Berikut adalah teks yang telah diformat menjadi Markdown:
Firman Allah SWT
{اِذْ تَمْشِيْٓ اُخْتُكَ فَتَقُوْلُ هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰى مَنْ يَّكْفُلُهٗ فَرَجَعْنٰكَ اِلٰٓى اُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا}
{#(yaitu) ketika saudara perempuanmu berjalan, lalu ia berkata kepada (keluarga Fir'aun), "Bolehkah saya menunjukkan kepada kalian orang yang akan memeliharanya?" Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya.#} (Tha Ha, [20:40])
Makna Kata
Demikian itu terjadi setelah Musa berada di dalam asuhan keluarga Fir'aun. Maka mereka mencari wanita yang akan menyusuinya, tetapi Musa menolak mereka, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah SWT dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَحَرَّمْنَا عَلَيْهِ الْمَرَاضِعَ مِنْ قَبْلُ}
{#dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu.#} (Al-Qashash, [28:12])
Pelajaran dari Ayat
Maka datanglah saudara perempuannya dan mengatakan kepada keluarga Fir'aun, seperti yang disitir oleh firman-Nya:
{هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰٓى اَهْلِ بَيْتٍ يَّكْفُلُوْنَهٗ لَكُمْ وَهُمْ لَهٗ نَاصِحُوْنَ}
{#Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahli bait yang akan memeliharanya untuk kalian dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?#} (Al-Qashash, [28:12])
Kisah Musa
Yakni maukah kalian aku tunjukkan seseorang yang mau menyusuinya buat kalian dengan imbalan upah. Lalu saudara perempuan Musa membawa Musa diiringi oleh keluarga Fir'aun ke tempat ibunya. Ibunya menyusuinya dan Musa mau menerima air susu ibunya, sehingga keluarga Fir'aun merasa senang tak terperikan menyaksikan hal tersebut, dan mereka memberi upah imbalannya kepada ibu Musa.
Hadis
Dalam sebuah hadis disebutkan:
{مَثَلُ الصَّانِعِ الَّذِيْ يَحْتَسِبُ فِيْ صَنْعَتِهِ الْخَيْرَ كَمَثَلِ اَمِّ مُوْسٰى تُرْضِعُ وَلَدَهَا وَتَأْخُذُ اَجْرَهَا}
{#"Perumpamaan pekerja yang mengharapkan kebaikan dari kerjanya adalah seperti yang dilakukan oleh ibu Musa. Dia menyusui anaknya dan menerima upahnya."#}
Ayat Berikut
Dan dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:
{فَرَجَعْنٰكَ اِلٰٓى اُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ}
{#Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak berduka cita.#} (Tha Ha, [20:40]) karena kehilanganmu.
{وَقَتَلْتَ نَفْسًا}
{#Dan kamu pernah membunuh seorang manusia.#} (Tha Ha, [20:40])
Kisah Musa
Yaitu salah seorang bangsa Qibti (Egypt) penduduk negeri Mesir.
{فَنَجَّيْنٰكَ مِنَ الْغَمِّ}
{#lalu Kami selamatkan kamu dari kesusahan.#} (Tha Ha, [20:40])
Ayat Berikut
Kesusahan itu timbul karena dikejar oleh keluarga Fir'aun yang telah bertekad bulat untuk membunuhnya bila menjumpainya. Maka Musa melarikan diri dari kejaran mereka hingga sampailah ia di sebuah mata air Madyan.
