Makna kata
(هَٰذِهِۦ سَبِيلِيٓ) haadzihi sabiilii : dakwahku dan jalanku yang aku tempuh.
(عَلَىٰ بَصِيرَةٍ) ‘alaa bashiirah : di atas ilmu dan keyakinanku.
(وَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ) wa subhaanallaah : Maha suci Allah dari segala sekutu dalam hal kekuasaan ataupun ibadah.
Adapun ayat yang kedua (108), Allah telah memerintahkan kepada rasul-Nya untuk melanjutkan dakwahnya—dakwah menuju kebaikan—dan juga orang-orang yang beriman bersamanya, firman-Nya :
Ayat Kedua (108)
(Qul haadzihi sabiilii) “Katakanlah wahai Rasul, kepada manusia: “Inilah jalanku dalam berdakwah kepada Rabbku, dengan kalian beriman kepada-Nya, hanya menyembah kepada-Nya dan mentauhidkannya.
(Ad’u ilaa Allahu ‘alaa bashiirah) di atas ilmu yang pasti akan kepada siapa aku mengajak, dengan apa aku berdakwah, serta segala efek dan hasil dari dakwah ini,
(Ana wa man ittaba’ani) dari kalangan orang-orang beriman, kami semua berdakwah kepada Allah ta’ala berdasarkan ilmu.
Firman-Nya :
Katakanlah
(Wa subhaanallaah) Katakanlah, “Maha Suci Allah”, pensucian atas-Nya dari segala sekutu atau anak, dan katakanlah dan umumkanlah bahwa engkau berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya:
(Wa ma ana min al-mushrikin) dan aku tidak termasuk golongan orang-orang musyrik.
Inilah makna dari ayat kedua (108).
Pelajaran dari Ayat
• Wajibnya berdakwah kepada agama Allah ta’ala bagi orang mukmin yang mengikuti Rasul shallahu ‘alaihi wa sallam.
• Wajibnya seorang da’i untuk mempunyai ilmu yang yakin akan apa yang ia dakwahkan, karena itulah bashirah yang dimaksud dalam ayat tersebut.
• Wajibnya mentauhidkan Allah ta’ala, dalam uluhiyah, rububiyyah, dan asma’ wa shifat-Nya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.