Makna kata
(كَمَنۡ هُوَ أَعۡمَىٰٓۚ) kaman huwa a’maa : tidak melihat kebenaran tidak mengetahuinya dan tidak pula beriman .
(أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ) ulul albaab : orang-orang yang berakal.
Makna ayat
Ayat ini mengandung perbandingan dan perbedaan antara dua kepribadian: pertama; kepribadian seorang mukmin yang saleh, seperti Hamzah bin Abdul Muthallib, dan kedua; kepribadian seorang kafir yang rusak, seperti Abu Jahal Al-Makhzumi, begitu pula apa yang akan didapatkan oleh keduanya di negeri akhirat kelak. Allah berfirman : (أَفَمَن يَعۡلَمُ أَنَّمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَ ٱلۡحَقُّ) ”Apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepadamu adalah kebenaran dari Rabbmu “maka dia beriman setelah memiliki ilmu dan konsisten diatas manhajnya dalam akidah, ibadah, muamalah, dan seluruh perilakunya, ini adalah kepribadian yang pertama, (كَمَنۡ هُوَ أَعۡمَىٰٓۚ) “sama dengan orang yang buta?” tidak mengetahui kebenaran dan tidak beriman kepadanya, tidak beramal dengan apa yang telah diturunkan kepada Rasul berupa syariat.
Maka jawabannya tentu tidaklah sama, tidak akan pernah sama jika ditimbang dengan timbangan yang adil dan benar. Firman-Nya : (إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ) yang mengambil pelajaran dari perbandingan ini hanyalah orang-orang yang memiliki akal dan pengetahuan tentang kebenaran. Perbandingan antara dua hal yang bertentangan, seperti kebenaran dan kebatilan, kebaikan dan keburukan, manfaat dan bahaya.
Pelajaran dari ayat
-
Seorang mukmin dia hidup, melihat, mengetahui, dan beramal. Adapun orang kafir ia mati, buta, tidak mengetahui, dan tidak pula beramal.
-
Pelajaran hanya bisa diambil oleh orang yang berakal lurus dan sehat.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.