Tafsir Imam Abu Abdur Rahman Ahmad ibnu Syu'aib An-Nasai
Adapun firman Allah SWT:
{وَفَتَنّٰكَ فُتُوْنًا}
{#dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan.#} (Tha Ha, [20:40])
Imam Abu Abdur Rahman Ahmad ibnu Syu'aib An-Nasai rahimahullah telah mengatakan di dalam kitab tafsir, bagian dari kitab sunnahnya, sehubungan dengan makna firman-Nya: {#dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan.#} (Tha Ha, [20:40]) Bahwa telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Muhammad telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Asbag ibnu Zaid, telah menceritakan kepada kami Al-Qasim ibnu Abu Ayyub, telah menceritakan kepadaku Sa'id ibnu Jubair yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Abbas pernah ditanya mengenai makna firman Allah SWT kepada Musa AS yang disebutkan dalam ayat berikut: {#dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan.#} (Tha Ha, [20:40]) Saya menanyakan kepadanya apa yang dimaksud dengan 'beberapa cobaan' dalam ayat tersebut? Maka Ibnu Abbas berkata, "Hai Ibnu Jubair, ajukanlah pertanyaanmu itu besok pagi, karena sesungguhnya jawabannya mengandung kisah yang panjang."
Kisah Musa
Pada keesokan harinya saya berangkat pagi-pagi kepada Ibnu Abbas untuk menagih apa yang telah dijanjikannya kepada saya mengenai kisah beberapa fitnah tersebut. Ibnu Abbas menjawab, bahwa Fir'aun dan orang-orang yang berada dalam majelis musyawarahnya memperbincangkan tentang janji Nabi Ibrahim AS yang telah menjanjikan bahwa di kalangan keturunannya kelak akan ada yang menjadi raja diraja.
Kisah Musa
Sebagian dari mereka mengatakan bahwa sesungguhnya orang-orang Bani Israil sedang menunggu-nunggu berita itu yang tidak mereka ragukan lagi. Pada mulanya mereka menduga bahwa Yusuf ibnu Ya'qublah orang yang dijanjikannya itu. Tetapi setelah Yusuf mati, mereka mengatakan, "Bukan orang ini yang telah dijanjikan oleh Ibrahim AS."
Kisah Musa
Fir'aun berkata, "Kalau demikian, bagaimanakah menurut pendapat kalian?" Maka mereka sepakat untuk membuat makar, yaitu mereka mengutus beberapa orang lelaki yang membawa golok untuk menyembelih. Para lelaki itu ditugaskan untuk berkeliling memeriksa kaum Bani Israil. Maka tidak sekali-kali mereka menjumpai bayi yang baru dilahirkan, melainkan bayi itu mereka sembelih jika laki-laki.
Kisah Musa
Demikianlah bunyi instruksi hasil musyawarah mereka, dan para lelaki yang bertugas untuk itu harus mengerjakannya
Kisah Musa
Setelah hal itu berjalan dan mereka melihat bahwa orang-orang dewasa Bani Israil banyak yang mati karena ajalnya telah tiba, sedangkan bayi-bayi mereka disembelih, maka mereka berkata, "Kaum Bani Israil, hampir saja kalian tumpas habis sehingga akibatnya kalian sendirilah yang menangani pekerjaan yang biasa mereka tangani sebagai pelayan kalian. Maka sebaiknya bunuhlah bayi-bayi lelaki mereka selama satu tahun dan biarkanlah anak-anak perempuan mereka hidup, kemudian biarkanlah bayi-bayi lelaki mereka hidup pada tahun berikutnya.
Kisah Musa
Janganlah seseorang dari mereka kalian bunuh, karena mereka kelak akan menjadi pengganti dari orang-orang dewasa mereka yang telah mati bila mereka telah tumbuh dewasa. Dengan cara ini jumlah populasi mereka dapat ditekan dan tidak terlalu banyak, dan keberadaan mereka masih tetap dapat dipertahankan, walaupun banyak dari kalangan mereka yang kalian bunuh; kalian memerlukan mereka di masa mendatang."
Kisah Musa
Fir'aun dan ahli musyawarah telah sepakat dengan keputusan itu. Dan di tahun mereka tidak melakukan Penyembelihan terhadap bayi-bayi lelaki Bani Israil, bertepatan dengan itu Harun dikandung oleh ibunya dan lahir di tahun itu secara terang-terangan dalam keadaan aman.
