Makna Ayat
Dalam keterangan yang lalu telah disebutkan bahwa anak itu bernama Haisur.
Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dari Ubay ibnu Ka'b, dari Nabi SAW yang telah bersabda, disebutkan: "Anak yang dibunuh oleh Khidir telah ditetapkan sejak penciptaannya sabagai orang kafir."
Ibnu Jarir telah meriwayatkannya dari hadis Ishaq, dari Sa'id, dari Ibnu Abbas dengan sanad yang sama.
Allah SWT menyebutkan dalam firmanNya:
{فَكَانَ اَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِيْنَآ اَنْ يُّرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَّكُفْرًا}
{#maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong keduanya mengikuti kekafiran.#} (Al-Kahfi, [18:80])
Yakni cinta keduanya kepada anaknya ini akan mendorong keduanya mengikuti kekafiran si anak di masa mendatang.
Pelajaran dari Ayat
Qatadah mengatakan bahwa kedua orang tua si anak merasa gembira saat kelahiran si anak, dan keduanya merasa sedih terhadapnya saat ia dibunuh. Seandainya anak itu dibiarkan hidup, tentulah akan mendorong keduanya kepada kebinasaan. Karena itu, tersimpulkan suatu pelajaran dari kisah ini bahwa hendaklah seseorang rela dengan takdir Allah, karena sesungguhnya takdir Allah untuk orang-orang mukmin dalam hal yang tidak disukai mengandung kebaikan, lebih baik daripada takdir Allah untuk mereka dalam hal yang disukai.
Makna Hadis
Di dalam sebuah hadis telah disebutkan:
{لَا يَقْضِيَ اللّٰهُ لِلْمُؤْمِنِ قَضَاءً اِلَّا كَانَ خَيْرًا لَهٗ}
{#Tiada suatu takdir pun yang diterima oleh seorang mukmin, melainkan takdir itu adalah lebih baik baginya.#}
Makna Firman Allah
Di dalam sebuah firman Allah SWT disebutkan:
{وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ}
{#Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian.#} (Al-Baqarah, [2:216])
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.