Makna kata
Qāla (قَالَ) adalah kata kerja yang berarti "berkata" atau "mengatakan".
Lam (لَمْ) adalah kata bantu yang berarti "tidak pernah" atau "sekali-kali tidak".
Akun (أَكُن) adalah kata kerja yang berarti "akan" atau "sangat".
Lisujud (لِأَسْجُدَ) adalah kata kerja yang berarti "sujud" atau "menyembah".
Li (لِ) adalah kata bantu yang berarti "kepada" atau "untuk".
Bashir (بَشَرٍ) adalah kata benda yang berarti "manusia" atau "mahluk".
Khalaqta (خَلَقْتَهُۥ) adalah kata kerja yang berarti "menciptakan" atau "mengadakan".
Min (مِنْ) adalah kata bantu yang berarti "dari" atau "dari antara".
Salasal (صَلْصٰلٍ) adalah kata benda yang berarti "tanah liat kering" atau "lumpur hitam".
Hamain (حَمَإٍ) adalah kata benda yang berarti "lumpur hitam" atau "tanah liat kering".
Mansun (مَسْنُونٍ) adalah kata benda yang berarti "diberi bentuk" atau "dibentuk".
Makna ayat
Ayat ini menjelaskan bahwa Iblis tidak akan sujud kepada manusia karena dia tidak percaya bahwa manusia diciptakan dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam.
Pelajaran dari ayat
Ayat ini menunjukkan bahwa Iblis memiliki anggapan yang salah tentang penciptaan manusia dan bahwa dia tidak percaya bahwa manusia diciptakan dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam.
Anggapan Iblis
Iblis memiliki anggapan bahwa manusia diciptakan dari unsur yang lebih mulia yaitu api, daripada unsur penciptaan Adam.
Perbandingan antara Iblis dan Adam
Iblis dan Adam memiliki perbedaan dalam hal penciptaan dan kepercayaan. Iblis tidak percaya bahwa manusia diciptakan dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam, sedangkan Adam percaya bahwa dia diciptakan dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam.