Makna kata ARĪDH
Allah SWT menceritakan tentang manusia menyangkut kegundahan dan kekhawatirannya apabila ditimpa oleh bahaya, seperti yang disebutkan oleh Allah SWT dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَاِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُوْ دُعَاۤءٍ عَرِيْضٍ}
{#tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, maka ia banyak berdoa.#} (Fushshilat, [41:51])
Yaitu banyak melakukan doa. Lafaz 'ARĪDH semakna dengan lafaz KATSĪR, yakni banyak. Disebutkan demikian oleh ayat ini karena manusia itu apabila tertimpa oleh malapetaka dan kesusahan, maka ia gelisah dan cemas serta banyak berdoa saat itu. Lalu dia berdoa kepada Allah agar musibah itu dilenyapkan dan dijauhkan darinya, baik dalam keadaan berbaring atau duduk atau berdiri, dan dalam semua keadaan ia selalu berdoa untuk itu. Tetapi apabila Allah melenyapkan musibah dan malapetaka yang menimpanya, maka dengan serta merta ia berpaling dan menjauh dari doanya serta meninggalkan apa yang pernah dilakukannya, seakan-akan tidak pernah terjadi sesuatu pun sebelumnya.
Makna ayat Yunus 10:12
{مَرَّ كَاَنْ لَّمْ يَدْعُنَآ اِلٰى ضُرٍّ مَّسَّهٗ}
{#dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya.#} (Yunus, [10:12])
Pelajaran dari ayat Yunus 10:12
Kemudian Allah SWT mencela orang yang bersifat demikian dan mempunyai watak seperti itu melalui firman-Nya:
{كَذٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِيْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ}
{#Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.#} (Yunus, [10:12])
Makna ayat Hud 11:11
Adapun orang yang telah dianugerahi oleh Allah hidayah, taufik, bimbingan, dan penyuluhan, maka dia termasuk orang yang dikecualikan dari hal tersebut. Seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:
{اِلَّا الَّذِيْنَ صَبَرُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ}
{#kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana) dan mengerjakan amal-amal saleh.#} (Hud, [11:11])
Sabda Rasulullah SAW
Juga seperti yang disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu sabdanya:
{عَجَبًا لِاَمْرِ الْمُؤْمِنِ لَا يَقْضِيَ اللّٰهُ لَهٗ قَضَاءً اِلَّا كَانَ خَيْرًا لَهٗ: اِنْ اَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهٗ وَاِنْ اَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهٗ وَلَيْسَ ذٰلِكَ لِاَحَدٍ اِلَّا لِلْمُؤْمِنِ}
{#Sungguh menakjubkan perihal orang mukmin, tidak sekali-kali Allah menakdirkan sesuatu bagi dirinya melainkan hal itu menjadi kebaikan baginya. Jika ia tertimpa musibah, maka ia bersabar, dan bersabar itu baik baginya. Dan jika ia mendapat kegembiraan, maka ia bersyukur, dan bersyukur itu baik baginya. Hal itu hanya dapat dilakukan oleh orang mukmin.#}
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.