Makna Firman Allah SWT
Dalam firman selanjutnya di sebutkan:
{يَوْمَ تُبَدَّلُ الْاَرْضُ غَيْرَ الْاَرْضِ وَالسَّمٰوٰتُ}
{#(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit.#} (Ibrahim, [14:48])
Yakni janji Allah ini akan dilaksanakan pada hari bumi diganti dengan bumi yang lain, yang bentuknya tidaklah seperti sekarang yang kita kenal, seperti yang disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui hadis Abu Hazim, dari Sahl ibnu Sa'd yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ عَلٰى اَرْضٍ بَيْضَاءَ عَفْرَاءَ كَقُرْصَةِ النَّقِيِّ لَيْسَ فِيْهَا مَعْلَمٌ لِاَحَدٍ}
{#"Kelak manusia di hari kiamat akan dihimpunkan di bumi yang putih lagi tandus seperti perak yang putih bersih, tiada suatu tanda pun bagi seseorang padanya."#}
Pertanyaan Siti Aisyah
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abu Addi dari Daud, dari Asy-Sya'bi, dari Masruq, dari Aisyah yang mengatakan bahwa ia adalah orang yang mula-mula bertanya kepada Rasulullah SAW tentang makna firman-Nya berikut ini: {#(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (begitu pula) langit#}. (Ibrahim, [14:48]) Ia bertanya kepada Rasulullah SAW, "Di manakah manusia pada saat itu, wahai Rasulullah?" Rasulullah SAW menjawab, "Di atas sirat."
Hadis Abu Salam
Imam Muslim meriwayatkan hadis ini secara munfarid tanpa Imam Bukhari, begitu pula Imam Turmuzi dan Imam Ibnu Majah melalui hadis Daud ibnu Abu Hindun dengan sanad yang sama. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih. Imam Ahmad meriwayatkannya pula dari Affan, dari Wuhaib, dari Daud dan Asy-Sya'bi, dari Siti Aisyah tanpa menyebutkan Masruq (dalam sanadnya).
Hadis Qatadah
Qatadah telah meriwayatkan dari Hissan ibnu Bilal Al-Muzani, dari Siti Aisyah RA, bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang makna firman-Nya: {#(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit.#} (Ibrahim, [14:48]) Bunyi pertanyaannya ialah, "Wahai Rasulullah, di manakah manusia pada saat itu?" Rasulullah SAW menjawab: "Sesungguhnya kamu menanyakan sesuatu kepadaku suatu pertanyaan yang belum pernah diajukan oleh seorang pun dari kalangan umatku. Pada saat itu manusia berada di atas jembatan neraka."
Hadis Ibnu Abbas
Imam Ahmad meriwayatkan melalui hadis Habib ibnu Abu Umrah, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Siti Aisyah telah menceritakan kepadanya bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang makna firman-Nya: {#Padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya.#} (Az-Zumar, [39:67]) Siti Aisyah mengatakan, "Di manakah manusia pada hari itu, wahai Rasulullah?" Rasulullah SAW bersabda, "Mereka berada di pinggir neraka Jahannam."
Hadis Ibnu Jarir
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Ja'd, telah menceritakan kepada kami Al-Qasim; ia mendengar Al-Hasan mengatakan bahwa Siti Aisyah RA pernah bertanya tentang makna firman-Nya: {#(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain.#} (Ibrahim, [14:48]) "Dimanakah manusia pada hari itu, wahai Rasulullah?" Rasulullah SAW menjawab, "Sesungguhnya ini adalah suatu pertanyaan yang belum pernah diajukan oleh seorang pun. Hai Aisyah, mereka pada hari itu berada di atas sirat."
Hadis Imam Ahmad
Imam Ahmad meriwayatkannya dari Affan, dari Al-Qasim ibnul Fadl, dari Al-Hasan dengan sanad yang sama.
