Makna kata "Hafiz" dan "Alīm" dalam Ayat Al-Qur'an
Allah SWT menceritakan perihal Raja Mesir ketika telah nyata baginya kebersihan nama dan kehormatan Nabi Yusuf AS dari tuduhan yang dilancarkan terhadap dirinya, bahwa si raja berkata:
{الْمَلِكُ ائْتُوْنِيْ بِهٖٓ اَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِيْ}
{#Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat (dekat) kepadaku."#} (Yusuf, [12:54])
Maksudnya, aku akan mengangkatnya menjadi orang terdekatku dan juru pemberi nasihatku.
{فَلَمَّا كَلَّمَهٗ}
{#Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia.#} (Yusuf, [12:54])
Yakni setelah raja berbicara dengannya, mengenalnya dari dekat, mengetahui keutamaan serta keahlian yang dimilikinya, mengetahui pula pribadi dan akhlak serta kesempurnaan dirinya, maka raja berkata kepadanya:
{اِنَّكَ الْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِيْنٌ اَمِيْنٌ}
{#Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai pada sisi kami.#} (Yusuf, [12:54])
Yakni sesungguhnya kamu sejak sekarang diangkat menjadi orang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai. Maka Yusuf berkata:
{قَالَ اجْعَلْنِيْ عَلٰى خَزَاۤىِٕنِ الْاَرْضِ اِنِّيْ حَفِيْظٌ عَلِيْمٌ}
{#Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.#} (Yusuf, [12:55])
Penjelasan Lafaz "Hafiz" dan "Alīm"
Syaibah ibnu Nu'amah mengatakan bahwa lafaz "hafiz" artinya dapat menjaga apa yang dititipkan kepadanya; dan lafaz "alīm" artinya mengetahui akan musim paceklik mendatang dan hal ikhwalnya. Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.
Maksud Permintaan Yusuf AS
Yusuf meminta pekerjaan itu karena ia memiliki pengetahuan yang menguasai bidang tersebut dan ia dapat menanganinya, serta akan membawa kemaslahatan bagi manusia.
Kehormatan Yusuf AS
Sesungguhnya Yusuf AS meminta kepada raja agar mendudukkannya di jabatan kebendaharaan negara -yang saat itu bermarkas di piramida-piramida sebagai lumbung tempat pengumpulan bahan makanan- guna menghadapi musim paceklik mendatang yang diberitakan olehnya. Dengan demikian, Yusuf AS dapat mengaturnya dengan cara yang hati-hati, baik, dan tepat. Dan ternyata permintaannya itu dikabulkan sebagai kehormatan buatnya. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.