Kisah Musa
Akan tetapi, pada tahun berikutnya ibu Harun mengandung Musa. Maka hati ibu Musa dilanda oleh kesusahan dan kesedihan disebabkan adanya cobaan (fitnah) tersebut terhadap kandungannya.
Kisah Musa
Hai Ibnu Jubair, itulah yang dimaksud dengan cobaan itu, yakni di saat ibu Musa sedang mengandung Musa.
Kisah Musa
Maka Allah menurunkan wahyu kepada ibu Musa, "Janganlah kamu takut, janganlah pula bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikan Musa kepadamu dan akan menjadikannya salah seorang dari para utusan."
Kisah Musa
Dan Allah memerintahkan kepada ibu Musa bahwa bila ia melahirkan Musa, hendaklah Musa dimasukkan ke dalam peti, lalu dihanyutkan di Sungai Nil.
Kisah Musa
Setelah ibu Musa melahirkannya, ia melakukan apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT kepadanya (yaitu memasukkan Musa ke dalam sebuah peti dan menghanyutkannya ke sungai Nil).
Kisah Musa
Setelah anaknya lenyap dari pandangan matanya, setan datang dan membisikkan ke dalam hatinya godaan sehingga ibu Musa berkata kepada dirinya sendiri (menyesali perbuatannya), "Apa yang telah kulakukan terhadap anakku? Seandainya ia disembelih di hadapanku, lalu aku mengafani dan menguburkannya, tentulah hal itu lebih baik daripada melemparkannya ke sungai Nil untuk makanan ikan-ikannya."
Kisah Musa
Arus sungai Nil membawa peti itu ke pinggiran sungai tempat pelayan (dayang-dayang) istri Fir'aun mengambil air minum.
Kisah Musa
Ketika para dayang melihat peti itu, maka mereka memungutnya; dan ketika mereka hendak membuka peti itu, sebagian di antara mereka berkata, "Sesungguhnya di dalam peti ini pasti terdapat harta karun, dan sesungguhnya jika kita membukanya, niscaya istri Fir'aun tidak akan percaya dengan apa yang kita temukan di dalamnya."
Kisah Musa
Maka mereka membawa peti itu dalam keadaan seperti apa adanya sewaktu mereka menemukannya tanpa mengeluarkan sesuatu pun dari dalamnya, lalu mereka menyerahkan peti itu kepada istri Fir'aun.
Kisah Musa
Ketika istri Fir'aun membukanya, ia terkejut karena di dalamnya terdapat seorang bayi lelaki yang mungil.
Kisah Musa
Maka Allah melimpahkan rasa kasih sayang kepada Musa di dalam hati istri Fir'aun yang belum pernah dialaminya sebelum itu.
Kisah Musa
Lain halnya dengan ibunya Musa, saat itu hatinya kosong dan lupa segala-gala kecuali hanya mengingat Musa.
Kisah Musa
Ketika orang-orang Fir'aun yang ditugaskan untuk menyembelih setiap bayi lelaki Bani Israil mendengar berita penemuan bayi tersebut, maka mereka datang dengan membawa pisau penyembelihannya kepada istri Fir'aun untuk menyembelih bayi itu.
Kisah Musa
Hai Ibnu Jubair, itulah yang dinamakan fitnah (cobaan) dalam ayat ini.
Kisah Musa
Kemudian istri Fir'aun berkata kepada mereka, "Biarkanlah dia, karena sesungguhnya bayi yang satu ini tidak dapat memberikan nilai tambah apa pun terhadap kaum Bani Israil. Aku akan datang menghadap kepada Fir'aun, lalu aku akan meminta grasi kepadanya. Jika dia memberikan grasi kepada bayi ini demi aku, lebih baik bagi kalian dan kalian telah menunaikan tugas dengan baik. Dan jika dia memerintahkan agar bayi ini disembelih, saya tidak mencela kalian."