Hadis Imam Muslim
Imam Muslim ibnul Hajjaj mengatakan di dalam kitab Sahih-nya bahwa telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Ali Al-Hilwani, telah menceritakan kepadaku Abu Taubah Ar-Rabi' ibnu Nafi', telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah ibnu Salam, dari Zaid (saudaranya). Ia pernah mendengar Abu Salam mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abu Asma Ar-Rahbi; Sauban maula Rasulullah SAW pernah menceritakan kepadanya bahwa ketika ia sedang berdiri dihadapan Rasulullah SAW, datanglah seorang ulama Yahudi kepada Rasulullah SAW, lalu berkata, "Semoga kesejahteraan atas dirimu, hai Muhammad." Maka aku (Sauban) mendorongnya dengan dorongan yang cukup kuat sehingga hampir saja ia terjatuh karena doronganku. Lalu ia berkata kepadaku, "Mengapa kamu mendorongku?" Aku menjawab, "Mengapa tidak-kamu katakan, Wahai Rasulullah?" Orang Yahudi itu berkata, "Sesungguhnya aku memanggilnya dengan nama yang diberikan oleh orang tuanya." Maka Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya namaku Muhammad, itulah nama yang diberikan kepadaku oleh orang tuaku." Orang Yahudi itu berkata, "Saya datang kepadamu untuk bertanya." Rasulullah SAW bersabda, "Apakah ada manfaatnya bila saya katakan sesuatu kepadamu?" Orang Yahudi itu menjawab, "Saya akan mendengarnya dengan baik." Maka Rasulullah SAW mengetuk-ngetukan tongkat kayu yang ada di tangannya dan bersabda, "Bertanyalah." Orang Yahudi mengatakan, "Di manakah manusia berada pada hari bumi diganti dengan bumi yang lain dan begitu pula langit?" Rasulullah SAW bersabda: "Mereka berada di dalam kegelapan sebelum jembatan (sirat)." Orang Yahudi itu bertanya. "Siapakah manusia yang mula-mula melewatinya?" Rasulullah SAW menjawab: "Orang-orang yang fakir dari kalangan Muhajirin." Orang Yahudi itu berkata, "Apakah hadiah makanan mereka di saat mereka memasuki surga?" Rasulullah SAW menjawab: "Lebihan hati ikan Nun." Orang Yahudi itu bertanya lagi, "Lalu apakah makanan mereka sesudahnya?" Rasulullah SAW menjawab: "Disembelihkan buat mereka sapi jantan surga yang makanannya mengambil dari pinggiran-pinggiran surga (yakni digembalakan di pinggiran surga)." Orang Yahudi itu bertanya lagi, "Lalu apakah minuman mereka setelah makan makanan tersebut?" Rasulullah SAW bersabda: "Dari mata air yang ada di dalam surga yang disebut Salsabila." Orang Yahudi itu berkata, "Engkau benar." Lalu ia berkata lagi, "Saya datang kepadamu untuk menanyakan sesuatu yang tiada seorang penduduk bumi pun mengetahui jawabannya kecuali seorang nabi atau seseorang atau dua orang." Rasulullah SAW balik bertanya, "Apakah ada manfaatnya bila aku katakan kepadamu?" Orang Yahudi itu berkata, "Saya akan mendengarnya dengan baik." Orang Yahudi itu mengajukan pertanyaannya, "Saya datang kepadamu untuk menanyakan tentang anak." Rasulullah SAW bersabda: "Mani laki-laki putih dan mani perempuan kuning, apabila ke duanya berkumpul, lalu mani lelaki mengalahkan air mani perempuan, maka dengan seizin Allah anaknya menjadi lelaki. Dan apabila air mani perempuan mengalahkan air mani laki-laki, maka dengan seizin Allah anaknya menjadi perempuan." Maka orang Yahudi itu berkata. "Engkau benar, dan sesungguhnya engkau adalah seorang nabi." Lalu lelaki Yahudi itu pergi. Dan Rasulullah SAW bersabda. "Sesungguhnya orang ini telah menanyakan kepadaku pertanyaan yang tiada pengetahuan bagiku tentangnya barang sedikit pun, seandainya tidak ada utusan dari Allah yang memberitahukannya kepadaku (tentang jawabannya)."
Hadis Abu Ja'far ibnu Jarir At-Tabari
Abu Ja'far ibnu Jarir At-Tabari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Auf, telah menceritakan kepada kami Abul Mugirah, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Maryam, telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Sauban Al-Kala'i, dari Abu Ayyub Al-Ansari, bahwa seorang pendeta Yahudi bertanya kepada Nabi SAW tentang makna firman Allah SWT: {#(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit.#} (Ibrahim, [14:48]) Ia berkata, "Di manakah manusia pada saat itu?" Maka Rasulullah SAW menjawab, "(Mereka) adalah tamu-tamu Allah, maka hal itu amatlah mudah bagi Allah dengan kekuasaan yang ada di sisi-Nya."
Hadis Ibnu Abu Hatim
Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya melalui hadis Abu Bakar ibnu Abdullah ibnu Abu Maryam dengan sanad yang sama.
Hadis Syu'bah
Syu'bah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq bahwa ia telah mendengar dari Amr ibnu Maimun. Barangkali dia mengatakan bahwa Abdullah (Ibnu Mas'ud) berkata, dan barangkali dia tidak menyebutnya. Lalu saya bertanya kepadanya, "Apakah dia menerimanya dari Abdullah?" Ia mengatakan bahwa ia pernah mendengar Amr ibnu Maimun mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain.#} (Ibrahim, [14:48]) Bahwa bumi yang lain itu warnanya putih seperti perak lagi bersih, tidak pernah dialirkan darah padanya dan tidak pernah dilakukan suatu dosapun padanya. Pandangan mereka menembus jauh dan suara juru penyeru kedengaran oleh mereka, mereka dalam keadaan tidak beralas kaki dan telanjang, seperti keadaan mereka ketika diciptakan (dilahirkan). Perawi mengatakan, ia menduganya mengatakan bahwa mereka dalam keadaan berdiri, hingga keringat mereka sampai pada mulut mereka.
