Makna kata
(ءَاخِذُۢ بِنَاصِيَتِهَآۚ) : yang memilikinya, menguasainya, dan mengaturnya. Sehingga tidak akan memberikan manfaat atau keburukan kecuali atas izinnya.
(إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ) : Di atas jalan kebenaran.
Makna ayat
Kemudian beliau membeberkan sumber kekuatannya, yaitu karena bertawakal kepada Allah, (إِنِّي تَوَكَّلۡتُ عَلَى ٱللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمۚ) aku menyerahkan segala urusan dan kepercayaanku kepada-Nya, Dia tidak akan menyerahkan aku kepada kalian, tidak pula meninggalkan ku. Lalu menjelaskan bahwa kekuasaan Allah meliputi mereka semua (مَّا مِن دَآبَّةٍ إِلَّا هُوَ ءَاخِذُۢ بِنَاصِيَتِهَآۚ) “Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya” yang menguasai, yang mengatur sesuai kehendaknya, menurunkan azab bagi yang Dia kehendaki, lalu menerangkan bahwa Rabb mereka berada dijalan yang keadilan dan kebenaran, tidak mungkin musuh-musuh-Nya dapat mengalahkan wali-wali-Nya. (إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ) “Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus." oleh karena itu aku tidak perlu takut pula sedih.
Pelajaran dari ayat
- Keadaan kaum mukminin adalah sama. Apa yang dikatakan oleh Nabi Nuh untuk menantang kaumnya, diucapkan pula oleh Nabi Hud.
- Kaidah bahwa segala sesuatu di alam semesta tunduk kepada kuasa Allah, tidak ada yang luput dari kehendaknya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.