Surat Thaha ayat 39
Maksudnya, setiap orang yang memandang Nabi Musa ‘alaihis salam akan merasa sayang kepadanya.
aniqżi fīhi fit-tābūti faqżi fīhi fil-yammi falyulqihil-yammu bis-sāḥili ya'khużhu ‘aduwwul lī wa ‘aduwwul lah, wa alqaitu ‘alaika maḥabbatam minnī, wa lituṣna‘a ‘alā ‘ainī
(yaitu), letakkanlah dia (Musa) di dalam peti, kemudian hanyutkanlah dia ke sungai (Nil), maka biarlah (arus) sungai itu membawanya ke tepi, dia akan diambil oleh (Fir'aun) musuh-Ku dan musuhnya. Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku.
Maksudnya, setiap orang yang memandang Nabi Musa ‘alaihis salam akan merasa sayang kepadanya.
Air merupakan salah satu ciptaan Allah, Ia memerintahkannya untuk menyelamatkan Musa : { فَلْيُلْقِهِ ٱلْيَمُّ بِٱلسَّاحِلِ } "maka pasti sungai itu membawanya ke tepi" dan Ia juga memerintahkannya untuk menenggelamkan musuh-Nya yaitu Fir'aun : { فَأَغْرَقْنَٰهُمْ فِى ٱلْيَمِّ } "maka Kami tenggelamkan mereka di laut" [ Al-A'raf : 136 ] semua itu tentunya berjalan sesuai penyebabnya.
Kepada ibumu, Kami mengilhamkan agar ia meletakkanmu--ketika kamu masih seorang bayi dan menyusu--ke dalam peti dan melemparkannya ke sungai Nil, agar kamu selamat dan tidak dibunuh oleh Fir'aun. Sebab, saat itu, Fir'aun selalu membunuh semua bayi laki-laki yang lahir dari kalangan Banû Isrâ'îl.
Air sungai itu pun Kami tundukkan untuk membawa peti sampai ke tepian. Kemudian, atas kehendak Kami, Fir'aun yang menjadi musuhmu dan musuh-Ku itu mengambil peti tersebut.
Aku mencintaimu dengan penuh kasih sayang, supaya kamu dicintai oleh setiap orang yang melihat, dan supaya kamu diasuh secara terhormat di bawah pengawasan-Ku.
Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang akan datang dari-Ku sehingga manusia yang melihatmu pun menyayangimu, dan agar engkau diasuh dalam pengawasan dan penjagaan-Ku.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Taruhlah anakmu Musa setelah dilahirkan, di dalam peti, kemudian lemparkanlah di sungai Nil, maka pasti Nil itu akan membawanya ke tepi, lalu akan di ambil Fir'aun, musuh-Ku dan musuhnya.
Aku telah memasukkan padamu kecintaan dari-Ku, sehingga dengan hal itu kamu menjadi dicintai di tengah manusia, dan agar kamu diasuh di bawah pengawasan dan perlindungan-Ku.
Ayat ini berisikan penetapan sifat 'Ain (mata) bagi Allah sebagaimana yang pantas dengan kebesaran dan kesempurnaan-Nya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Lalu Kami limpahkan kepadamu kasih sayang dari Kami dalam hati manusia, sehingga tidak ada satupun yang melihatmu kecuali dia mengasihimu, dan supaya kamu diasuh dengan pemeliharaan dan penjagaanKu.
Tidak ada teks yang dapat saya format. Silakan masukkan teks yang ingin Anda format menjadi Markdown.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
{yaitu letakkanlah dia} taruhlah dia {di dalam peti} di dalam peti {kemudian hanyutkanlah ke sungai. Maka biarlah (arus) sungai itu} laut itu {membawanya ke tepi. Dia akan diambil oleh musuhKu dan musuhnya. Aku telah melimpahkan} aku telah memberikan {kepadamu kasih sayang dariKu dan agar kamu diasuh} agar kamu diasuh {di bawah pengawasanKu}
{#Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya.#} (Al-Qashash, [28:10])
Arus sungai Nil membawa peti yang berisikan Musa itu ke istana Fir'aun yang terletak di pinggir sungai Nil.
{فَالْتَقَطَهٗٓ اٰلُ فِرْعَوْنَ لِيَكُوْنَ لَهُمْ عَدُوًّا وَّحَزَنًا}
{#Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir'aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka.#} (Al-Qashash, [28:8])
Yakni sebagai suatu takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT Dalam saat yang sama mereka membunuh bayi-bayi kaum Bani Israil karena mereka takut akan kelahiran Musa. Maka Allah memutuskan hal yang lain, karena Dialah yang memiliki kekuasaan Yang Mahabesar dan takdir yang sempurna, bahwa tidaklah Musa dipelihara kecuali di dalam asuhan Fir'aun dan makan serta minum dari makanan dan minumannya setelah Allah menanamkan rasa kasih sayang kepada Musa di dalam hati Fir'aun dan istrinya. Karena itulah dalam ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:
{يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِّيْ وَعَدُوٌّ لَّهٗ وَاَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّيْ}
{#supaya diambil oleh (Fir'aun) musuh-Ku dan musuhmu. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku.#} (Tha Ha, [20:39])
Maksudnya, kasih sayang itu tertanam di dalam hati musuhmu sehingga ia mencintaimu.
