Makna Ayat
Allah SWT memberitahukan bahwa Dia mengutus rasul-rasul-Nya hanya dari kalangan laki-laki, bukan wanita. Demikianlah menurut pendapat jumhur ulama, seperti yang ditunjukkan oleh konteks ayat yang mulia ini. Disebutkan bahwa Allah SWT tidak memberikan wahyu kepada seorang wanita pun dari kalangan anak Adam, yaitu wahyu yang mengandung hukum.
Dalil-Dalil
Sebagian di antara ulama menduga bahwa Sarah (istri Nabi Ibrahim), ibu Nabi Musa, dan Maryam binti Imran (ibu Nabi Isa) adalah nabi-nabi wanita. Mereka yang mengatakan demikian berpegangan kepada dalil yang mengatakan bahwa para malaikat telah menyampaikan berita gembira akan kelahiran Ishaq kepada Sarah, dan sesudah Ishaq akan dilahirkan pula Ya'qub. Demikian pula dalam firman Allah SWT yang mengatakan:
{#Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa, "Susukanlah dia."#} (Al-Qashash, [28:7]), hingga akhir ayat.
Dalil lain, malaikat datang kepada Maryam, lalu menyampaikan berita gembira akan kelahiran Isa kepadanya. Dalam hal ini Allah SWT berfirman:
{#Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata, "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu, dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk."#} (Ali Imran, [3:42]-[3:43])
Kedudukan Maryam
Kedudukan itu memang diterima oleh mereka, tetapi bukan berarti bahwa mereka adalah nabi-nabi wanita. Apabila orang yang mengatakan demikian (bahwa mereka adalah nabi-nabi wanita) bermaksud dengan kedudukan itu sebagai kedudukan yang terhormat, maka tidak diragukan lagi kebenarannya. Timbul suatu pertanyaan, apakah dengan kedudukan ini sudah cukup dapat dianggap ke dalam kategori kenabian ataukah tidak?
Pendapat Ahli Sunnah Wal Jamaah
Menurut pendapat ahli sunnah wal jamaah yang dinukil oleh Syekh Abul Hasan Ali ibnu Ismail Al-Asy'ari dari kalangan ulama ahli sunnah wal jamaah, tidak ada wanita yang menjadi nabi, sesungguhnya yang ada pada kalangan kaum wanita hanyalah sampai pada kedudukan siddiqah, seperti yang disebutkan oleh Allah SWT ketika menceritakan wanita yang paling mulia-yaitu Maryam binti Imran- melalui firman-Nya:
{#Al-Masih putra Maryam itu hanyalah seorang rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar (siddiqah), kedua-duanya biasa memakan makanan.#} (Al-Maidah, [5:75])
Dalil-Dalil Lain
Ad-Dahhak telah mengatakan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki.#} (Yusuf, [12:109]), hingga akhir ayat. Yakni bukanlah dari kalangan penduduk langit (malaikat) seperti yang kalian katakan.
Pendapat dari Ibnu Abbas ini diperkuat oleh firman-firman Allah SWT yang mengatakan:
{#Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar.#} (Al-Furqan, [25:20]), hingga akhir ayat.
{#Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal. Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.#} (Al-Anbiya, [21:8]-[21:9])
{#Katakanlah, "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul."#} (Al-Ahqaf, [46:9]), hingga akhir ayat.
Makna Ayat Lain
Firman Allah SWT:
{#Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi.#} (Yusuf, [12:109])
Yakni orang-orang yang mendustakan kamu, hai Muhammad, mengapa mereka tidak bepergian di muka bumi.
{#lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka.#} (Yusuf, [12:109]) dari kalangan umat-umat terdahulu yang mendustakan rasul-rasul, bagaimana Allah membinasakan mereka dan orang-orang kafir yang semisal dengan mereka.
Makna ayat ini semisal dengan ayat lain yang disebutkan oleh firman-Nya:
{#Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami.#} (Al-Hajj, [22:46]), hingga akhir ayat.
Kesimpulan
Dengan kata lain, sebagaimana Kami selamatkan orang-orang mukmin di dunia ini, demikian pula Kami tetapkan keselamatan bagi mereka di dalam kehidupan akhirat nanti; dan kehidupan akhirat itu jauh lebih baik daripada kehidupan di dunia bagi mereka.
Ayat ini semakna dengan firman-Nya yang mengatakan:
{#Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat), (yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat, dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk.#} (Ghafir, [40:51]-[40:52])
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.