Kisah Musa
Istri Fir'aun datang menghadap kepada Fir'aun dan berkata kepadanya, "Bayi ini adalah penyejuk hatiku dan juga hatimu." Fir'aun berkata, "Silakan bayi itu untukmu, tetapi aku tidak memerlukannya."
Hadis
Rasulullah SAW bersabda:
{وَالَّذِيْ يُحْلَفُ بِهٖ لَوْ اَقَرَّ فِرْعَوْنُ اَنْ يَكُوْنَ قُرَّةَ عَيْنٍ لَهٗ كَمَا اَقَرَّتِ امْرَاَتُهٗ لَهَدَاهُ اللّٰهُ كَمَا هَدَاهَا وَلَكِنْ حَرَمَهٗ ذٰلِكَ}
{#"Demi Tuhan yang disebut nama-Nya dalam sumpah, seandainya Fir'aun mengakui bahwa Musa adalah buah hatinya juga, sama dengan apa yang diakui oleh istrinya, tentulah Allah akan memberinya hidayah sebagaimana hidayah yang diterima oleh istrinya, tetapi Fir'aun diharamkan untuk menerimanya."#}
Kisah Musa
Kemudian istri Fir'aun mengundang semua wanita yang terdekat dengannya dengan maksud mencari wanita yang cocok untuk menyusui Musa.
Kisah Musa
Tetapi setiap Musa diambil oleh seseorang dari mereka untuk disusuinya, Musa menolak air susunya.
Kisah Musa
Hal ini membuat istri Fir'aun merasa khawatir bila Musa sama sekali tidak mau minum air susu yang berakhir dengan kematiannya.
Kisah Musa
Istri Fir'aun merasa sedih karenanya, lalu ia keluar dengan membawa Musa ke pasar dan tempat orang-orang ramai dengan tujuan untuk mencari wanita yang mau menyusuinya dan Musa mau kepada air susunya, tetapi Musa tetap tidak mau juga.
Kisah Musa
Dalam waktu yang sama ibu Musa dicekam oleh rasa sedih dan kekhawatiran, lalu ia berkata kepada saudara perempuan Musa (Maryam), "Telusurilah jejaknya dan carilah berita tentangnya, apakah ia masih hidup ataukah telah dimakan oleh binatang buas?"
Kisah Musa
Saudara perempuan Musa melihat Musa dari kejauhan, sedangkan mereka yang membawa Musa tidak menyadarinya.
Kisah Musa
Ia menelitinya dari kejauhan dan ternyata bayi tersebut adalah saudaranya (Musa), maka ia sangat gembira dapat menemukannya kembali bertepatan dengan kesulitan mereka dalam mencari ibu persusuan buat Musa.
Kisah Musa
Lalu ia berkata, "Maukah kalian aku tunjukkan kepada suatu ahli bait yang dapat memelihara bayi ini bagi kalian, dan ahli bait itu sangat sayang kepadanya?"
Kisah Musa
Maka mereka menangkap saudara perempuan Musa dan berkata kepadanya, "Apakah yang menyebabkan kamu tahu bahwa ahli bait itu sayang kepadanya, apakah kamu mengenalnya?"
Kisah Musa
Mereka merasa ragu dengan pernyataan saudara perempuan Musa itu.
Kisah Musa
Ibnu Abbas berkata, "Hai Ibnu Jubair, kejadian ini termasuk dari cobaan tersebut."
Kisah Musa
Saudara perempuan Musa berkata, "Ahli bait itu pasti sayang kepada bayi ini karena mereka mengharapkan agar dapat menjadi orang yang terdekat dengan raja dan berharap mendapat imbalannya dari raja."
Kisah Musa
Mendengar alasannya yang tepat itu, maka mereka melepaskannya.
Kisah Musa
Lalu saudara perempuan Musa pulang menemui ibunya dan menceritakan berita itu kepadanya.
