, yakni yang telah diperbuat di dunia, mengambil catatan amalannya dan mengetahui akhir perjalanannya:
اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu”(QS. Al-Isra: 14)
Tafsir Ayat Lain
Orang-orang kafir akan mengatakan karena saking ngerinya yang ia lihat dan yang ia saksikan berupa siksaan:
يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah” maknanya: Andai saja aku tidak diciptakan, atau andai aku tidak dibangkitkan, atau jika melihat binatang-binatang ternak yang telah Allah adili di antara mereka, kemudian Allah mengatakan: Jadilah tanah, maka binatang itu menjadi tanah, ia berangan-angan seperti binatang ternak.
Firman-Nya (tentang ucapan orang kafir): كُنْتُ تُرَابًا “aku dahulu adalah tanah” memiliki tiga kemungkinan makna:
Pertama: aduhai, andai saja aku dulu adalah tanah, tidak tercipta (menjadi manusia), karena manusia diciptakan dengan tanah.
Kedua: Aduhai, anda saja aku dulu adalah tanah sehingga tidak akan dibangkitkan, maksudnya: aku tanah diliang kubur.
Ketiga: Jika ia melihat binatang-binatang ternak yang telah Allah adili di antara mereka, Allah berkata pada mereka, jadilah tanah, maka mereka menjadi tanah, ia mengatakan: andai saja aku pun menjadi tanah seperti binatang-binatang ternak itu wallaahu A’lam.
Kesimpulan
Sampai disini selesai tafsir surat An-Naba, di dalamnya mengandung banyak peringatan, hikmah dan tanda-tanda kekuasaan Allah ‘Azza Wa Jalla, yang harus diyakini dan diimani. Kita memohon kepada Allah Agar memberikan manfaat bagi kita semua dengan kitab-Nya, dan menjadikannya sebagai peringatan bagi hati-hati kita, sebagai obat bagi apa-apa yang ada di dalam hati, sesungguhnya ia Maha Pemberi lagi Maha Mulia.