Makna Ayat
Setelah Allah bersumpah dengan beberapa makhluknya akan kejadian yang akan menimpa para makhluknya tersebut mulai dari langit tatkala terbelah, bintang-bintang tatkala berjatuhan, lautan tatkala meluap, dan manusia tatkala dibangkitkan dari kuburan mereka kemudian Allah berkata bahwa semua itu agar maka setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dia lakukan selama dia hidup di dunia.
Tafsiran Makna مَّا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ
Terdapat beberapa tafsiran dari para salaf. Tafsiran pertama yaitu dia akan melihat seluruh keburukan-keburukan yang pernah dia lakukan. Ditambah dia tidak sekedar melihat dan mengetahui kembali perbuatannya dulu tetapi dia juga akan mengetahui balasan apa yang pantas dia dapatkan. Allah berfirman:
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)
(7) Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (8) Dan barang siapa yang mengerjakan keburukan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (QS Az-Zalzalah : 7-8)
Bukan hanya sekedar melihat catatan amalnya tetapi dia juga akan melihat balasannya. Jika itu adalah amalan kebaikan maka akan dibalas dengan kebaikan, jika itu amalan keburukan akan dibalas dengan keburukan.
Tafsiran Salaf
Diantara tafsiran salaf terhadap ayat ini yaitu dia akan mengetahui segala kebaikan yang pernah dia lakukan dan dia juga akan mengetahui segala keburukan yang pernah dia lakukan karena Allah akan menghadirkan di hadapannya.
Tafsiran yang lain menurut para salaf yaitu setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dia kedepankan dan apa yang telah dia akhirkan. Yang dikedepankan maksudnya adalah amalan-amalan yang dilakukan semasa hidupnya dan diakhirkan adalah amalan-amalan yang berjalan setelah dia meninggal.
Amalan yang Bisa Dikeakhirkan
Kita menginginkan pahala sebanyak-banyaknya sementara umur kita tidak cukup, kemampuan kita terbatas, dan semangat kita turun naik. Oleh karena itu, apabila punya modal maka lakukanlah amalan-amalan yang bisa terus mengalir tersebut meskipun sudah meninggal dunia.
Dosa yang Mengalir
Sebaliknya orang yang sangat menderita adalah orang yang melakukan keburukan yang dosanya mengalir. Mereka adalah orang-orang yang menyebarkan atau mengajarkan keburukan kepada orang lain. Mengajari seorang pemuda untuk minum khamr, mengajari bermain musik yang mana disepakati oleh 4 madzhab akan keharamannya, atau mengajari ilmu-ilmu kesesatan kemudian para pemuda itu terus-menerus mengamalkannya, maka orang yang mengajarinya juga akan mendapatkan dosa, bahkan ketika dia telah meninggal dunia pun jika keburukan itu masih terus dikerjakan oleh murid-muridnya tadi.
Kesimpulan
Intinya ayat ini menjelaskan bahwasanya pada hari kiamat kelak, setiap jiwa akan mengetahui secara detail seluruh apa yang dia kerjakan baik amalan kebajikan maupun amalan keburukan.