Kisah Musa
Kemudian ibunya datang; dan ketika Musa diletakkan dipangkuannya, maka Musa langsung menetek padanya dan menyedot
Makna kata
Makna kata adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan arti dari kata-kata yang digunakan dalam suatu teks. Dalam konteks ini, makna kata merujuk pada arti dari kata-kata yang digunakan dalam Al-Qur'an.
Makna ayat
Makna ayat adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan arti dari ayat-ayat yang digunakan dalam Al-Qur'an. Dalam konteks ini, makna ayat merujuk pada arti dari ayat-ayat yang digunakan dalam Al-Qur'an.
Pelajaran dari ayat
Pelajaran dari ayat adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pelajaran yang dapat diambil dari ayat-ayat yang digunakan dalam Al-Qur'an. Dalam konteks ini, pelajaran dari ayat merujuk pada pelajaran yang dapat diambil dari ayat-ayat yang digunakan dalam Al-Qur'an.
Fir'aun berkata kepada Musa
Fir'aun berkata kepada Musa, "Apakah Tuhanmu mampu mem-perbuat hal selain ini?" Maka Allah mengirimkan pada kaum Fir'aun banjir, belalang, kutu, katak, dan darah sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah yang jelas.
Setiap kali datang suatu mukjizat
Setiap kali datang suatu mukjizat, Fir'aun mengadu kepada Musa agar melenyapkan mukjizat tersebut dan berjanji kepadanya akan melepaskan kepergian Bani Israil bersamanya. Tetapi bila telah dilenyapkan, Fir'aun kembali mengingkari janjinya.
Hingga akhirnya Allah memerintahkan
Hingga akhirnya Allah memerintahkan kepada Musa agar membawa pergi kaum Bani Israil bersamanya. Maka Musa berangkat membawa mereka di malam hari.
Pada keesokan harinya Fir'aun
Pada keesokan harinya Fir'aun melihat bahwa kaum Bani Israil telah pergi. Maka ia mengumpulkan semua prajuritnya dari kota-kota besar, lalu ia mengejar Musa dan kaumnya dengan membawa pasukan yang besar.
Allah mewahyukan kepada laut
Allah mewahyukan kepada laut, 'Apabila hamba-Ku Musa memukulmu dengan tongkatnya, membelahlah kamu menjadi dua belas belahan, agar Musa dan orang-orang yang bersamanya dapat melaluimu. Setelah itu menyatulah kamu dengan menenggelamkan orang-orang yang datang sesudah mereka, yaitu Fir'aun dan pasukannya."
Musa lupa memukul laut itu
Musa lupa memukul laut itu dengan tongkatnya. Ketika ia sampai di tepi laut itu, saat itu laut bergelombang besar karena ketakutan akan dipukul oleh Musa dengan tongkatnya, padahal Musa lupa.
Dengan demikian, berarti Musa melanggar perintah Allah
Dengan demikian, berarti Musa melanggar perintah Allah.
Ketika kedua golongan saling melihat
Ketika kedua golongan saling melihat dan keduanya makin mendekat, teman-teman Musa berkata, "Sesungguhnya kita sekarang hampir terkejar, maka lakukanlah apa yang telah diperintahkan oleh Tuhanmu, sesungguhnya Dia tidak berdusta dan kamu pun bukan pendusta."
Musa berkata, "Tuhanku telah menjanjikan"
Musa berkata, "Tuhanku telah menjanjikan kepadaku bahwa jika aku sampai di tepi laut, maka laut akan membelah menjadi dua belas jalan agar aku dapat melewatinya."
Saat itulah Musa ingat akan tongkatnya
Saat itulah Musa ingat akan tongkatnya, lalu ia pukulkan ke laut itu di saat bagian depan pasukan Fir'aun telah berada di dekat bagian belakang kaum Musa.
