Makna Ayat
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Na'im, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Al-Aswad ibnu Qais yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Jundub menceritakan bahwa Nabi SAW mengalami sakit selama satu atau dua malam hingga beliau tidak melakukan qiyamul lail. Maka datanglah kepadanya seorang wanita dan berkata, "Hai Muhammad, menurut hematku setanmu itu tiada lain telah meninggalkanmu," maksudnya malaikat yang membawa wahyu kepadanya. Maka Allah SWT menurunkan firman-Nya: {#Demi waktu matahari sepenggalah naik, dan demi malam apabila telah sunyi. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.#} (Adh-Dhuha, [93:1]-[93:3])
Riwayat Hadis
Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Turmuzi, Imam Nasai, Imam Ibnu Abu Hatim, dan Imam Ibnu Jarir telah meriwayatkan hadis ini melalui berbagai jalur dari Al-Aswad ibnu Qais, dari Jundub ibnu Abdullah Al-Bajali yang juga dikenal pula dengan Al-Alaqi dengan sanad yang sama. Menurut riwayat Sufyan ibnu Uyaynah, dari Al-Aswad ibnu Qais, disebutkan bahwa ia pernah mendengar Jundub mengatakan bahwa Malaikat Jibril datang terlambat kepada Rasulullah SAW, maka orang-orang musyik mengatakan, "Muhammad ditinggalkan oleh Tuhannya." Maka Allah menurunkan firman-Nya: {#Demi waktu matahari sepenggalah naik, dan demi malam apabila telah sunyi. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.#} (Adh-Dhuha, [93:1]-[93:3])
Penjelasan Hadis
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Al-Asyaj dan Amr ibnu Abdullah Al-Audi, keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, telah menceritakan kepadaku Sufyan, telah menceritakan kepadaku Al-Aswad ibnu Qais; ia pernah mendengar Jundub mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah dilempar dengan batu hingga mengenai jari tangannya sampai berdarah, maka beliau mengucapkan kalimat berikut: Tiadalah engkau selain dari jari tangan yang berdarah, di jalan Allah padahal engkau mengalaminya.
Lalu Rasulullah SAW tinggal selama dua atau tiga malam tanpa mengerjakan qiyamul lail (salat sunat malam hari). Maka ada seorang wanita (musyrik) yang berkata kepadanya, "Menurutku tiada lain setanmu telah meninggalkanmu." Maka turunlah firman Allah SWT: {#Demi waktu matahari sepenggalah naik, dan demi malam apabila telah sunyi. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.#} (Adh-Dhuha, [93:1]-[93:3])
Konteks Hadis
Menurut konteks hadis yang ada pada Abu Sa'id, suatu pendapat mengatakan bahwa wanita tersebut adalah Jamil, istri Abu Lahab. Disebutkan pula bahwa jari tangan beliau SAW terluka. Dan mengenai sabdaNabi SAW di atas bertepatan dengan wazan syair telah disebutkan di dalam kitab Sahihain. Akan tetapi, hal yang aneh dalam hadis ini ialah luka di ibu jari itu menjadi penyebab beliau SAW meninggalkan qiyamul lailnya dan juga menjadi turunnya surat ini.
Riwayat Ibnu Jarir
Adapun menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abusy Syawarib, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid ibnu Ziyad, telah menceritakan kepadaku Sulaiman Asy-Syaibani, dari Abdullah ibnu Syaddad, bahwa Siti Khadijah berkata kepada Nabi SAW, "Menurut hemat saya, Tuhanmu telah meninggalkan kamu." Maka Allah SWT menurunkan firman-Nya: {#Demi waktu matahari sepenggalah naik, dan demi malam apabila telah sunyi. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.#} (Adh-Dhuha, [93:1]-[93:3])
Penjelasan Ibnu Jarir
Ibnu Jarir mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Waki', dari Hisyam ibnu Urwah, dari ayahnya yang mengatakan bahwa Malaikat Jibril datang terlambat kepada Nabi SAW Maka nabi SAW merasa sangat gelisah karenanya, lalu Siti Khadijah mengatakan, "Sesungguhnya aku melihat Tuhanmu telah meninggalkan kamu, karena aku melihat kegelisahanmu yang berat." Urwah melanjutkan kisahnya, bahwa maka turunlah firman Allah SWT: {#Demi waktu matahari sepenggalah naik dan demi malam apabila telah sunyi. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.#} (Adh-Dhuha, [93:1]-[93:3]) hingga akhir surat.
Predikat Hadis
Maka sesungguhnya hadis ini berpredikat mursal dari kedua jalur tersebut. Barangkali penyebutan Khadijah bukanlah berdasarkan hafalan, atau memang dia terlibat dan mengatakannya dengan nada menyesal dan bersedih hati; hanya Allah sajalah Yang Maha Mengetahui.
Riwayat Ibnu Ishaq
Sebagian ulama salaf -antara lain Ibnu Ishaq- menyebutkan, bahwa surat inilah yang disampaikan oleh Jibril AS kepada Nabi SAW ketika Jibril AS menampakkan rupa aslinya kepada Nabi SAW dan datang mendekatinya, lalu turun menuju kepada beliau SAW yang saat itu beliau sedang berada di Lembah Abtah, seperti yang disebutkan firman-Nya: {#Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.#} (An-Najm, [53:10])
Penjelasan Ibnu Ishaq
Ibnu Ishaq mengatakan bahwa saat itulah Jibril menyampaikan kepada Rasulullah SAW surat ini yang diawali oleh firman-Nya: {#Demi waktu matahari sepenggalah naik, dan demi malam apabila telah sunyi.#} (Adh-Dhuha, [93:1]-[93:2])
Riwayat Al-Aufi
Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa setelah diturunkan kepada Nabi SAW permulaan wahyu Al-Qur'an, maka Jibril datang terlambat beberapa hari dari Nabi SAW sehingga roman muka beliau SAW berubah sedih karenanya. Dan orang-orang musyrik mengatakan, "Dia telah ditinggalkan oleh Tuhannya dan dibenci." Maka Allah SWT menurunkan firman Allah SWT: {#Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.#} (Adh-Dhuha, [93:3]) Ini merupakan sumpah dari Allah SWT dengan menyebut waktu duha dan cahaya yang Dia ciptakan padanya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.