Makna kata
(أَسۡتَخۡلِصۡهُ لِنَفۡسِيۖ) astakhlishhu li nafsii : aku menjadikannya orang-orang pilihanku, penasehat dan pemegang rahasiaku.
(مَكِينٌ أَمِينٞ ) makiiun amiin : punya kedudukan, sehingga ia bisa berbuat sesuka hatinya. Amiin : orang kepercayaan terhadap perbendaharaan kami.
Makna ayat
Ayat (54) mengisahkan tentang undangan raja kepada Yusuf, serta apa yang terjadi di antara keduanya, Allah berfirman :
(وَقَالَ ٱلۡمَلِكُ) Ar-Rayyan bin Al-Waliid (ٱئۡتُونِي بِهِۦٓ) datangkanlah Yusuf—setelah muncul keilmuannya dan kesempurnaan jiwanya—( أَسۡتَخۡلِصۡهُ لِنَفۡسِيۖ) menjadikannya orang dekat, penasehat pribadi yang membantu urusanku dan perkara kerajaanku. Kemudian keluarlah Yusuf dari penjara menuju raja, dan duduk berbincang bertanya tentang masa subur dan paceklik yang akan datang, kemudian menjawabnya dengan jawaban yang menenangkan hati berupa: rencana pengelolaan yang bijak dan efisien. Berkatalah sang raja kepada Yusuf, sebagaimana firman Allah ta’ala :
(قَالَ إِنَّكَ ٱلۡيَوۡمَ لَدَيۡنَا مَكِينٌ أَمِينٞ) punya kedudukan, yang memperbolehkanmu mengatur negeri sesukamu, serta menjadi kepercayaan atas semua aset kami.
Pelajaran dari ayat
- Benarnya kaidah: seorang insan tertutupi di balik ucapannya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.