Maka laut itu terbelah
Maka laut itu terbelah seperti apa yang telah diperintahkan oleh Tuhannya dan seperti yang telah dijanjikan oleh Musa.
Setelah Musa dan orang-orang yang bersamanya
Setelah Musa dan orang-orang yang bersamanya telah melalui laut itu, dan Fir'aun bersama pasukannya telah masuk ke dalam laut, maka laut menyatu kembali, menenggelamkan mereka sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah.
Setelah Musa melewati laut itu
Setelah Musa melewati laut itu, teman-temannya berkata, "Sesungguhnya kami merasa khawatir bila Fir'aun masih belum ditenggelamkan dan kami masih belum percaya bahwa ia telah ditenggelamkan."
Maka Musa berdoa kepada Tuhannya
Maka Musa berdoa kepada Tuhannya, dan Allah mengeluarkan tubuh Fir'aun yang telah mati dari laut itu sehingga mereka percaya akan kematiannya.
Sesudah mereka selamat dari kejaran Fir'aun
Sesudah mereka selamat dari kejaran Fir'aun dan bala tentaranya, mereka melewati suatu kaum. Kaum itu sedang melakukan penyembahan kepada berhala mereka.
{#Bani Israil berkata, "Hai Musa, buatlah
{#Bani Israil berkata, "Hai Musa, buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)." Musa menjawab."Sesungguhnya kalian ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)." Sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya.#} (Al-A'raf, [7:138]-[7:139]), hingga akhir ayat.
Kalian telah melihat dan mendengar
Kalian telah melihat dan mendengar pelajaran-pelajaran yang cukup untuk dijadikan pegangan bagi kalian.
Musa melanjutkan perjalanannya
Musa melanjutkan perjalanannya membawa kaumnya, lalu Musa menempatkan mereka di suatu tempat dan ia berkata kepada mereka, "Taatlah kalian kepada Harun, karena sesungguhnya aku telah mengangkatnya sebagai pengganti diriku untuk mengatur kalian. Sesungguhnya aku akan pergi menemui Tuhanku."
Musa memberinya tempo tiga puluh hari
Musa memberinya tempo tiga puluh hari, bahwa setelah itu ia akan kembali kepada mereka.
Setelah Musa sampai ke tempat
Setelah Musa sampai ke tempat yang telah dijanj ikan oleh Tuhannya, maka sebelum Musa berbicara dengan Tuhannya, ia melakukan puasa terlebih dahulu selama tiga puluh hari secara terus-menerus siang dan malam.
Musa tidak suka berbicara
Musa tidak suka berbicara kepada Tuhannya ketika mulutnya sedang bau karena puasa yang dilakukannya.
Maka Musa mengambil sesuatu
Maka Musa mengambil sesuatu dari tetumbuhan yang ada di situ dan mengunyahnya.
Lalu Tuhannya befirman
Lalu Tuhannya befirman kepadanya -padahal Dia Maha Mengetahui tentang apa yang dilakukannya-, "Mengapa kamu berbuka?"
Musa menjawab, "Wahai Tuhanku
Musa menjawab, "Wahai Tuhanku, sesungguhnya saya tidak suka berbicara dengan-Mu melainkan bila mulut saya enak baunya."
Allah SWT berfirman
Allah SWT berfirman, "Tidakkah engkau ketahui, hai Musa, sesungguhnya bau mulut orang yang sedang puasa itu harum menurutKu daripada bau minyak misk (kesturi). Sekarang ulangilah puasamu sebanyak sepuluh hari, kemudian kembalilah kamu kepada-Ku."
Musa melakukan apa yang diperintahkan
Musa melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhannya.
Setelah kaumnya melihat
Setelah kaumnya melihat bahwa Musa tidak kembali kepada mereka dalam waktu yang tepat seperti yang dijanjikannya, maka mereka merasa gelisah dan kecewa.
