Makna Kata "Maha Kuasa"
Firman Allah Ta'ala "Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya" ini adalah pensifatan bagi Allah Ta'ala bahwa Dia Maka Kuasa berbuat apa pun yang dikehendaki-Nya, Maka segala sesuatu yang Allah kehendaki maka Dia akan melakukannya dan tidak akan ada yang bisa menghalangi-Nya. Karena kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, dan tidak ada seorang pun yang menghalangi perbuatan-Nya yang Dia kehendaki di kerajaan-Nya.
Contoh Kehendak Allah
Semua manusia, bagaimana pun mereka berencana mereka tidak akan kuasa melakukan sesuai dengan kehendak mereka, bahkan terkadang mereka menginginkan sesuatu dengan keinginan yang kuat, tetapi jika Allah tidak ingin mewujud terjadi pada mereka maka Allah akan memalingkan dan menghalangi mereka dari itu. Antara mereka dan rencana mereka akan ada penghalang. Sedangkan Rabb Tabaaraka Wa Ta'ala dia Maha Kuasa berbuat sesuai kehendak-Nya, jika menginginkan sesuatu maka Dia akan mengatkan kun fayakuun jadilah maka akan jadi seketika.
Kehendak Allah dalam Perbuatan Manusia
Dalam Ayat yang mulia ini terdapat penetapan adanya kehendak Allah dengan kehendak yang sempurna pada makhluk-Nya, dan pada apa-apa yang berkaitan dengan perbuatan-perbuatan makhluk, maka perbuatan manusia itu tidak akan terwujud kecuali atas kehendak Allah, sebagaimana Allah subhaanahu wa Ta'ala berfirman:
"Limaan shaa'a minkum an yastaqima wa ma tashaa'una illa an yashaa' allahu rabbu al-'alamin"
"Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam."
(QS. At-Takwiir: 29)
Kehendak Allah dalam Perbuatan Hamba-Hamba
Pada ayat ini Allah Subhaanahu menjelaskan bahwa kehendak hamba-hamba terikat dengan kehendak-Nya subhaanahu sebagaimana Allah Ta'ala berfirman:
"Wa law shaa'a allahu ma itqatalu alladheena min ba'dihim min ba'di ma ja'at humu al-bayyinatu wa lakin ikhtalafoo fa minhum man a mana wa minhum man kafara wa law shaa'a allahu ma itqatalu wa lakinna allaha yaf'alu ma yuridu"
"Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya."
(QS. Al-Baqarah: 253)
Kehendak Allah dalam Perbuatan Manusia
Kehendak Allah mencakup apa-apa yang menjadi perbuatan-Nya, dan apa-apa yang menjadi perbuatan hamba-hamba-Nya, saya beri contoh untukmu tentang ini: Anda saya berbicara dengan pembicaraan saya ini, atau pembicaraan lainnya atau juga dengan pembicaraan sebelumnya, maka semua ucapan saya itu dapat terucap dengan kehendak Allah, sendainya Allah berkehendak untuk saya tidak berbicara maka saya tidak akan kuasa untuk berbicara, dan jika Allah menghendaki saya berbicara, saya bisa berbicara, hati saya pun terdorong untuk berbicara, oleh karenanya Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman:
"Faa'aulun lima yuridu"
"Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya"