Makna Peringatan
Kemudian setelah menjelaskan di antara tanda-tanda kuasa-Nya adalah empat tanda yaitu unta, langit, pegunungan dan bumi, Allah berfirman kepada Nabi-Nya shallallaahu 'alaihi wa sallam: فَذَكِّرْ " Maka berilah peringatan" Allah memerintahkan kepadanya agar memberikan peringatan, dan tidak disebutkan secara khusus untuk siapa peringatan itu diberikan, maksudnya: Allah tidak mengatakan berilah peringatan kepada fulan dan fulan, peringatan ini luas untuk siapa pun, karena Rasul shallallaahu 'alaihi wa sallam diutus kepada seluruh manusia. Maknanya: Berilah peringatan keaoda semua orang di setiap waktu dan di setiap tempat. Maka Nabi 'alaihissholaatu wassalaam memberikan peringatan, dan para khulafa penerusnya pun memberi peringatan pada ummatnya dalam ilmu, beramal dan berdakwah, tetapi peringatan itu apakah akan bermanfaat bagi semua manusia? Jawabannya: tidak,
Manfaat Peringatan
وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ " Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. "(QS. Adz-Dzariyat: 55) Ada pun selain orang yang beriman, maka peringatan adalah sebagai penegak hujjah atas dirinya tetapi tidak akan bermanfaat baginya, peringatan tidak akan bermanfaat kecuali bagi orang yang beriman. Dan kita katakan: Jika anda melihat hatimu tidak ingat dengan peringatan maka tuduhlah ia, karena Allah berfirman: وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ " Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. " Jika anda diberi peringatan dan anda tidak mendapati bekas dan manfaat darinya maka salahkanlah dirimu, ketahuilah bahwa pada dirimu terdapat kekurangan iman, karena kalau saja imanmu sempurna, pasti peringatan akan bermanfaat bagimu, karena peringatan pasti bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.
Peran Rasulullah
إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ " karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan." Maksudnya: Bahwa Muhammad 'alaihissholaatu wassalaam tidak lain hanya pemberi juga penyampai peringatan, ada pun hidayah maka itu di tangan Allah 'Azza Wa Jalla لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ " Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya." (QS. Al-Baqarah; 272) Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam telah mengingatkan dan memberi peringatan hingga ujung akhir hayatnya, sampai sampai beliau bersabda di akhir hayatnya: اَلصَّلَاةَ الصَّلاَةَ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ " Jagalah shalat, jagalah sholat, dan jagalah (hak-hak) budak-budak kalian"(1) sampai-sampai beliau ucapkan di detik-detik nyawa terlepas darinya 'alaihissholatu wassalaam, Beliau telah memberikan peringatan sejak awal beliau diutus dikatakan kepada beliau: قُمْ فَأَنْذِرْ " bangunlah, lalu berilah peringatan!"(QS. Al-Mudatsir: 2) sampai Allah mewafatkannya, tidak pernah meninggalkan usaha memberi peringatan di setiap tempat dan di setiap waktu karena yang menimpanya berupa gangguan dari kaumnya dan dari selain kaumnya.
Gangguan terhadap Rasulullah
Orang yang membaca sejarah sirah nabi mengetahui apa-apa yang menimpanya berupa gangguan dari penduduk mekah dari kaumnya yang mena mereka adalah orang-orang terdekatnya sendiri, yang mengenalnya betul, yang menjulukinya al-amin (orang yang terpercaya), mereka menjulukinya dengan julukan itu dan mereka mempercayainya, hingga mereka memutuskan dialah yang berhak menaruh hajar aswad di ka'bah, ketika mereka merobohkan ka'bah dan sampai di bagian hajar aswad, mereka berkata: Siapa yang menruh batu ini? Mereka saling berselisih antar suku-suku, setiap suku mengatakan: kamilah yang menaruh batu itu ke tempatnya, hinggga datanNabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan mereka pun menjadikan Nabi sebagai penetukeputusan di antara mereka, beliau memerintahkan untuk menaruh batu itu di sebuah kain, lalu setiap suku memegang ujung kain sehingga mereka semua mengangkatnya, ketika mereka mengangkatnya hingga posisinya dekat dengan tempatkan, barulah beliau mengambil dengan tangannya yang mulia dan menaruhnya di tempatnya, mereka pun menjulukinya dengan sebutan al-amin.
Namun setelah Allah Ta'ala memuliakannya dengan kenabian, itu berubah menjadi ejekan-ejekan. Mereka berubah mengatakan: Bahwa beliau adalah penyihir, peramal, panyair, orang gila dan pendusta, mereka mereka menuduhnya dengan berbagai cacian, Rasul 'alaihissholaatu wassalaam memberi peringatan, kewajiban beliau hanya memberi peringatan, dari sini kita mengambil kesimpulan bahwa hidayah itu di tangan Allah, tidak mungkin bagi kita memberi hidayah taufik kepada orang terdekat dengan kita إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ " Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya,"(QS. Al-Qashas: 56) Maka janganlah kita mengeluh jika kita sudah memberikan peringatan kepada seseorang, dan kita dapati dia menentang, membantah atau mengatakan: Aku berbuat sesuka ku atau semisalnya.
(1) Dikeluarkan Ibnu Majah (2698) dari hadits Ali radhiyallaahu 'anhu, Al-Albani mengatakan dalam shahih at-targhiib (2285): Shahih lighairihi