Makna kata
(ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا) dharaballahu matsalaa : “Allah membuat sebuah permisalan” yaitu seorang hamba sahaya....sampai akhir ayat.
(عَبۡدٗا مَّمۡلُوكٗا) ‘abdam mamluukaa : “seorang hamba sahaya” bukan orang yang merdeka, bahkan budak milik orang lain.
(هَلۡ يَسۡتَوُۥنَۚ) hal yastawuun : “apakah mereka semua sama?” yaitu seorang budak yang tidak punya kekuatan dan orang yang bebas? Tentu jawabannya adalah tidak.
Makna ayat
Konteks pembahasan masih mengenai penegasan tauhid serta ajakan kepadanya dan penjelasan kebatilan syirik dan peringatan dari hal itu. Telah lalu, bahwa Allah ta’ala menghukumi kaum musyrikin dengan kebodohan karena mereka menjadikan untuk-Nya tandingan-tandingan, sedangkan Dia tidak memiliki tandingan atau yang setara dengan-Nya. Pada ayat ini, Allah membuat dua permisalan, Dia-lah Yang Maha Mengetahui dan Maha Teliti. Yang pertama; Allah ta’ala berfirman : “Allah membuat sebuah permisalan seorang hamba sahaya” bukan orang yang merdeka “tidak mampu berbuat sesuatu” karena dia adalah seorang budak yang tidak bisa mengatur harta majikannya kecuali atas izinnya. Oleh karena itu ia tidak mampu memberi atau menahan sesuatu. Ini adalah awal dari permisalan. Kemudian yang kedua “antara orang yang telah Kami beri rezeki yang baik” yang baik dan luas “dan dia bisa berinfak dengannya baik terang-terangan atau bersembunyi.” Siang atau malam, karena ia bebas mengatur hartanya, karena posisinya sebagai pemilik. “apakah keduanya sama?” jawabannya adalah: tidak sama. Oleh karena itu “Segala puji bagi Allah, namun kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.” Permisalan ini sebagai perbandingan antara seorang mukmin dan kafir. Orang kafir adalah tawanan dan budak bagi berhala-berhala, tidak mengetahui yang baik, tidak pula mengingkari yang buruk, tidak beramal karena Allah, tidak berinfak karena ia tidak beriman dengan hari akhir dan balasan pada hari itu. Adapun seorang mukmin, ia adalah orang yang merdeka, beramal ketaatan kepada Allah, berinfak di jalan Allah terang-terangan atau dengan sembunyi mengharap hari akhir dan balasan dari Allah, orang yang beriman memiliki ilmu, ia tidak takut kecuali kepada Allah dan tidak mengharap kecuali kepada-Nya subhanahu wa ta’ala.
Pelajaran dari ayat
- Bolehnya membuat permisalan. Yaitu menyamakan keadaan suatu dengan yang lain, dengan syarat orang yang membuat permisalan itu paham akan permisalan itu.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.