Makna Kata
Surat At-Taubah ayat 110: Yakni sampai mereka mati. Bisa juga maksudnya bahwa bangunan yang mereka bangun itu menjadi sebab keraguan dalam hati mereka, kecuali jika mereka menyesal dengan penyesalan yang dalam seakan-akan hati mereka tersayat-sayat, bertobat kepada Tuhannya, dan takut kepada-Nya dengan sesungguhnya, maka Allah akan memaafkan mereka. Jika mereka tidak bertobat, maka yang mereka bangun akan terus menambah keraguan dan kemunafikan di hati mereka, nas’alullahas salaamah wal ‘aafiyah.
Kesimpulan dari Ayat
-
Membuat masjid dengan maksud menimbulkan bencana bagi masjid sebelahnya adalah haram, dan bahwa masjid tersebut mesti dirobohkan jika diketahui maksud dari pembangunannya.
-
Amal, meskipun saleh dapat dirubah oleh niat sehingga berubah menjadi terlarang.
-
Setiap keadaan yang mengakibatkan perpecahan antara kaum mukmin termasuk maksiat yang mesti ditinggalkan dan disingkirkan, sebagaimana keadaan yang menjadikan kaum mukmin bersatu harus diikuti, dan didorong melakukannya.
-
Larangan shalat di tempat-tempat maksiat, menjauhinya dan tidak mendekatinya.
-
Maksat dapat mempengaruhi tempat, sebagaimana maksiat kaum munafik berpengaruh pada masjid dhirar dan terlarangnya melakukan shalat di sana.
-
Demikian pula, bahwa ketaatan juga mempengaruhi tempat sebagaimana pada masjid Quba’. Oleh karena itu, masjid Quba’ memiliki kelebihan di atas masjid yang lain sehingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sering mengunjungi masjid Quba’ setiap hari Sabtu untuk shalat di situ, dan mendorong untuk melakukan shalat di sana.
-
Jika masjid Quba’ yang dibangun atas dasar takwa demikian mulianya, apalagi masjid yang dibangun langsung oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu masjid Nabawi.
-
Setiap perbuatan, jika di dalamnya terdapat hal yang membahayakan seorang muslim, atau di dalamnya terdapat maksiat kepada Allah, atau memecah belah kaum mukmin, atau membantu musuh Allah dan Rasul-Nya, maka perbuatan itu haram dilakukan.
-
Amalan yang dibangun atas dasar ikhlas dan mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam itulah amal yang dibangun atas dasar takwa, sedangkan amalan yang dibangun dengan niat yang buruk dan tidak mengikuti sunnah (di atas bid’ah) merupakan amal yang diangun di atas tepi jurang yang hampir roboh.
-
Dia tidaklah berbuat, mencipta, memerintah, dan melarang kecuali sesuai hikmah-Nya.