Makna Ayat
Allah SWT memberitahukan bahwa mereka adalah orang yang layak untuk ditimpa azab oleh Allah, tetapi azab tidak ditimpakan kepada mereka berkat keberadaan Rasulullah SAW di antara mereka. Karena itu, ketika Rasulullah SAW pergi dari kalangan mereka, maka Allah menimpakan siksaan-Nya kepada mereka dalam Perang Badar, sehingga banyak di antara pendekar mereka yang gugur dan orang-orang hartawannya menjadi tahanan perang. Dan Allah memberikan petunjuk-Nya kepada mereka untuk meminta ampun kepada-Nya dari segala dosa yang selama itu mereka kerjakan, yaitu kemusyrikan dan kerusakan.
Pendapat Para Ulama
Qatadah dan As-Saddi serta selain keduanya mengatakan bahwa kaum itu (orang-orang musyrik) tidak beristigfar. Seandainya mereka beristigfar, niscaya mereka tidak akan disiksa. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir. Dia mengatakan, seandainya di kalangan mereka tidak terdapat kaum duafa dari kalangan kaum mukmin yang senantiasa memohon ampun, niscaya siksaan Allah akan menimpa mereka tanpa dapat dielakkan lagi. Tetapi siksaan itu tertolak berkat keberadaan kaum duafa dari kalangan kaum mukmin.
Ayat Al-Qur'an
{#Orang-orang yang kafir yang menghalang-halangi kalian dari (masuk) Masjidil Haram dan menghalangi hewan kurban sampai ke tempat (penyembelihan)nya. Dan kalau tidaklah karena laki-laki yang mukmin dan perempuan-perempuan yang mukmin yang tiada kalian ketahui, bahwa kalian akan membunuh mereka yang menyebabkan kalian ditimpa kesusahan tanpa pengetahuan kalian (tentulah Allah tidak akan menahan tangan kalian dari membinasakan mereka), supaya Allah memasukkan siapa yang dikehendakinya ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya mereka tidak bercampur-baur, tentulah Kami akan mengazab orang-orang kafir di antara mereka dengan azab yang pedih.#} (Al-Fath, [48:25])
Riwayat Hadis
Ibnu Jarir mengatakan telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Ya'qub, dari Ja'far ibnu Abul Mugirah, dari Ibnu Abza; ketika "Nabi SAW berada di Mekah, Allah menurunkan firman-Nya: {#Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan kamu berada di antara mereka.#} (Al-Anam, [8:33]) Tetapi setelah Nabi SAW berangkat ke Madinah, maka Allah menurunkan firman-Nya: {#Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun.#} (Al-Anam, [8:33])
Tafsir Ayat
Maksudnya, mengapa Allah tidak mengazab mereka, sedangkan mereka menghalangi manusia untuk mendatangi Masjidil Haram? Mereka menghalang-halangi orang-orang mukmin, padahal orang-orang mukmin adalah orang-orang yang berhak menguasainya dengan mengerjakan salat dan tawaf di dalamnya. Untuk itulah maka dalam ayat berikut ini disebutkan:
{وَمَا كَانُوْٓا اَوْلِيَاۤءَهٗ}
{#dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya.#} (Al-Anam, [8:34])
Yakni orang-orang musyrik itu bukanlah ahli Masjidil Haram, sesungguhnya yang ahli Masjidil Haram hanyalah Nabi SAW dan para sahabatnya.
Hadis Nabi SAW
Rasulullah SAW pernah ditanya, "Siapakah kekasih-kekasihmu?" Rasulullah SAW menjawab, "Semua orang yang bertakwa." Lalu Rasulullah SAW membacakan firman-Nya: {#Orang-orang yang berhak menguasainya hanyalah orang-orang yang bertakwa.#} (Al-Anam, [8:34])
Pendapat Para Ulama
Urwah, As-Saddi, dan Muhammad ibnu Ishaq mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Orang-orang yang berhak menguasainya hanyalah orang-orang yang bertakwa.#} (Al-Anam, [8:34]) Mereka adalah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Menurut Mujahid, mereka adalah kaum Mujahidin, siapa pun mereka adanya dan di mana pun mereka berada.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.