Makna kata
Tatkala mereka kembali kepada ayah mereka dan me-ngabarkan berita ini, maka kesedihannya pun semakin dahsyat, kepiluannya pun menjadi-jadi, dan menuduh mereka dalam keja-dian ini sebagaimana tuduhan yang beliau alamatkan kepada me-reka pada peristiwa yang pertama.
قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا فَصَبْرٌ جَمِيلٌ "Dia berkata, 'Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku)'," mak-sudnya dalam masalah ini, beliau membentengi diri dengan kesa-baran yang baik yang tidak disertai oleh kemurkaan, keluh-kesah juga pengaduan kepada manusia.
Selanjutnya, beliau mengharap-kan datangnya jalan keluar saat menyaksikan persoalan semakin pelik dan kesulitan sudah di ambang batas. Beliau berkata, عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِي بِهِمْ جَمِيعًا "Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semua-nya kepadaku", maksudnya Yusuf, Bunyamin, dan saudara tertua mereka yang tinggal di Mesir.
إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ "Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mengetahui", Dzat Yang Mengetahui keadaan dan kebu-tuhanku terhadap solusi masalah, karuniaNya dan (mengetahui) keperluan mendesakku kepada curahan kebaikanNya,
الْحَكِيمُ "lagi Mahabijaksana", Dzat yang menjadikan bagi segala sesuatu ka-dar batasnya, (menjadikan) bagi segala perkara batas penyelesaian-nya sesuai dengan kandungan hikmah rabbaniNya.
Dan pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah: Sesungguhnya berprasangka buruk karena keberadaan qa-rinah yang mendukungnya, bukanlah tindakan yang terlarang maupun diharamkan.
Karena Ya'qub berkata kepada anak-anaknya setelah enggan melepaskan Yusuf bersama mereka, sampai akhir-nya mereka berusaha membujuknya dengan usaha yang sangat gi-gih.
Setelah itu, beliau berkata kepada mereka setelah mereka tidak membawanya kembali (pulang) dan berdusta bahwa serigala telah memangsanya,
قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا "Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu." (Yusuf: 83).
Beliau berkata kepada mereka mengenai saudaranya yang lain,
قَالَ هَلْ آمَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَمَا أَمِنْتُكُمْ عَلَى أَخِيهِ مِنْ قَبْلُ "Bagaimana (mungkin) aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu melainkan sebagaimana aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu." (Yusuf: 64).
Berikutnya, ketika Yusuf menahannya (Bunyamin) lalu sau-dara-saudaranya menghampiri ayah mereka, maka Ya'qub berkata,
قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا "Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu." (Yusuf: 83).
Pada kejadian yang terakhir –walaupun mereka tidak mela-kukan keteledoran–, sungguh telah terjadi peristiwa yang mengaki-batkan ayah mereka mengatakan perkataan yang sudah terlontar-kan, tanpa menyebabkan dosa ataupun kesalahan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.