Harun sebelum itu telah berkhotbah
Harun sebelum itu telah berkhotbah kepada mereka seraya mengatakan, "Sesungguhnya kalian telah diselamatkan dari negeri Mesir, sedangkan di tangan kalian masih ada barang pinjaman dan barang titipan milik kaum Fir'aun. Begitu pula sebaliknya, milik kalian masih ada yang tertinggal di tangan mereka. Menurutku, sebaiknya kalian merelakan barang kalian yang ada pada mereka. Tetapi aku tidak menghalalkan kepada kalian barang titipan atau barang pinjaman mereka yang ada di tangan kalian. Kita juga tidak akan mengembalikannya kepada mereka barang sedikit pun serta tidak pula memilikinya buat diri kita sendiri."
Lalu Harun membuat suatu galian
Lalu Harun membuat suatu galian dan memerintahkan kepada setiap orang yang mempunyai barang atau perhiasan titipan atau pinjaman dari kaumnya Fir'aun untuk melemparkannya ke dalam galian itu.
Lalu semua barang itu dibakar
Lalu semua barang itu dibakar dengan api dalam galian tersebut.
Harun berkata, "Biarkanlah barang-barang
Harun berkata, "Biarkanlah barang-barang ini tidak menjadi milik kita dan tidak pula milik mereka."
Saat itu Samiri yang berasal
Saat itu Samiri yang berasal dari kaum penyembah sapi yang hidup bertetangga dengan kaum Bani Israil -tetapi ia bukan berasal dari kaum Bani Israil- ikut bersama mereka.
Samiri yang menggabungkan diri
Samiri yang menggabungkan diri bersama Musa dan Bani Israil saat mereka berangkat, telah ditakdirkan baginya dapat melihat suatu jejak.
Lalu ia memungut segenggam tanah
Lalu ia memungut segenggam tanah dari bekas jejak itu dan membawanya pergi.
Ketika ia bersua dengan Harun
Ketika ia bersua dengan Harun, Harun berkata kepadanya, "Hai Samiri, mengapa engkau tidak melemparkan apa yang ada di tanganmu itu?"
Samiri menggenggam erat tanah tersebut
Samiri menggenggam erat tanah tersebut tanpa ada seorang pun yang mengetahuinya selama itu, hanya Harunlah yang melihatnya.
Samiri menjawab, "Ini adalah segenggam
Samiri menjawab, "Ini adalah segenggam tanah bekas jejak rasul (Jibril) yang membimbing kalian melewati laut itu. Aku tidak akan melemparkannya walau bagaimanapun, kecuali jika engkau berdoa kepada Allah bahwa jika barang ini kulemparkan ke dalam api itu Dia akan menjadikannya sesuatu menurut apa yang kukehendaki."
Harun menyetujuinya
Harun menyetujuinya. Maka Samiri melemparkan tanah bekas jejak rasul itu ke dalam api dan Harun berdoa memohon kepada Allah.
Samiri berkata, "Saya menginginkan
Samiri berkata, "Saya menginginkan agar ia menjadi anak lembu."
Maka terhimpunlah semua barang
Maka terhimpunlah semua barang dan perhiasan yang ada di dalam galian itu, baik yang berupa emas, tembaga, atau pun besi;, lalu membentuk menjadi seekor anak lembu yang berongga, tetapi tanpa roh dan hanya ada suaranya saja.
Ibnu Abbas mengatakan, "Tidak
Ibnu Abbas mengatakan, "Tidak, demi Allah, anak lembu itu sama sekali tidak bersuara, melainkan suaranya itu akibat pengaruh angin yang masuk dari duburnya, kemudian keluar dari mulutnya; karenanya maka bersuara.
Maka kaum Bani Israil berpecah-belah
Maka kaum Bani Israil berpecah-belah menjadi banyak golongan.
Segolongan di antara mereka mengatakan
Segolongan di antara mereka mengatakan, "Hai Samiri, apakah ini?" Kamu lebih mengetahui tentangnya."