Salamah ibnu Kahil telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku.#} (Tha Ha, [20:39]) Yakni Aku jadikan engkau disukai oleh hamba-hamba-Ku.
{وَلِتُصْنَعَ عَلٰى عَيْنِيْ}
{#dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku.#} (Tha Ha, [20:39])
Menurut Abu Imran Al-Juni, makna ayat ialah agar Musa dipelihara di bawah pengawasan Allah SWT
Qatadah mengatakan agar Musa diberi makan di bawah pengawasan Allah SWT
Ma'mar ibnul Musanna mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku.#} (Tha Ha, [20:39]) Artinya, selalu berada di bawah penglihatan dan pengawasan Allah SWT
Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa Allah menjadikan Musa berada di dalam istana raja, hidup mewah dan senang, serta makanannya sama dengan makanan raja. Hal inilah yang dimaksud dengan pengertian lafaz sun'ah dalam ayat.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Ayat 36-39 ini merupakan sesuatu yang dikabulkan dari Allah SWT kepada rasulNya nabi Musa dalam apa yang dia minta kepadaNya SWT, dan mengingatkan kepadanya atas semua nikmat kepadanya sebelumnya berupa perkara yang dialami ibunya ketika ibunya masih menyusuinya dan waspada terhadap Fir'aun dan para pembesarnya agar mereka tidak membunuhnya. karena nabi Musa dilahirkan di tahun ketika Fir'aun dan para pembesarnya membunuh para bayi. Lalu ibu nabi Musa membuat sebuah peti dan dia masih menyusuinya, lalu dia meletakkan nabi Musa di dalamnya dan menghanyutkannya ke sungai Nil, lalu dia mengikatnya dengan tali yang dihubungkan ke rumahnya. Lalu ibu nabi Musa pergi untuk memperbarui talinya, dan peti itu terlepas darinya dan terbawa hanyut oleh arus sungai. Lalu hatinya dirundung kedukaan dan kesedihan yang diungkapkan Allah SWT dalam firmanNya: (Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya) (Surah Al-Qashash: 10) sungai Nil itu membawanya ke istana Fir'aun (Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir’aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka) (Surah Al-Qashash: 8) yaitu suatu takdir yang telah ditetapkan dari Allah, dimana mereka membunuh bayi-bayi kaum Bani Israil karena mereka takut atas kelahiran nabi Musa. Maka Allah memberikan suatu keputusan baginya dan MilikNyalah kekuasaan yang Maha Agung dan takdir yang sempurna, bahwa tidaklah nabi Musa dipelihara kecuali di dalam asuhan Fir'aun, dan dia makan serta minum dari makanan dan minumannya dengan menanamkan kasih sayang kepada nabi Musa di dalam hati Fir'aun dan istrinya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (supaya diambil oleh (Fir'aun) musuh-Ku dan musuhmu. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku) yaitu, dalam hati musuhmu, Aku menjadikannya mencintaimu.
Salamah bin Kahil berkata tentang firmanNya: (Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku) dia berkata bahwa maknannya,”Aku menjadikan dirimu disukai hamba-hambaKu.
(dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku) Abu Imran Al-Juni berkata bahwa maknanya adalah nabi Musa dipelihara di bawah pengawasan Allah. Qatadah berkata bahwa kamu dipelihara di bawah pengawasanku
Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata bahwa Allah menjadikannya berada di dalam istana raja, dia hidup mewah dan senang, serta makanannya sama dengan makanan raja. Itulah arti kata sun'ah.
Firman Allah: ( (yaitu) ketika saudara perempuanmu berjalan, lalu ia berkata kepada (keluarga Fir'aun), "Bolehkah saya menunjukkan kepada kalian orang yang akan memeliharanya?” Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya) Demikian itu setelah nabi Musa berada dalam asuhan keluarga Fir'aun. Maka mereka mencari wanita yang akan menyusuinya, dan nabi Musa menolak mereka, dan Allah SWT berfirman: (dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu) Lalu saudarinya datang (dan berkata,”Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahli bait yang akan memeliharanya untuk kalian dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?) (Surah Al-Qashash: 12) yaitu maukah kalian aku tunjukkan seseorang yang mau menyusuinya untuk kalian dengan imbalan. Lalu dia membawanya dan keluarga Fir'aun bersamanya ke tempat ibunya. Lalu Ibunya menyusuinya dan nabi Musa mau menerimanya, lalu mereka sangat senang dengan itu, dan mereka memberi upah kepada ibu nabi Musa dalam hal itu. Lalu ibu Musa memperoleh kebahagiaan dan kedudukan yang tinggi di dunia dan pahala yang lebih besar dan melimpah di akhirat.
