Ayat 11-14
Allah SWT mengingatkan mereka atas nikmat yang telah Dia berikan kepada mereka, yaitu rasa kantuk yang memberi mereka rasa aman dari ketakutan yang mereka alami karena banyaknya musuh mereka dan sedikitnya jumlah mereka. Demikianlah yang dilakukan Allah SWT kepada mereka pada saat perang Uhud sebagaimana Allah SWT berfirman: (Kemudian setelah kalian berduka cita Allah menurunkan kepada kalian keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kalian, sedangkan segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri) (Surah Ali Imran: 154), Abu Thalhah berkata,”Aku adalah salah orang yang menerima rasa kantuk itu pada perang Uhud, dan sungguh pedangku terjatuh berkali-kali dari tanganku. Pedangku jatuh dan aku mengambilnya, dan aku melihat mereka menelentangkan tubuh mereka, di bawah tamengnya.
Terkait Firman Allah SWT
Terkait firman Allah SWT: (dan Allah menurunkan kepada kalian hujan dari langit) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Nabi SAW ketika berangkat menuju perang Badar dan orang-orang musyrik berada di antara mereka dan mata air terdapat gundukan pasir, dan orang-orang muslim sangat lemah, lalu setan memasukkan pada hati mereka kebencian di antara mereka dan membisikkan godaan di antara mereka seraya berkata,"Kalian mengakui bahwa kalian adalah kekasih-kekasih Allah, dan di antara kalian terdapat Rasulallah, dan orang-orang musyrik bisa mengalahkan kalian dalam menguasai mata air; dan kalian shalat dalam keadaan junub" Lalu Allah menurunkan hujan yang sangat lebat kepada mereka, sehingga orang-orang muslim minum dan bersuci. Dan Allah menghilangkan godaan setan dari mereka, dan memadatkan tanah berpasir itu ketika terkena hujan, dan orang-orang dan hewan-hewan kendaraan mereka bisa berjalan. Allah memberikan bala bantuan kepada nabiNya SAW dan orang-orang mukmin dengan seribu malaikat. Malaikat Jibril bersama lima ratus malaikat di sisi satu beliau, dan di malaikat Mikail dengan lima ratus malaikat di sisi lainnya.
Pendapat yang Lebih Baik
Pendapat yang lebih baik dari ini adalah apa yang diriwayatkan oleh Imam Muhammad bin Ishaq bin Yasar, penulis kitab Al-Magazi; telah bercerita kepadaku Yazid bin Ruman, dari Urwah bin Az-Zubair, dia berkata,”Allah menurunkan hujan dari langit dan lembah itu dalam keadaan kering. Lalu Rasulullah SAW dan para sahabat beliau diguyur hujan yang tanah mereka menjadi padat dan tidak menghalangi mereka untuk berjalan. Dan orang-orang musyrik itu ditimpa sesuatu yang membuat mereka kesulitan bergerak.
Mujahid
Mujahid berkata bahwa Allah menurunkan hujan kepada orang-orang muslim sebelum rasa kantuk menyerang mereka. Dengan hujan itu, debunya menghilang, tanahnya mengeras, hati mereka menjadi senang dan kaki mereka menjadi kokoh.
Firman Allah
Firman Allah: (untuk menyucikan kalian dengan hujan itu) yaitu dari hadas kecil atau hadas besar, itu adalah penyucian bagian luar (dan menghilangkan dari kalian gangguan-gangguan setan) yaitu dari bisikan dan gangguannya yang buruk, dan ini merupakan penyucian batin. Sebagaimana Allah SWT berfirman tentang hak penduduk surga: (Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak) (Surah Al-Insan:21) Ini merupakan perhiasan bagian luar (dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih) (Surah Al-Insan: 21) yaitu menyucikan apa yang ada pada mereka berupa kebencian, kedengkian, atau permusuhan, dan itu merupakan, perhiasan batin dan penyuciannya (dan untuk menguatkan hati kalian) yaitu dengan kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi musuh. Hal ini merupakan keberanian batin (dan untuk memperteguh dengannya telapak kaki(kalian)) Ini merupakan keberanian bagian luar, Hanya Allah yang lebih mengetahui.