Samiri menjawab, "Ini adalah tuhan
Samiri menjawab, "Ini adalah tuhan kalian, tetapi Musa sesat jalan."
Sebagian dari mereka mengatakan
Sebagian dari mereka mengatakan, "Kami tidak mau mendustakan ini hingga Musa kembali kepada kita. Jika patung anak lembu ini benar-benar tuhan kita, tentu kita tidak akan menyia-nyiakannya dan kita tidak dapat berbuat apa-apa lagi terhadapnya. Dan jika patung lembu ini bukan tuhan kita, maka kita mengikuti Musa."
Segolongan lain mengatakan
Segolongan lain mengatakan, "Ini adalah perbuatan setan. Ini bukan tuhan kita, kami tidak percaya dan tidak membenarkannya."
Ternyata ada segolongan dari mereka
Ternyata ada segolongan dari mereka yang terpengaruh oleh Samiri dan mempercayai apa yang dikatakannya tentang patung anak lembu itu, akhirnya mereka secara terang-terangan mendustakan Musa.
Maka Harun berkata kepada mereka
Maka Harun berkata kepada mereka, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:
{يٰقَوْمِ اِنَّمَا فُتِنْتُمْ بِهٖ وَاِنَّ رَبَّكُمُ الرَّحْمٰنُ فَاتَّبِعُوْنِيْ وَاَطِيْعُوْٓا اَمْرِيْ}
{#Hai kaumku, sesungguhnya kalian itu hanya diberi cobaan dengan anak lembu itu dan sesungguhnya Tuhan kalian ialah (Tuhan) Yang Maha Pemurah, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku.#} (Tha Ha, [20:90])
Mereka menjawab, "Lalu mengapa Musa
Mereka menjawab, "Lalu mengapa Musa telah menjanjikan kepada kami tiga puluh hari, kemudian dia mengingkarinya? Sekarang telah berlalu masa empat puluh hari."
Orang-orang yang kurang akalnya
Orang-orang yang kurang akalnya dari kalangan mereka mengatakan bahwa Musa keliru mencari Tuhannya, sekarang dia sedang mencari dan menelusuri-Nya.
Setelah Allah berfirman kepada Musa
Setelah Allah berfirman kepada Musa dan mengajaknya berbicara langsung serta menceritakan kepadanya apa yang telah dialami oleh kaumnya sesudah kepergiannya.
Kemudian Musa kembali
Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. (Tha Ha, [20:86])
Lalu Musa berkata kepada mereka
Lalu Musa berkata kepada mereka, seperti yang kalian dengan kisahnya di dalam Al-Qur'an, kata Ibnu Abbas.
Musa menarik kepala (jenggot) saudaranya
Musa menarik kepala (jenggot) saudaranya (Harun) mendekat ke dirinya dan membanting luh-luh-nya. karena marah.
Tetapi pada akhirnya Musa memaafkan
Tetapi pada akhirnya Musa memaafkan saudaranya karena saudaranya mengemukakan alasan yang benar, lalu Musa memohonkan ampun buat saudaranya.
Sesudah itu Musa pergi menemui Samiri
Sesudah itu Musa pergi menemui Samiri dan berkata kepadanya, "Apakah yang mendorongmu berbuat demikian?"
Samiri menjawab, "Saya memungut
Samiri menjawab, "Saya memungut segenggam tanah dari bekas jejak rasul (Jibril), dan saya mengetahui hikmahnya, tetapi saya sembunyikan dari kalian.
"...lalu aku melemparkannya
"...lalu aku melemparkannya, dan demikianlah nafsuku membujukku."
Berkata Musa, "Pergilah kamu
Berkata Musa, "Pergilah kamu. maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan, 'Janganlah menyentuh (aku)'. Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya, dan lihatlah tuhanmu yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan)." (Thaha, [20:96]-[20:97])
Seandain
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.