Surat Thaha ayat 45
Yakni sebelum risalah-Mu sampai dan sebelum kami menegakkan hujjah kepadanya.
Terhadap kami dengan bersikap sombong.
qālā rabbanā innanā nakhāfu ay yafruṭa ‘alainā au ay yaṭgā
Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, sungguh, kami khawatir dia akan segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas,"
Yakni sebelum risalah-Mu sampai dan sebelum kami menegakkan hujjah kepadanya.
Terhadap kami dengan bersikap sombong.
45-46. Maka mereka berdua mentaati perintah mulia ini,
namun mereka merasa takut dalam menghadapi kekejaman Fir'aun,
sehingga mereka berkata: “Ya Tuhan kami, kami takut Fir'aun akan segera menyiksa kami,
atau berpaling dari kami dan dari risalah kami.”
Maka Allah menenangkan mereka berdua dan berjanji akan menolong mereka:
“Janganlah kalian takut dari kekejaman Fir'aun,
sebab Aku bersama kalian,
Aku akan menjaga kalian dan mendengar perkataan kalian serta melihat segala yang terjadi dengan kalian.”
Lalu Mûsâ dan Hârûn memohon kepada Allah seraya berkata, "Ya Tuhan, sesungguhnya kami takut bila Fir'aun akan menyiksa kami, atau bahkan semakin melampaui batas."
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
قَالا رَبَّنَا إِنَّنَا نَخَافُ أَنْ يَفْرُطَ عَلَيْنَا "Berkatalah mereka berdua, 'Ya Rabb kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa dia segera menyiksa kami'," maksudnya menyegerakan siksaan dan menimpakannya pada kami sebelum kami menyampaikan risalah-risalahMu kepada-nya dan menegakkan hujah atas dirinya.
أَوْ أَنْ يَطْغَى "Atau akan bertambah melampaui batas," maksudnya semakin angkuh terhadap kebenaran dan melampaui batas dengan kerajaan, kekuasaan, pasukan, dan para pendukungnya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Musa dan Harun berkata {“Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir dia akan segera menyiksa kami”} dia akan segera menyiksa dan menghukum kami {atau semakin melampaui batas”} melampaui batas dengan berkata hal yang tidak sepatutnya tentang Engkau.
Mereka khawatir bahwa Tuhan akan segera menyiksa dan menghukum mereka karena berkata hal yang tidak sepatutnya tentang-Nya.
Allah SWT menceritakan perihal Musa dan Harun, bahwa keduanya mengadu kepada Allah SWT dan memohon perlindungan kepada-Nya:
{رَبَّنَآ اِنَّنَا نَخَافُ اَنْ يَّفْرُطَ عَلَيْنَآ اَوْ اَنْ يَّطْغٰى}
{#sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melewati batas.#} (Tha Ha, [20:45])
Keduanya bermaksud bahwa keduanya merasa takut jika Fir'aun begitu melihat keduanya langsung menyiksanya atau menangkap keduanya, lalu menghukumnya. Sedangkan keduanya tidak berhak untuk mendapat sambutan seperti itu.
Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa makna FARATH ialah segera. Sedangkan menurut Mujahid, Musa dan Harun merasa khawatir bila Fir'aun menangkap keduanya.
Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna YATHGHĀ dalam ayat ini ialah menyerang.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Ayat 45-48
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang nabi Musa dan nabi Harun, bahwa keduanya memohon perlindungan dan mengadu kepada Allah SWT: (sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melewati batas) Keduanya bermaksud bahwa keduanya takut jika Fir'aun langsung menyiksa atau menyerang keduanya, lalu menghukum keduanya. Sedangkan keduanya tidak bisa berhak mendapat hal itu.
Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengatakan bahwa makna (an yafratha) adalah segera.
Mujahid berkata yaitu Fir'aun menangkap kami. Adh-Dhahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa makna (An-Yathgha) yaitu menyerang.
