Surat Al-Kahfi ayat 92
Yakni dari timur menuju utara.
ṡumma atba‘a sababā
Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).
Yakni dari timur menuju utara.
92-94. Kemudian Dzulkarnain menuju tempat didirikannya benteng dengan mengikuti jalan yang telah dimudahkan Allah baginya, hingga dia sampai pada dua gunung tinggi yang menghalangi tempat dibelakangnya.
Di sana dia mendapati kaum yang hampir tidak dapat memahami perkataan Dzulkarnain dan para pengikutnya. Mereka meminta pertolongan kepada Dzulkarnain: “Ya’juj dan Ma’juj -keduanya adalah dua kabilah besar dari golongan manusia- membuat kerusakan di muka bumi dengan membunuh dan merampas harta, bagaimana jika kami mengumpulkan harta kami sebagai upah bagimu untuk membuatkan kami benteng yang menghalangi kami dari mereka?”
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tidak ada teks untuk di-format. Silakan masukkan teks yang ingin Anda format menjadi Markdown.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Kemudian dia melintasi jalan ketiga yang berbeda dengan arah timur dan barat, dia mengambil jalan dari selatan menuju ke utara
Allah SWT berfirman menceritakan tentang kisah Zulqarnain:
{ثُمَّ اَتْبَعَ سَبَبًا}
{#kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).#} (Al-Kahfi, [18:92])
Yakni dia menempuh jalan lain dari belahan timur bumi.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang Dzulqarnain: (kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi)) yaitu dia menempuh suatu jalan dari belahan bumi timur hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung yaitu dua buah gunung yang berdampingan, dan di antara keduanya terdapat celah tempat keluarnya Ya’juj dan Ma'juj menuju negeri manusia, sehingga mereka menimbulkan banyak kerusakan dan menghancurkan hewan ternak, dan tanam-tanaman. Ya'juj dan Ma'juj adalah keturunan nabi Adam sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim,”Sesungguhnya Allah SWT berfirman,"Wahai Adam!". lalu nabi Adam menjawab,"Aku penuhi panggilanMu dan Aku bagaia denganMu” Allah berfirman, "Kirimkanlah utusan ke neraka!" nabi Adam bertanya,"Berapa orang yang dikirimkan ke neraka?” Allah SWT berfirman,"Dari setiap seribu orang ada sembilan ratus sembilan puluh sembilan, sedangkan sisanya yang satu orang ke surga” Maka saat itulah anak kecil beruban, dan setiap wanita yang mengandung mendadak melahirkan kandungannya. Lalu difirmankan,"Sesungguhnya di antara kalian terdapat dua umat, tidak sekali-kali mereka berada pada sesuatu, melainkan menjadikannya golongan mayoritas, yaitu Ya'juj dan Ma'juj.”
Firman Allah SWT: (dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan) yaitu karena asingnya bahasa mereka dan jauhnya jarak mereka dari manusia (Mereka berkata, "Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu (upeti)) yaitu, mereka bermaksud mengumpulkan harta di antara mereka sehingga menjadi benteng antara dia dan mereka. Lalu Dzulqarnain menjawab dengan penuh hormat, menunjukkan pemahaman keagamaannya, keshalihannya, dan tujuan baiknya: (Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik) yaitu sesungguhnya sesuatu yang diberikan Allah kepadaku berupa kerajaan dan kedudukan itu lebih baik daripada harta yang kalian kumpulkan. sebagaimana apa yang dikatakan nabi Sulaiman: (Apakah (patut) kalian menolong aku dengan harta? Maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikanNya kepada kalian) (Surah An-Naml: 36) Demikian juga dikatakan oleh Dzulqarnain,"Apa yang ada padaku jauh lebih baik daripada apa yang kalian berikan itu, tetapi aku meminta kepada kalian agar membantuku dengan sekuat tenaga yaitu dengan pekerjaan dan alat untuk membangun kalian (agar aku membuatkan dinding antara kalian dan merek (95), berilah aku potongan-potongan besi (96))
Kata “Az-zubur” adalah bentuk jamak dari “zabrah” yaitu potongan besi. Pendapat ini dikatakan Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah, potongan besi itu sebagai batu bata (Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu) yaitu yaitu disusun satu sama lain mulai dari pondasinya hingga sama dengan puncak kedua bukit tingginya (berkatalah Dzulqarnain, "Tiuplah (api itu)”) yaitu nyalakanlah api untuk membakarnya, sehingga dinding besi itu menjadi api (dia pun berkata, "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu”) Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Adh-Dhahhak, Qatadah, dan As-Suddi berkata bahwa itu adalah tembaga. Sebagian dari mereka menambahkan bahwa itu adalah tembaga yang dilelehkan, berdasarkan firman Allah: (dan Kami alirkan cairan tembaga baginya) (Surah Saba: 12) Oleh karena itu diserupakan dengan kain yang bergaris.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Kemudian dia menempuh suatu jalan yang lain lagi).
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Kemudian Dzû al-Qarnain berjalan lagi--dengan bantuan cara-cara mencapai kesuksesan yang telah disediakan oleh Allah--menelusuri jalan antara timur dan barat.
Setelah berhasil menguasai kawasan timur, Zulkarnain melanjutkan perjalanannya.
Kemudian dia menempuh suatu jalan menuju daerah yang lain lagi.
Para ulama menyebutkan bahwa jika sebelumnya Dzulqarnain berjalan ke arah timur dan barat, maka selanjutnya dia berjalan di daerah kekuasaannya dan Allah subhanahu wa ta'ala tidak menyebutkan ke arah mana Dzulqarnain berjalan, bisa jadi dia berjalan ke arah vertikal yaitu ke utara atau ke selatan, intinya dia berjalan vertikal. Akhirnya tibalah dia di daerah kekuasaan juga yang berada di antara dua buah gunung-gunung yang tinggi. Di balik gunung tersebut, dia mendapati satu kaum yang hampir-hampir tidak bisa paham pembicaraan. Dalam qiraah yang lain لَا يَكَادُونَ يُفْقِهُونَ قَوْلًا “suatu kaum yang hampir tidak pandai berbicara dan tidak pandai dalam memahami pembicaraan orang lain”. Para ulama mengatakan bahwa bisa jadi bahasanya beda dengan bahasa Dzulqarnain. Lantas bagaimana Dzulqarnain bicara dengan mereka?. Bisa jadi Allah mengilhamkan ilmu kepada Dzulqarnain sehingga dia mengerti bahasa mereka, atau Dzulqarnain memiliki penerjemah yang bisa menerjemahkan antara Dzulqarnain dengan mereka(358 ). Tentunya semua hal itu mudah bagi Allah Subhanahu wa ta'ala, karena Dzulqarnain adalah seorang raja yang hebat, memiliki anak buah yang banyak dan daerah kekuasaan yang sangat luas, sehingga bisa jadi ada penerjemah atau Allah menjadikan ilmu bagi Dzulqarnain untuk bisa berbicara dengan mereka.
Kaum yang ditemui oleh Dzulqarnain tersebut ternyata mengeluh kepada Dzulqornain, mereka berkata,
Yakni jalan ketiga yang membentang antara timur dan barat.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.