Allah SWT berfirman di sini: (Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak berduka cita) yaitu karenamu (Dan kamu pernah membunuh seorang manusia) yaitu seorang dari bangsa Qibti (lalu Kami selamatkan kamu dari kesusahan) yaitu sesuatu yang timbul karena keluarga Fir'aun bertekad untuk membunuhnya. Maka nabi Musa melarikan diri sehingga dia sampai di mata air Madyan. Lalu seorang laki-laki shalih berkata kepadanya: (Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim) (Surah Al-Qashash: 25)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Yaitu, "Letakkanlah ia) tarohlah ia (di dalam sebuah peti, kemudian lemparkanlah ia) yakni peti itu (ke sungai) yakni sungai Nil (maka pasti sungai itu membawanya ke tepi) ke pinggirnya.
Kata perintah di sini mengandung makna kalimat berita (supaya diambil oleh musuh-Ku dan musuhnya) yaitu raja Firaun.
(Dan Aku telah melimpahkan) sesudah Firaun mengambil anakmu darimu (kepadamu kasih sayang yang datang daripada-Ku) supaya semua orang merasa kasih sayang kepadamu, lalu Firaun akan merasa sayang kepadamu, demikian pula setiap orang yang melihatmu (dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku) kamu dipelihara di bawah asuhan dan penjagaan-Ku.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Kepada ibumu, Kami mengilhamkan agar ia meletakkanmu--ketika kamu masih seorang bayi dan menyusu--ke dalam peti dan melemparkannya ke sungai Nil, agar kamu selamat dan tidak dibunuh oleh Fir'aun. Sebab, saat itu, Fir'aun selalu membunuh semua bayi laki-laki yang lahir dari kalangan Banû Isrâ'îl.
Air sungai itu pun Kami tundukkan untuk membawa peti sampai ke tepian. Kemudian, atas kehendak Kami, Fir'aun yang menjadi musuhmu dan musuh-Ku itu mengambil peti tersebut.
Aku mencintaimu dengan penuh kasih sayang, supaya kamu dicintai oleh setiap orang yang melihat, dan supaya kamu diasuh secara terhormat di bawah pengawasan-Ku.
Kami ilhamkan kepada ibumu, 'Letakkanlah dia, yaitu bayi Musa, di dalam peti, kemudian hanyutkanlah dia ke sungai Nil yang mengalir tidak begitu deras. Ketika arus menghanyutkannya, maka biarlah aliran air sungai itu membawanya ke tepi sungai yang melewati istana Fir'aun. Ketika saat itu tiba, dia akan diambil oleh Fir'aun, penguasa Mesir yang merupakan musuh-Ku dan musuhnya.'
Wahai Nabi Musa, ketahuilah bahwa Aku telah melimpahkan kepadamu begitu banyak kasih sayang yang datang dari-Ku sehingga siapa saja yang memandangmu akan tertarik dan menyayangimu. Kami anugerahkan itu semua kepadamu untuk kebaikanmu dan agar engkau diasuh dengan cara terhormat di bawah pengawasan-Ku.
Tidak ada teks input yang dapat saya format menjadi Markdown. Silakan masukkan teks yang ingin Anda format.
Yakni letakkanlah dia di dalamnya.
Makna (التابوت) adalah kotak yang terbuat dari kayu atau lainnya yang dapat mengapung di atas air.
فَاقْذِفِيهِ فِى الْيَمِّ (kemudian lemparkanlah ia ke sungai)
Makna (اليم) adalah laut atau sungai besar. Dan yang dimaksud dalam ayat ini adalah sungi Nil.
فَلْيُلْقِهِ الْيَمُّ بِالسَّاحِلِ (maka pasti sungai itu membawanya ke tepi) Allah memerintahkan sungai Nil agar menghanyutkan Musa sampai di tepi sungai yang ada di belakang istana Fir’aun.
يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِّى وَعَدُوٌّ لَّهُۥ ۚ( supaya diambil oleh (Fir’aun) musuh-Ku dan musuhnya) Maka Fir’aun mengambilnya.
وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّى(Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku) Yakni Allah menjadikan rasa cinta bagi Musa dalam hati para hamba-hamba-Nya sehingga tidak ada yang melihat Musa melainkan ia akan mencintainya.
Pendapat lain mengatakan bahwa Musa dicintai Allah sehingga manusia jadi mencintainya.
وَلِتُصْنَعَ عَلَىٰ عَيْنِىٓ( dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku) Yakni agar kamu diasuh dengan pengawasan-Ku dan pengasuhan yang khusus bagimu.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.