Makna Kata
Jika diperhatikan urutan serta isinya, Surat Al-Muthaffifin yang diletakkan setelah Surat At-Takwir dan Al-Infithar merupakan keindahan tersendiri dari rangkaian-rangkaian surat-surat yang terdapat dalam Al-Quran.
Makna Ayat
Surat At-Takwir berbicara tentang dahsyatnya hari kiamat secara detail, mulai dari keadaan langit pada hari kiamat kelak, keadaan bumi, keadaan lautan, dan lain sebagainya, Allah sebutkan secara detail tentang kedahsyatannya. Kemudian selanjutnya surat Al-Infithar Allah menyebutkan sebagian saja dari dahsyatnya hari kiamat lalu menyebutkan tentang celaan Allah terhadap orang yang kafir dan lupa akan nikmat Allah subhanallahu wata'ala, serta tidak terhadap hari kiamat. Di dalam Surat Al-Infithar juga disebutkan tentang dua golongan manusia yaitu Al-Abrar (orang-orang baik yang mendapatkan kenikmatan) dan Al-Fujjar (orang-orang fajir yang mendapatkan kesengsaraan).
Pelajaran dari Ayat
Sedangkan pada surat Al-Muthaffifin, Allah menyebutkan bagaimana keadaan golongan Al-Abrar dan Al-Fujjar secara detail pada hari akhirat kelak. Sehingga apabila kita merenungi tentang urutan dari surat At-Takwir kemudian Al-Infithar lalu Al-Muthaffifin akan kita dapati pengaturan yang sangat indah dari rangkaian-rangkaian surat-surat tersebut.
Status Surat Al-Muthaffifin
Surat Al-Muthaffifin diperselisihkan oleh para ulama tentang statusnya apakah dia merupakan surat makiyyah atau surat madaniyyah. Kebanyakan ulama berpendapat bahwasanya surat Al-Muthaffifin adalah surat madaniyyah. Seperti salah seorang ulama ahli tafsir dari madzhab Syafi’i Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya Tafsir Al-Quranul ‘Adzhim, beliau menjelaskan asbabun nuzul (sebab turunnya) ayat ini adalah ketika Nabi shallallahu 'alaihi wassallam berhijrah dari kota Mekah ke Madinah beliau mendapati penduduk madinah sangat buruk dalam menakar dan menimbang.
Pendapat Ulama
Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwasanya surat Al-Muthaffifin adalah surat makiyyah. Karena jika dicermati lebih lanjut tentang isi dari surat Al-Muthaffifin akan didapati konteks pembicaraannya masih ditujukan untuk orang-orang kafir Mekah yang mengingkari hari kebangkitan. Diantara ayat yang menunjukkan bahwasanya Al-Muthaffifin adalah surat makiyyah seperti dalam firman Allah :
إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ
“Yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, ‘Itu adalah dongeng-dongeng orang terdahulu’.” (QS Al-Muthaffifin : 13)
Perbandingan Dosa
Di awal surat Al-Muthaffifin Allah menyinggung salah satu keburukan yang di sepelekan oleh sebagian orang dan dianggap sebagai perkara ringan yaitu mengurangi timbangan dari yang seharusnya. Ketahuilah bahwasanya, meskipun kebanyakan manusia menganggap hal tersebut adalah perkara ringan, tetapi ini bukanlah perkara yang ringan di sisi Allah subhanallahu wata'ala karena berkaitan dengan hak orang lain.
Tafsir Kata وَيْلٌ
Terkait dengan kata وَيْلٌ , ada dua pendapat di kalangan para ahli tafsir. Pendapat yang pertama mengatakan bahwaوَيْلٌ adalah nama sebuah lembah di neraka jahannam. Ada riwayat yang menunjukkan hal ini tetapi sebagian ulama melemahkan riwayat tentang hal ini. Pendapat yang kedua mengatakan bahwa kata وَيْلٌ di kembalikan kepada ushlub bahasa arab, sehingga artinya adalah kecelakaan dan kebinasaan.
Tafsir Kata التَّطْفِيْفُ
Adapun firman Allah لِّلْمُطَفِّفِينَ, maka kata التَّطْفِيْفُ diambil dari kata الطُّفَافُ yang maknanya adalah ukuran kurang dari segenggam tangan sehingga makna الطُّفَافُ adalah sedikit tambahan.