Makna Tanda Malam dan Siang Hari
Allah menganugerahkan kepada makhluk-Nya tanda-tanda kekuasaan-Nya yang Mahabesar, antara lain perbedaan malam dan siang hari, supaya mereka beristirahat dengan tenang di malam hari, sedangkan di siang harinya mereka bertebaran untuk mencari penghidupan, bekerja, dan berkarya serta melakukan perjalanan. Dengan adanya perbedaan itu mereka mengetahui bilangan hari, minggu, bulan, dan tahun. Dan agar mereka mengetahui berlalunya masa yang telah ditetapkan untuk pembayaran utang, juga waktu ibadah, muamalat, sewa-menyewa serta lain-lainnya.
Ayat Al-Qur'an
Firman-Nya yang menyebutkan tentang tanda malam dan siang hari adalah:
{لِتَبْتَغُوْا فَضْلًا مِّنْ رَّبِّكُمْ}
{#agar kalian mencari karunia dari Tuhan kalian.#} (Al-Isra, [17:12])
Yakni dalam kerja kalian dan misi perjalanan kalian serta hal-hal lainnya yang semisal.
{وَلِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَ}
{#dan supaya kalian mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan.#} (Al-Isra, [17:12])
Penjelasan Ibnu Juraih
Ibnu Juraih telah meriwayatkan dari Abdullah ibnu Kasir sehubungan dengan makna firman-Nya: {#lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang.#} (Al-Isra, [17:12]) Bahwa yang dimaksud dengan tanda malam ialah gelapnya malam hari, sedangkan yang dimaksud dengan tanda siang hari ialah terangnya siang hari.
Penjelasan Mujahid
Mujahid mengatakan, yang dimaksud ialah bercak-bercak hitam yang ada pada rembulan, dan memang demikianlah keadaannya sejak Allah menciptakannya.
Penjelasan Ibnu Abbas
Ibnu Abbas pernah mengatakan, "Dahulu rembulan bersinar seperti matahari bersinar, dan rembulan itu adalah tanda malam hari, sedangkan matahari adalah tanda siang hari. Bercak hitam yang ada pada rembulan.
Penjelasan Abu Ja'far ibnu Jarir
Abu Ja'far ibnu Jarir telah meriwayatkan melalui berbagai jalur yang baik, bahwa Ibnul Kawa pernah bertanya kepada Amirul Mu'minin Ali ibnu Abu Talib RA Untuk itu ia berkata, "Hai Amirul Mu'minin, apakah bercak hitam yang ada pada rembulan itu?" Khalifah Ali RA menjawab, "Celakalah kamu, tidakkah kamu pernah membaca firman Allah SWT yang menyebutkan: {#lalu Kami hapuskan tanda malam.#} (Al-Isra, [17:12])" Maka itulah yang dimaksud dengan penghapusannya.
Penjelasan Qatadah
Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#lalu Kami hapuskan tanda malam hari.#} (Al-Isra, [17:12]) Kami dahulu selalu memperbincangkan bahwa penghapusan tanda malam hari ialah bercak hitam yang ada pada rembulan. {#dan Kami jadikan tanda siang itu terang.#} (Al-Isra, [17:12]) Yakni terang benderang. Lalu Allah menciptakan matahari yang bentuk dan sinarnya jauh lebih terang serta lebih besar daripada rembulan.
Penjelasan Ibnu Abu Nujaih
Ibnu Abu Nujaih telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda.#} (Al-Isra, [17:12]) Yaitu silih bergantinya siang dan malam hari, sejak Allah menciptakan keduanya.
Ayat Al-Qur'an Lainnya
Firman-Nya yang menyebutkan tentang tanda malam dan siang hari adalah:
{تَبٰرَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِى السَّمَاۤءِ بُرُوْجًا وَّجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَّقَمَرًا مُّنِيْرًا وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ اَرَادَ اَنْ يَّذَّكَّرَ اَوْ اَرَادَ شُكُوْرًا}
{#Mahasuci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.#} (Al-Furqan, [25:61]-[25:62])
{يُكَوِّرُ الَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى الَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَجَلٍ مُّسَمًّى اَلَا هُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ}
{#Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah, Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.#} (Az-Zumar, [39:5])
{فَالِقُ الْاِصْبَاحِ وَجَعَلَ الَّيْلَ سَكَنًا وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَانًا ذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ}
{#Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.#} (Al-An'am, [6:96])
{وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَاِذَا هُمْ مُّظْلِمُوْنَ وَالشَّمْسُ تَجْرِيْ لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ}
{#Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.#} (Yasin, [36:37]-[36:38])
{هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاۤءً وَّالْقَمَرَ نُوْرًا وَّقَدَّرَهٗ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللّٰهُ ذٰلِكَ اِلَّا بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ اِنَّ فِى اخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ اللّٰهُ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَّقُوْنَ}
{#Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.#} (Yunus, [10:5]-[10:6])
{يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْاَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيْتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ}
{#Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji#} (Al-Baqarah, [2:189]), hingga akhir ayat.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.