Surat Thaha ayat 13
Di antara kaummu. Hal ini merupakan nikmat besar yang diberikan Allah kepadanya yang menghendaki untuk disyukuri.
Karena
ia merupakan dasar agama dan penopang dakwah Islamiyyah.
wa anakhtartuka fastami‘ limā yūḥā
Dan Aku telah memilih engkau, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).
Di antara kaummu. Hal ini merupakan nikmat besar yang diberikan Allah kepadanya yang menghendaki untuk disyukuri.
ia merupakan dasar agama dan penopang dakwah Islamiyyah.
Suatu kebanggaan bagimu jika saja kamu menyadarinya!
Dia tuhanmu yang maha Agung, dengan rahmat dan kasih sayang-Nya Ia berbicara kepadamu wahai manusia, Ia berbicara kepadamu melalui al-Qur'an, tidakkah kamu mengetahui apa yang kamu dengarkan? Tuhan semesta alam berbicara kepadamu : فَٱسْتَمِعْ لِمَا يُوحَىٰٓ "maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu)!"
Adakah hati yang mentadabburi hakikat yang luar biasa ini, sehingga ia tidak sujud kepada penciptanya? Tahukan dia bahwa bebatuan dan kerikil ini adalah makhluk yang paling takut kepada Allah?
{ لَوْ أَنزَلْنَا هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُۥ خَٰشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۚ }
"Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah" [Al-Hasyr : 21].
Aku adalah Allah, Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Aku, maka sembahlah Aku Semata dan senantiasa dirikanlah shalat agar kamu selalu mengingat-Ku.”
Aku telah memilihmu menjadi seorang rasul, maka dengarkanlah apa yang Aku wahyukan, untuk kamu ajarkan dan kamu sampaikan kepada kaummu.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Sesungguhnya Aku telah memilihmu, wahai Musa, untuk mengemban risalah-Ku, maka dengarkanlah apa yang diwahyukan kepadamu dari-Ku.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
وَأَنَا اخْتَرْتُكَ "Dan Aku telah memilihmu," maksudnya Aku telah memilih dan menyeleksimu dari orang-orang. Ini merupakan kenikmatan dan karunia paling besar yang Allah curahkan kepadanya, yang menuntut untuk disyukuri dengan semestinya.
Oleh karena itu, Allah berfirman, فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوحَى "Maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu)," maksudnya, arahkan pendengaranmu kepada wahyu yang disampaikan kepadamu. Sesungguhnya sikap itu sudah sepantasnya. Sebab, ia merupakan prinsip agama dan landasannya, serta tiang dakwah Islamiyah.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Aku telah memilihmu memilihmu dengan risalahKu maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan
Adapun firman Allah SWT:
{وَاَنَا اخْتَرْتُكَ}
{#Dan Aku telah memilih kamu.#} (Tha Ha, [20:13])
Ayat ini semakna dengan firman-Nya:
{اِنِّى اصْطَفَيْتُكَ عَلَى النَّاسِ بِرِسٰلٰتِيْ وَبِكَلَامِيْ}
{#Sesungguhnya aku memilih (melebihkan) kamu dari manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku.#} (Al-A'raf, [7:144])
Yaitu melebihkan kamu di atas semua manusia di masanya. Dengan kata lain, dapat pula diartikan bahwa Allah SWT berfirman kepada Musa AS, "Hai Musa, tahukah kamu mengapa Aku mengistimewakan kamu hingga kamu dapat berbicara langsung dengan-Ku, bukan orang lain?" Musa menjawab, "Tidak tahu." Allah berfirman, "Karena sesungguhnya Aku menghargai sikapmu yang rendah diri itu."
Firman Allah SWT:
{فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوْحٰى}
{#Maka dengarkanlah apa yang diwahyukan kepadamu,#} (Tha Ha, [20:13])
Artinya, sekarang dengarkanlah olehmu apa yang Aku firmankan melalui wahyu-Ku kepadamu ini:
{اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠}
{#Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku.#} (Tha Ha, [20:14])
Ini merupakan kewajiban pertama bagi orang-orang mukalaf, yaitu hendaknya ia mengetahui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.
Firman Allah SWT:
{فَاعْبُدْنِيْ}
{#maka sembahlah Aku.#} (Tha Ha, [20:14])
Maksudnya, Esakanlah Aku dan sembahlah Aku tanpa mempersekutukan Aku.
{وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ}
{#dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku.#} (Tha Ha, [20:14])
Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah salatlah kamu untuk mengingat-Ku.
Menurut pendapat lain, maksudnya ialah dirikanlah salat bilamana kamu ingat kepada-Ku.
