Ayat 1-4
Makna kata
Surah ini dalam Mushaf imam, terpisah dari surah yang sebelumnya, mereka menuliskannya di antara keduanya baris pemisah, kalimah “Bismillahirrahmanirrahim” sekalipun mempunyai kaitan yang dengan surah sebelumnya. Sebagaimana dijelaskan Muhammad bin Ishaq dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, karena makna yang dimaksud adalah Kami menahan pasukan bergajah dari Makkah dan Kami binasakan para pemiliknya, (demi kebiasaan orang-orang Quraisy (1)) yaitu untuk memelihara kebiasaan dan terhimpunnya mereka di negerinya dalam keadaan aman.
Makna ayat
Dikatakan bahwa makna yang dimaksud adalah tradisi mereka dalam melakukan perjalanan di musim dingin ke negeri Yaman dan di musim panas ke negeri Syam untuk berniaga dan lainnya. Kemudian mereka kembali ke negerinya dalam keadaan di perjalanan mereka. Demikian itu karena kehormatan mereka di antara manusa, mengingat mereka adalah penduduk kota suci Allah. Maka siapa yang mengenal mereka, maka menghormati mereka. Bahkan barang siapa yang dipilih oleh mereka untuk menjadi teman perjalanan mereka, maka dia ikut aman bersama mereka. Demikianlah keadaan mereka dalam perjalanan mereka di musim dingin dan musim panas. Adapun keadaan mereka jika menetap di kota mereka, maka sebagaimana Allah berfirman: (Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedangkan manusia sekitarnya rampok-merampok) (Surah Al-'Ankabut: 67) Oleh karena itu Allah berfirman: (Karena kebiasaan orang-orang Quraisy (1) yaitu kebiasaan mereka) menjadi badal dan tafsir dari yang pertama, Oleh karena itu Allah berfirman: ((yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas (2))
Pelajaran dari ayat
Ibnu Jarir berkata bahwa yang benar adalah bahwa huruf “lam” ini adalah “lam ta'ajjub”, seakan-akan disebutkan bahwa kagumlah kepada kebiasaan orang-orang Quraisy dan nikmatKu atas mereka dalam hal itu. Ibnu Jarir berkata bahwa menurut kesepakatan orang-orang muslim, kedua surah ini merupakan surah yang terpisah dan berdiri sendiri.
Makna kata
Kemudian Allah SWT membimbing mereka untuk bersyukur atas semua nikmat yang agung ini, jadi Dia berfirman: (Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah) (3)) yaitu hendaknya mereka mengesakanNya dalam beribadah, sebagaimana Dia telah menjadikan bagi mereka kota yang suci, aman, dan Baitullah yang disucikan. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nyalah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri (91)) (Surah An-Naml)
Makna ayat
Firman Allah: (Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan rasa lapar) yaitu Dia adalah Tuhan Pemilik Baitullah, Dialah yang memberi mereka makan agar tidak lapar (dan mengamankan mereka dari ketakutan) yaitu Allah memberikan keamanan dan kemurahan kepada mereka, maka hendaknya mereka mengesakanNya dalam beribadah, tidak ada sekutu bagiNya. Dan janganlah mereka menyembahNya dengan yang lainNya, baik berhala, tandingan atau tandingan. Oleh karena itu barangsiapa yang memenuhi perintah ini, maka Allah menghimpunkan baginya keamanan di dunia dan akhirat; dan barangsiapa yang durhaka kepadaNya, maka Allah SWT mencabut keduanya dari dia. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya dengan melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat (112) Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim (113)) (Surah An-Nahl)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.