Firman Allah SWT
Firman Allah SWT: (Ingatlah) ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku bersama kalian, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman”) Ini merupakan nikmat tersembunyi yang ditampakkan Allah kepada mereka agar mereka bersyukur atas itu, yaitu bahwa Allah SWT memerintahkan para malaikat yang Dia turunkan untuk menolong NabiNya, agamaNya, dan tentaraNya yaitu, orang-orang mukmin, Dia menitipkan sesuatu antara Dia dan mereka untuk agar orang-orang yang beriman memperteguh mereka.
Firman Allah
Firman Allah: (Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang yang kafir) yaitu teguhkanlah dan kuatkanlah jiwa kalian wahai orang-orang mukmin atas musuh-musuh kalian, yang mana itu merupakan perintahKu kepada kalian. Aku akan menimpakan ketakutan, kehinaan, dan kerendahan kepada orang-orang yang menentang perintahKu dan mendustakan RasulKu (maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka) yaitu penggallah kepala mereka lalu belahlah, penggallah leher mereka dan putuskanlah, serta tebaslah jari-jari tangan dan kaki mereka.
Makna Firman Allah
Para mufasir berbeda pendapat tentang makna: (bagian atas lehernya) Dikatakan bahwa maknanya adalah pukullah kepala mereka. Pendapat ini dikatakan oleh Ikrimah.
Dikatakan bahwa makna “di atas leher” adalah batang leher. Pendapat ini dikatakan oleh Adh-Dhahhak dan ‘Athiyyah Al-Aufi. Pengertian ini diperkuat bahwa Allah SWT membimbing orang-orang mukmin dalam firmanNya: (Apabila kalian bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang), maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kalian telah mengalahkan mereka, maka tawanlah mereka) (Surah Muhammad: 4)
Firman Allah SWT: (dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka) Ibnu Jarir berkata bahwa maknanya adalah pukullah musuh kalian wahai orang-orang mukmin di setiap ujung dan sendi jari-jari tangan dan kaki mereka. dan “Al-banan” adalah bentuk jamak dari “banaanah", sebagaimana seorang penyair berkata:
Aduhai, seandainya saja sebuah jariku terputus, dan aku menjumpainya dalam rumah itu dalam keadaan terjaga dan waspada. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka) yaitu “Al-Banan” adalah pada ujung jari mereka. Demikian juga dikatakan oleh Adh-Dhahhak dan Ibnu Juraij. As-Suddi berkata bahwa “al-banan” adalah ujung jari, Dikatakan juga yaitu setiap persendian. Ikrimah, ‘Athiyah Al-Aufi, dan Adh-Dhahhak berkata dalam riwayat,"Setiap persendian." Oleh karena itu Allah SWT berfirman: ((Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya) yaitu mereka menentang keduanya, sehingga mereka berjalan dalam keadaan membangkang, meninggalkan syariat, keimanan dan tidak mengikutinya dalam keadaan membangkang. Hal itu juga diambil dari kata “syaqqul ‘asha” yaitu membelahnya menjadi dua. (Dan barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya) yaitu Dia adalah yang menuntut atas orang yang menentang dan membangkang terhadapNya. Tidak ada sesuatu pun yang luput dariNya, dan tidak ada yang dapat bertahan terhadap murkaNya. Maha suci dan Maha tinggi Allah, tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia. (Itulah (hukuman dunia yang ditimpakan atas kalian), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang yang kafir itu ada (lagi) azab neraka (14)) Ini ditujukan untuk orang-orang kafir yaitu rasakanlah siksa dan hukuman dunia ini; dan ketahuilah juga bahwa bagi orang-orang kafir itu azab neraka di akhirat.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.