Makna Kata "Muthaffif"
Makna kata "Muthaffif" adalah orang yang curang. Orang yang curang adalah orang yang tidak menjalankan kewajiban dengan baik, tetapi malah mengurangi hak orang lain.
Contoh Orang yang Curang
Contoh orang yang curang adalah suami yang menginginkan istrinya menunaikan haknya secara sempurna, tetapi ia sendiri mengabaikan hak istrinya. Contoh lain adalah ayah yang ingin anak-anaknya berbakti kepadanya dengan sempurna, tetapi ia sendiri kurang dalam memenuhi hak anak-anaknya.
Ayat Al-Qur'an yang Menggambarkan Orang yang Curang
Ayat Al-Qur'an yang menggambarkan orang yang curang adalah:
وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ (1) الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ (2) وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ (3)
"Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi."
Hadits Nabi yang Menggambarkan Orang yang Curang
Hadits Nabi yang menggambarkan orang yang curang adalah:
مَنْ تَعُدُّو نَ الْمُفْلِسَ فِيْكُمْ؟ “ Siapakah yang kalian anggap bangkrut di antara kalian? ”
Para sahabat menjawab: Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya dirham (uang) sedikit pun tidak juga punya bekal.
Maka Rasulullah bersabda:
إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ الْجِبَالِ –كَثِيْرَة- فَيَأْتِي وَقَدْ ظَلَمَ هَذَا، وشَتَمَ هَذَا، وَأَخَذَ مَالَ هَذَا، فَيَأْخُذَ هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، و هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، و هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أَخَذَ مِنْ خَطَايَاهُم فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ
"Sesungguhnya orang muflis (bangkrut) dari umatku adlah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan bagai gunung-gunung (sangat banyak), ia datang namun ia telah menzalimi orang ini, mencerca orang ini, memukul orang ini, mengambil harta ini, maka orang ini akan menambil kebaikan-kebaikannya, yang ini juga mengambil kebaikan-kebaikannya, dan yang ini juga mengambil kebaikan-kebaikannya, jika kebaikannya sudah habis sebelum memenuhi hak mereka, maka keburukan mereka akan diambil dan dilemparkan kepadanya, kemudian ia pun dilempar ke neraka."
Nasehat untuk Orang yang Curang
Nasehat untuk orang yang curang adalah:
Hendaknya mereka bertakwa kepada Allah 'Azza Wa Jalla, sesungguhnya Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam telah berwasiat tentang perempuan di perkumpulan terbesar dunia islam pada masa hidup Rasulullah 'alaihissholaatu wassalaam, pada hari arafah saat haji wada, beliau bersabda:
اتَّقُوا اللَّهَ فِى النِّسَاءِ فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُوهُنَّ بِأَمَانِ اللَّهِ وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللَّهِ
"Bertakwalah kepada Allah berkaitan dengan istri-istri kalian, sesungguhnya kalian telah mengambil mereka dengan amanah dari Allah, kalian menghalalkan kemaluan-kemaluan mereka dengan kalimat Allah."
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kita bertakwa kepada Allah berkenaan dengan para istri, beliau juga bersabda:
اتَّقُوا اللَّهَ فِى النِّسَاءِ فَإِنَّهُنَّ عَوَانٌ عِنْدَكُمْ
"Bertakwalah kepada Allah berkenaan dengan istri-istri kalian, sesungguhnya mereka tawanan di sisi kalian."
Maknanya: kedudukannya seperti para tawanan karena tawanan itu jika sang penawan menginginkan untuk melepasnya maka lepaskanlah dan jika berkehendak maka menahannya. Istri pun di sisi suaminya demikian, jika ia mau maka ia bisa mentalaknya dan jika ia mau ia bisa menetapkannya, kedudukannya seperti tawanan di sisi suaminya, maka bertakwalah kepada Allah pada istrinya.
Begitu juga kami dapati sebagian orang tua menginginkan anak-anaknya menunaikan hak-haknya dengan sempurna, namun mengabaikan hak-hak anak yang wajib mereka berikan, ia ingin agar anak-anaknya berbakti dan menunaikan haknya, ingin agar mereka berbakti dengan harta dan raga, dan di segala sesuatu berupa bakti, namun ia melalaikan anak-anak mereka, ia tidak melakukan kewajiban yang harus ia lakukan kepada anak-anak mereka.
Kita katakan: Yang seperti ini adalah Muthaffif (Orang yang curang) sebagaimana yang kita katakan juga pada masalah yang pertama, yaitu masalah suami terhadap istrinya, sesungguhnya jika sang suami ingin istrinya menunaikan haknya secara sempurna sedangkan ia melalaikan kewajibannya kepada istrinya. Yang seperti ini juga orang yang curang. Sang ayah yang ingin anak-anaknya berbakti kepadanya dengan sempurna, sedangkan ia kurang dalam memenuhi hak anak-anaknya, kita katakan: Anda adalah orang yang curang, kita katakan juga kepada ia: ingatlah firman Allah Ta'ala:
وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ (1) الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ (2) وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ (3)
"Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi."