Firman Allah SWT
{حَتّٰٓى اِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ}
{#Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung.#} (Al-Kahfi, [18:93])
AS-SADDAIN
AS-SADDAIN artinya dua buah bendungan, makna yang dimaksud ialah dua buah gunung yang berdampingan, sedangkan di tengah-tengahnya terdapat celah yang memisahkan di antara keduanya. Dari celah itulah Ya-juj dan Mu-juj memasuki dunia manusia, menyerang negeri Turki serta menimbulkan banyak kerusakan padanya, hewan ternak, dan tanam-tanaman.
Ya-juj dan Ma-juj
Ya-juj dan Ma-juj adalah keturunan Bani Adam, seperti yang disebutkan di dalam hadis kitab Sahihain:
"Sesungguhnya Allah SWT berfirman, "Hai Adam!". Adam menjawab, "Labbaika wasa'daika."Allah berfirman, "Kirimkanlah rombongan ke neraka!" Adam bertanya, "Berapa orangkah yang dikirimkan ke neraka?"Allah SWT berfirman, "Dari setiap seribu orang yang sembilan ratus sembilan puluh sembilannya ke neraka, sedangkan yang seorang dikirimkan ke surga." Maka pada saat itulah anak kecil beruban (karena susah dan tekanan hari itu), dan setiap wanita yang mengandung mendadak melahirkan kandungannya (karena terkejut dengan peristiwa hari kiamat). Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya di antara kalian terdapat dua umat, tidak sekali-kali mereka berada pada sesuatu, melainkan menjadikannya golongan mayoritas, yaitu Ya-juj dan Ma-juj."
Asal Usul Ya-juj dan Ma-juj
Imam Nawawi rahimahullah telah meriwayatkan di dalam kitab Syarah Muslim-nya dari sebagian orang-orang, bahwa Ya-juj dan Ma-juj diciptakan dari air mani yang dikeluarkan oleh Nabi Adam, kemudian air mani itu bercampur dengan tanah (pasir), maka mereka diciptakan darinya.
Dengan demikian, berarti mereka diciptakan dari Adam saja, tanpa ibu Hawa; pendapat ini garib sekali. Kemudian tidak ada dalil yang menguatkannya, baik ditinjau dari rasio maupun dalil naqli. Tidak boleh dijadikan pegangan dalam hal ini apa yang diriwayatkan dari sebagian dari Ahli Kitab, karena di dalam kitab mereka banyak kisah yang telah dirubah dan dibuat-buat.
Keturunan Nuh
Di dalam kitab Musnad Imam Ahmad disebutkan melalui Samurah, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{وَلَدُ نُوْحٌ ثَلَاثَةً: سَامٌ اَبُو الْعَرَبِ وَحَامٌ اَبُو السُّوْدَانِ وَيَافِثُ اَبُو التُّرْكِ}
{#"Nuh melahirkan tiga orang anak, yaitu Sam kakek moyang bangsa Arab, Ham kakeg moyang bangsa orang yang berkulit hitam, dan Yafis kakeg moyang bangsa Turki."#}
Sebagian ulama mengatakan bahwa Ya-juj dan Ma-juj berasal dari keturunan Yafis kakeg moyangnya bangsa Turki. Disebutkan bahwa sesungguhnya sebutan nama Turki bagi mereka karena mereka ditinggalkan di belakang bendungan tersebut, yakni dikucilkan dari dunia ramai. Sebab pada kenyataannya Ya-juj dan Ma-juj masih serumpun dengan bangsa Turki, hanya saja Ya-juj dan Ma-juj berwatak angkara murka, suka merusak, dan mempunyai keberanian yang luar biasa.
Perjalanan Zulqarnain
Sehubungan dengan hal ini Ibnu Jarir telah meriwayatkan sebuah asar yang cukup panjang lagi aneh isinya. Di dalamnya disebutkan tentang perjalanan Zulqarnain dan pembangunan bendungan yang dilakukannya serta semua kejadian yang dialaminya, di dalamnya terkandung banyak hal yang aneh lagi tidak rasional menyangkut bentuk, sifat, tinggi, dan pendek kaum-kaum yang dijumpainya serta telinga mereka. Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan dari ayahnya sehubungan dengan hal ini hadis-hadis yang garib, tidak sahih sanadnya.
Firman Allah SWT
{وَجَدَ مِنْ دُوْنِهِمَا قَوْمًا لَّا يَكَادُوْنَ يَفْقَهُوْنَ قَوْلًا}
{#dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.#} (Al-Kahfi, [18:93]) karena bahasa mereka asing dan mereka jauh dari keramaian manusia.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.