Hadis Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar
Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telab menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Ubaid ibnu Uqail, telah menceritakan kepada kami Sahl ibnu Hammad Abu Gayyas, telah menceritakan kepada kami Jarir ibnu Ayyub, dari Abu Ishaq, dari Amr ibnu Maimun, dari Abdullah, dari Nabi SAW sehubungan dengan makna firman Allah: {#(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain.#} (Ibrahim, [14:48]) Nabi SAW bersabda, "Bumi yang putih, tidak pernah dialirkan darah padanya, tidak pernah pula dilakukan suatu dosa pun padanya."
Hadis Ibnu Jarir
Kemudian Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah ibnu Hisyam, dari Sinan, dari Jabir Al-Ju'fi, dari Abu Jabirah, dari Zaid yang telah menceritakan bahwa Rasulullah SAW mengirimkan utusan kepada orang-orang Yahudi, lalu beliau bertanya (kepada para sahabatnya), "Tahukah kalian mengapa saya mengirimkan utusan kepada mereka?" Para sahabat menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau mengirimkan utusannya kepada mereka untuk menanyakan tentang firman-Nya: {#(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain.#} (Ibrahim, [14:48]) Sesungguhnya pada waktu itu bumi berwarna putih seperti perak. Setelah utusan Nabi SAW datang kepada orang-orang Yahudi, lalu para utusan itu menanyakan hal tersebut. Mereka (orang-orang Yahudi) menjawab bahwa saat itu bumi berwarna putih seperti perak.
Hadis Ali, Ibnu Abbas, Anas Ibnu Malik, dan Mujahid ibnu Jubair
Hal yang sama telah diriwayatkan dari Ali, Ibnu Abbas, Anas Ibnu Malik, dan Mujahid ibnu Jubair, bahwa kelak di hari kiamat bumi akan diganti dengan bumi dari perak.
Hadis Ar-Rabi'
Ar-Rabi' telah meriwayatkan dari Abul Aliyah, dari Ubay ibnu Ka'b yang mengatakan bahwa langit akan menjadi gelap gulita. Abu Ma'syar telah meriwayatkan dari Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi, dari Muhammad ibnu Qais sehubungan dengan makna firman-Nya: {#(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain.#} (Ibrahim, [14:48]) Bahwa bumi menjadi roti, orang-orang mukmin dapat makan dari bawah kaki mereka.
Hadis Waki'
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Waki', dari Umar ibnu Bisyr Al-Hamdani, dari Sa'id ibnu Jubair, yakni sehubungan dengan makna firman-Nya: {#(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain.#} (Ibrahim, [14:48]) Bahwa bumi diganti dengan roti yang putih, orang mukmin dapat makan dari bawah telapak kakinya.
Hadis Al-A'masy
Al-A'masy telah meriwayatkan dari Khaisam yang mengatakan, "Abdullah ibnu Mas'ud pernah mengatakan bahwa bumi pada hari kiamat semuanya berupa api, dan surga ada di belakangnya, kelihatan isi dan perhiasannya, sedangkan manusia ditenggelamkan oleh keringatnya. Keringat mereka telah menenggelamkan mereka, sedangkan mereka masih belum menjalani hisab.
Hadis Al-A'masy
Al-A'masy telah meriwayatkan pula dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Qais ibnus Sakan yang mengatakan bahwa Abdullah Ibnu Mas'ud pernah berkata, "Di hari kiamat kelak seluruh bumi menjadi api, di belakangnya terdapat surga, isi dan perhiasannya kelihatan. Demi Tuhan yang jiwa Abdullah berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya seorang lelaki benar-benar mengucurkan keringatnya, sehingga menenggelamkan telapak kakinya, lalu keringatnya naik sampai ke hidungnya, padahal hisab masih belum dijalaninya." Mereka bertanya, "Mengapa demikian, wahai Abu Abdur Rahman (nama panggilan Ibnu Mas'ud)?" Ibnu Mas'ud menjawab, "Hal itu terjadi karena pemandangan dan peristiwa yang mereka alami."
Hadis Abu Ja'far Ar-Razi
Abu Ja'far Ar-Razi telah meriwayatkan dari Ar-Rabi' ibnu Anas, dari Ka'b, sehubungan dengan makna firman-Nya: {#(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain, dan (begitu
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.