(Allah berfirman, "Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat” (46)) yaitu, janganlah kalian takut kepadanya, sesungguhnya Aku selalu bersama kalian, Aku mendengar pembicaraan kalian dan dia, dan Aku melihat tempat kalian dan tempatnya, tidak ada sesuatu dari perkara kalian yang tersembunyi bagiKu. Ketahuilah bahwa ubun-ubun Fir'aun berada di dalam genggamanKu. Maka tidaklah dia berbicara, bernafas, memukul kecuali dengan seizinKu dan sesudah perintahKu. Aku selalu bersamamu melalui pemeliharaan, pertolongan dan dukunganKu.
Firman Allah: (Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu) yaitu bukti dan mukjizat dari Tuhanmu (Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk) yaitu keselamatan dilimpahkan kepadamu jika kamu mengikuti petunjuk.
(Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling (48)) yaitu, bahwa Allah memberitahukan kepada kami dalam apa yang diwahyukan kepada kami berupa pemeliharaan, bahwa azab itu akan ditimpakan khusus kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan enggan taat kepadaNya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Adapun orang yang melampaui batas (37) dan lebih mengutamakan kehidupan dunia (38) maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya) (39)) (Surah An-Nazi'at: 37-39) dan (Maka Kami memperingatkan kalian dengan neraka yang menyala-nyala (14) Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka (15) yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman) (16)) (Surah Al-Lail: 14-16)
Allah SWT berfirman: (Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al-Qur'an) dan tidak mau mengerjakan salat (31) tetapi ia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran) (32)) (Surah Al-Qiyamah) yaitu mendustakan dengan hatinya dan berpaling dengan perbuatannya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Mengambil keputusan yang cepat untuk menyiksa kami (atau akan bertambah melampaui batas) terhadap kami, yakni bertambah takabbur.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Nabi Musa dan Harun tahu benar kekejaman dan kesombongan Fir'aun. Karena itu, setelah mendengar perintah ini keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir dia akan segera menyiksa kami sebelum kami selesai mengajaknya beriman kepada-Mu, atau dia justru akan bertambah melampaui batas, melebihi kedurhakaannya selama ini."
Ketika Allah ﷻ memberikan tugas tersebut, ternyata nabi Musa dan Harun ‘alaihimassalam takut(60 ). Apa yang dirasakan oleh nabi Musa dan Harun ‘alaihimassalam disebut dengan الخَوْفُ الطَّبِيْعِيّ ‘ketakutan yang alami’. Adapun nabi Musa ‘alaihissalam sudah takut sebelumnya. Bukankah nabi Musa ‘alaihissalam 10 tahun sebelumnya pernah lari dari Mesir menuju negeri Madyan? Sebagaimana firman Allah ﷻ,
فَخَرَجَ مِنْها خائِفاً يَتَرَقَّبُ
“Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir.” (QS. Al-Qashash : 21)
Apakah ini adalah ketakutan yang dilarang? Ketakutan seperti ini diperbolehkan. Banyak orang salah paham, mereka menyangka semua unsur ketakutan kepada selain Allah ﷻ hukumnya adalah haram. Padahal, jika seseorang merasa takut dengan hewan buas, penyakit atau hal yang semisalnya, maka ini adalah hal yang wajar. Rasa takut ini bukanlah ketakutan yang melanggar tauhid. Namun, karena kejahilan mereka, akhirnya menjadikan mereka memvonis segala sesuatu dengan sembarangan dan menganggap ketakutan yang seperti ini adalah perbuatan syirik. Tentunya, ini tidak benar. Karena nabi Musa ‘alaihissalam dahulu juga takut terhadap Fir’aun sebagaiamana dijelaskan di dalam firman Allah ﷻ. Apakah lantas memvonis nabi Musa ‘alaihissalam melakukan kesyirikan?
Penulis pernah mendapati seorang dai yang menyerukan agar tidak takut kepada apapun, termasuk singa, macan dan hewan-hewan buas lainnya. Tentu hal ini adalah kekeliruan dalam memahami tawhid.
Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami
Yakni bersegera dalam menyiksa dan menyakiti kami.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.