Makna Ayat
Ayat Al-Qadar, [97:2]-[97:3] berbunyi:
{وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍ}
{#Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.#}
Ayat ini menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat mulia dan lebih baik daripada seribu bulan.
Tafsir Ayat
Abu Isa At-Turmuzi mengatakan bahwa ayat ini menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat mulia dan lebih baik daripada seribu bulan. Ia juga mengatakan bahwa ayat ini menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat berharga dan tidak ada malam lain yang dapat menandinginya.
Hadis
Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud At-Tayalisi berbunyi:
"Telah menceritakan kepada kami Mahmud ibnu Gailan, telah menceritakan kepada kami Abu Daud At-Tayalisi, telah menceritakan kepada kami Al-Qasim ibnul Fadl Al-Haddani, dari Yusuf ibnu Sa'd yang mengatakan bahwa seorang lelaki bangkit menuju kepada Al-Hasan ibnu Ali sesudah membaiat Mu'awiyah. Lalu lelaki itu berkata, 'Engkau telah mencoreng muka kaum mukmin,' atau, 'Hai orang yang mencoreng muka kaum mukmin.'"
Tafsir Hadis
Tafsir hadis ini adalah bahwa Al-Hasan ibnu Ali menjawab bahwa Nabi SAW pernah diperlihatkan kepadanya Bani Umayyah berada di atas mimbarnya, hal itu membuat diri beliau merasa berdukacita. Maka turunlah firman Allah SWT:
{اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ}
{#Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar#} (Al-Kautsar, [108:1]) hai Muhammad, yakni sebuah sungai (teiaga) di dalam surga. Dan turunlah pula firman Allah SWT:
{اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍ}
{#Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan#} (Al-Qadar, [97:1]-[97:3])
Tafsir Ayat Lain
Ayat Al-Qadar, [97:1]-[97:3] juga menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat mulia dan lebih baik daripada seribu bulan.
Hadis Lain
Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim berbunyi:
"Telah menceritakan kepada kami Abu Dzar'ah, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Muslim ibnu Khalid, dari Ibnu Abu Najih, dari Mujahid, bahwa Nabi SAW menceritakan tentang seorang lelaki dari kalangan Bani Israil yang menyandang senjatanya selama seribu bulan dalam berjihad di jalan Allah SWT Maka kaum muslim merasa kagum dengan perihal lelaki Bani Israil itu. Mujahid melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Allah SWT menurunkan firman-Nya: {#Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.#} (Al-Qadar, [97:1]-[97:3]) Maksudnya, lebih baik daripada lelaki itu menyandang senjatanya selama seribu bulan dalam berjihad di jalan Allah."
Tafsir Hadis Lain
Tafsir hadis ini adalah bahwa Nabi SAW menceritakan tentang seorang lelaki dari kalangan Bani Israil yang menyandang senjatanya selama seribu bulan dalam berjihad di jalan Allah SWT. Maka kaum muslim merasa kagum dengan perihal lelaki Bani Israil itu. Mujahid melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Allah SWT menurunkan firman-Nya: {#Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.#} (Al-Qadar, [97:1]-[97:3]) Maksudnya, lebih baik daripada lelaki itu menyandang senjatanya selama seribu bulan dalam berjihad di jalan Allah.
Kesimpulan
Dari ayat-ayat dan hadis-hadis di atas, dapat disimpulkan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat mulia dan lebih baik daripada seribu bulan. Malam ini adalah malam yang sangat berharga dan tidak ada malam lain yang dapat menandinginya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.