Makna yang kedua ini diperkuat oleh hadis yang dikemukakan oleh Imam Ahmad. Ia mengatakan telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Mahdi, telah menceritakan kepada kami Al-Musanna ibnu Sa'id, dari Qatadah, dari Anas, dari Rasulullah SAW yang telah bersabda:
{اِذَا رَقَدَ اَحَدُكُمْ عَنِ الصَّلَاةِ اَوْ غَفَلَ عَنْهَا فَلْيُصَلِّهَا اِذَا ذَكَرَهَا فَاِنَّ اللّٰهَ تَعَالٰى قَالَ وَاَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِيْ}
{#Apabila seseorang di antara kalian tertidur hingga meninggalkan salatnya atau lupa kepada salatnya, hendaklah ia mengerjakannya saat mengingatnya. Karena sesungguhnya Allah SWT telah berfirman, "Dirikanlah salat untuk mengingat-Ku."#} (Tha Ha, [20:14])
Di dalam kitab Sahihain disebutkan sebuah hadis melalui sahabat Anas RA, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{مَنْ نَامَ عَنْ صَلَاةٍ اَوْ نَسِيَهَا فَكَفَّارَتُهَا اَنْ يُصَلِّيَهَا اِذَا ذَكَرَهَا لَا كَفَّارَةَ لَهَا اِلَّا ذٰلِكَ}
{#"Barang siapa tidur meninggalkan salat (nya) atau lupa kepadanya, maka kafaratnya ialah mengerjakannya (dengan segera) manakala ingat kepadanya, tiada kafarat lain kecuali hanya itu."#}
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Ayat 11-16
Allah SWT berfirman: (Maka ketika ia datang ke tempat api itu) yaitu api, mendekati api itu (ia dipanggil, "Hai Musa”) Dalam ayat lain: (Diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: "Ya Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah”) (Surah Al-Qashash: 30) Di sini Allah berfirman: (Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu) yaitu Dzat yang berbicara denganmu (maka tanggalkanlah (lepaskanlah) kedua alas kakimu)
Terkait firman Allah (Thuwa) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa itu adalah nama lembah. Demikian juga dikatakan oleh ulama lainnya. Berdasarkan hal ini maka 'athaf disini adalah 'athaf bayan.
Firman Allah: (Dan Aku telah memilih kamu) itu sebagaimana firmanNya: (Sesungguhnya aku memilih (melebihkan) kamu dari manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku) (Surah Al-A'raf: 144) yaitu atas semua manusia yang ada pada masanya
Firman Allah: (Maka dengarkanlah apa yang diwahyukan kepadamu) yaitu sekarang dengarkanlah apa yang Aku firmankan dan Aku wahyukan kepadamu: (Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku) Ini merupakan kewajiban pertama bagi orang-orang mukallaf, yaitu hendaknya mereka mengetahui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah saja, tidak ada sekutu bagiNya.
Firman Allah: (maka sembahlah Aku) yaitu, Esakanlah Aku dan sembahlah Aku tanpa ada sekutu (dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku) Dikatakan bahwa maknanya adalah shalatlah untuk mengingatKu.
Firman Allah: (Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang) yaitu pasti akan datang dan terjadi.
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Aku merahasiakan waktunya) yaitu, Aku tidak akan memperlihatkan tentang waktunya kepada seorang pun selain diriKu.
Ini sebagaimana firmanNya: (Katakanlah, "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah”) (Surah An-Naml: 65)
Allah SWT berfirman: (Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepada kalian melainkan dengan tiba-tiba) (Surah Al-A'raf: 187) yaitu sangat berat pengetahuan tentangnya penghuni langit dan bumi. Firman Allah: (agar tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan) yaitu Aku pasti mengadakannya agar Aku melakukan pembalasan kepada setiap orang sesuai dengan amalnya (Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya (7) Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya (8)) (Surah Az-Zalzalah) dan (sesungguhnya kalian hanya diberi balasan terhadap apa yang telah kalian kerjakan) (Surah Ath-Thur: 16) Firman Allah: (Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan darinya oleh orang yang tidak beriman kepadanya…..) hingga akhir ayat. Makna yang dimaksud adalah bahwa yang diajak bicara di sini adalah setiap orang mukallaf, yaitu, janganlah mengikuti jalan orang yang mendustakan hari kiamat, hanya mengejar kesenangan dan kenikmatan dunia, durhaka kepada Tuhannya, dan mengikuti hawa nafsunya. Maka barangsiapa yang mengikuti mereka atas hal itu, maka dia telah kecewa dan merugi (yang menyebabkan kamu binasa) yaitu kamu akan binasa dan hancur, Allah SWT berfirman: (Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa (11)) (Surah Al-Lail)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Begitu Musa melepas terompahnya, Allah berfirman, "Dan ketahuilah, wahai Musa, sesungguhnya Aku telah memilih engkau sebagai nabi dan rasul untuk memberi peringatan kepada mereka yang ingkar.
Maka, dengarkanlah apa yang akan diwahyukan kepadamu, lalu laksanakanlah untuk memberi pengajaran kepada kaummu.
Ini dalil bahwasanya kenabian adalah pilihan dari Allah ﷻ dan bukan suatu yang didapat dengan cara diusahakan. Allah ﷻ berhak memilih siapa saja untuk dijadikan Rasul.
وَإِذَا جَاءَتْهُمْ آيَةٌ قَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ حَتَّىٰ نُؤْتَىٰ مِثْلَ مَا أُوتِيَ رُسُلُ اللَّهِ ۘ اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ ۗ
“Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata: "Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah ﷻ". Allah ﷻ lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan.” (QS. Al-An’am: 124)
Tidak ada kenabian yang didapatkan dengan cara diusahakan sebagaimana pendapat Ibnu Sina yang mengatakan bahwasanya kenabian bisa didapatkan dengan cara berusaha dengan latihan-latihan khusus dan yang lainnya. Perkataan ini tidak benar, karena Nabi Musa tidak pernah berlatih untuk menjadi nabi tiba-tiba menjadi nabi. Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah berlatih untuk menjadi nabi tiba-tiba menjadi nabi. Oleh karenanya ketika beliau ﷺ didatangi Malaikat Jibril beliau ketakutan dan tidak menyangka akan diangkat menjadi seorang Nabi. Intinya kenabian adalah pilihan Allah ﷻ, sebagaimana firman Allah ﷻ dalam ayat ini,
وَأَنَا اخْتَرْتُكَ فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوحَىٰ
“Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).”
Ini adalah kenikmatan yang luar biasa, karena di antara sekian banyak manusia Allah ﷻ memilih Nabi Musa menjadi utusan Allah ﷻ.
Untuk menjadi seorang rasul.
فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوحَىٰٓ (maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu))
Dengarkan dengan penuh persiapan dan pemahaman.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.