Makna Doa Nabi Musa AS
Ayat ini menceritakan doa yang dipanjatkan oleh Nabi Musa AS kepada Allah SWT untuk kebinasaan Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, setelah mereka menolak perkara yang hak dan terus-menerus berada dalam kesesatan dan kekufuran mereka seraya menentang dan ingkar; karena perbuatan aniaya, kecongkakan, kesombongan, dan keangkara-murkaan mereka.
Perhiasan dan Harta Kayaan
Nabi Musa AS berkata dalam doanya:
{رَبَّنَآ اِنَّكَ اٰتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلَاَهٗ زِيْنَةً}
{#Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan.#} (Yunus, [10:88]) berupa perhiasan duniawi dan kesenangan-kesenangannya.
{وَاَمْوَالًا}
{#dan harta kekayaan.#} (Yunus, [10:88])
Yakni harta kekayaan yang banyak lagi berlimpah.
Doa Nabi Musa AS
{فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّوْا عَنْ سَبِيْلِكَ}
{#dalam kehidupan dunia, ya Tuhan kami, akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau.#} (Yunus, [10:88])
Kalau menurut bacaan, {#liyadhillū#} artinya Engkau telah memberi mereka hal tersebut, padahal Engkau mengetahui bahwa mereka tidak akan beriman kepada apa yang Engkau utuskan melaluiku kepada mereka, sebagai istidraj dari Engkau buat mereka.
Pengertian ini sama dengan yang ada pada firman-Nya:
{لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ}
{#untuk Kami cobai mereka dengannya.#} (Tha Ha, [20:131])
Sedangkan ulama lainnya ada yang membacanya {#liyudhilluu#} dengan ya yang di-dammah-kan, artinya 'akibat dari apa yang Engkau berikan kepada mereka itu, maka mereka menyesatkan orang-orang yang Engkau kehendaki kesesatannya dari kalangan makhluk-Mu".
Agar orang yang Engkau sesatkan itu menduga bahwa sesungguhnya Engkau memberi hal tersebut kepada mereka hanyalah karena kecintaan-Mu kepada mereka dan perhatian-Mu kepada mereka.
Doa Nabi Musa AS (Lanjutan)
{رَبَّنَا اطْمِسْ عَلٰٓى اَمْوَالِهِمْ}
{#Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka.#} (Yunus, [10:88])
Menurut Ibnu Abbas dan Mujahid, maknanya ialah binasakanlah harta benda mereka.
Menurut Ad-Dahhak, Abul Aliyah, dan Ar-Rabi' ibnu Anas, makna yang dimaksud ialah Allah menyerapah harta benda mereka menjadi batu-batuan dalam keadaan terukir, persis seperti bentuknya yang semula.
Menurut Qatadah, telah sampai kepada kami suatu riwayat yang mengatakan bahwa tanam-tanaman mereka berubah menjadi batu.
Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi mengatakan bahwa Allah menjadikan tebu-tebu mereka menjadi batu.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Abul Haris telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abu Bukair, dari Abu Ma'syar, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Qais, bahwa Muhammad ibnu Ka'b membaca surat Yunus di hadapan Khalifah Umar ibnu Abdul Aziz, hingga sampai pada firman-Nya:
{وَقَالَ مُوْسٰى رَبَّنَآ اِنَّكَ اٰتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلَاَهٗ زِيْنَةً وَّاَمْوَالًا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّوْا عَنْ سَبِيْلِكَ رَبَّنَا اطْمِسْ عَلٰٓى اَمْوَالِهِمْ وَاشْدُدْ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوْا حَتّٰى يَرَوُا الْعَذَابَ الْاَلِيْمَ}
{#Musa berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan Kami -akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih".#} (Yunus, [10:88])
Maka Khalifah Umar ibnu Abdul Aziz bertanya, "Hai Abu Hamzah, apakah yang dimaksud dengan istilah ATH-THAMS? Muhammad ibnu Ka'b yang nama panggilannya Abu Hamzah menjawab, "Semua harta benda mereka berubah menjadi batu." Maka Umar ibnu Abdul Aziz berkata kepada seorang pelayannya, "Datangkanlah kepadaku satu karung makanan." Maka si pelayan mengambil sebuah karung yang berisi biji kacang hums yang ketika dibuka telah berubah menjadi batu.
Kunci Mati Hati Mereka
Firman Allah SWT:
{وَاشْدُدْ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ}
{#dan kunci matilah hati mereka.#} (Yunus, [10:88])
Menurut Ibnu Abbas, makna yang dimaksud ialah kunci matilah hati mereka.
{فَلَا يُؤْمِنُوْا حَتّٰى يَرَوُا الْعَذَابَ الْاَلِيْمَ}
{#maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.#} (Yunus, [10:88])
Doa Nabi Musa AS dan Nabi Nuh AS
Doa yang dipanjatkan oleh Nabi Musa AS ini merupakan ungkapan kemarahannya demi membela Allah dan agama-Nya terhadap Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, karena menurut pandangannya mereka telah jelas tidak ada manfaatnya dan tiada kebaikan barang sedikit pun dalam diri mereka.
Perihalnya sama dengan doa Nabi Nuh AS yang disitir oleh firman-Nya:
{رَبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْاَرْضِ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ دَيَّارًا اِنَّكَ اِنْ تَذَرْهُمْ يُضِلُّوْا عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوْٓا اِلَّا فَاجِرًا كَفَّارًا}
{#Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.#} (Nuh, [71:26]-[71:27])
Karena itulah Allah SWT memperkenankan doa Musa AS terhadap mereka, sedangkan saudaranya (Harun) mengamininya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.