Surat Al-Anfal ayat 61: Ajaran-ajaran Islam begitu mulia, Islam memerintahkan kita memiliki sifat pemaaf, namun dengan memperhatikan agar kejahatan tetap diberikan hukuman yang setimpal agar tidak memunculkan kejahatan yang baru. Islam memerintahkan agar manusia selalu berbuat baik, sekalipun terhadap orang yang pernah berbuat jahat kepadanya. Islam mengajarkan manusia agar mereka banyak beribadah kepada Allah, tetapi jangan menjadi rahib yang melupakan hak diri dan orang lain. Islam memerintahkan manusia berendah hati, namun jangan melupakan harga diri. Oleh karena itu, Islam melarang bersikap lemah dan meminta damai dalam peperangan ketika belum tercapai tujuan, bahkan berdamai di saat seperti ini merupakan kelemahan dan kehinaan.
Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman:
"Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang lebih tinggi dan Allah pun bersamamu…" (Terj. Muhammad: 35)
Sesungguhnya perdamaian dalam Islam tidak ada kecuali setelah kuat dan mampu. Oleh karena itu, Allah tidak menjadikan perdamaian secara mutlak dalam semua keadaan, bahkan dengan syarat dapat menghentikan musuh dari permusuhan, dan dengan syarat tidak ada lagi kezhaliman di muka bumi serta seseorang tidak boleh dianiaya ketika menjalankan agamanya dan mendakwahkannya.
Makna Ayat
Menurut Ibnu Abbas, bahwa ayat ini dimansukh dengan ayat perang, sedangkan menurut Mujahid, bahwa ayat ini khusus Ahli Kitab karena turun berkenaan dengan Bani Quraizhah. Namun yang lain berpendapat, bahwa ayat ini berlaku pula terhadap orang-orang kafir harbi (yang memerangi). Menurut Syaikh As Sa'diy, bahwa dari ayat ini dapat diambil beberapa faedah:
Faidah-Faidah Ayat
-
Mencari keselamatan dituntut di setiap waktu, jika mereka (musuh) yang memulai maka sangat layak diterima.
-
Dapat menyegarkan kembali kekuatan kaum muslimin dan mempersiapkan diri untuk berperang pada waku yang lain jika diperlukan.
-
Jika telah mengadakan perdamaian dan satu sama lain merasa aman sehingga masing-masing pihak dapat mengenal yang lain. Karena Islam adalah tinggi dan tidak ada yang mengalahkan ketinggiannya, maka pihak lain, jika mereka memang memiliki akal dan basirah (mata hati) tentu akan mengutamakan Islam dengan memeluknya, karena ajarannya yang begitu indah. Ketika itulah banyak orang yang cinta kepadanya dan mengikutinya. Dengan demikian, perdamaian dapat membantu kaum muslimin terhadap kaum kafir.
Memang, tidak ada yang dikhawatirkan dari adanya perdamaian selain satu perkata; yaitu menipu kaum muslimin dan mereka mengambil kesempatan di sana, maka dalam ayat selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan, bahwa Dia yang akan melindungi mereka dari tipu daya mereka, dan bahwa bahayanya akan kembali kepada mereka.