Surat Thaha ayat 46: Dengan memberikan pertolongan.
Apa yang diucapkannya.
Apa yang dilakukannya.
qāla lā takhāfā innanī ma‘akumā asma‘u wa arā
Dia (Allah) berfirman, "Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.
Apa yang diucapkannya.
Apa yang dilakukannya.
Kselematan dan kemenangan diantara lafadz { لَا } dan { كَلّا } : tatkala Musa takut dari musuh-mushnya dan yang membangkang, Allah berforman kepadanya : { لَا تَخَافَآ ۖ إِنَّنِى مَعَكُمَآ } "Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua", dan tatkala sebagian pengikut Musa berkata : { إِنَّا لَمُدْرَكُوْنَ } "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul" Musa kemudian merespon : { قَالَ كَلَّآ ۖ إِنَّ مَعِىَ رَبِّى سَيَهْدِينِ } "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku" maka dari ayat-ayat ini sudah jelas kepada kita bahwasanya tidak ada kemenangan dan keselamatan melainkan dengan lafadz { لَا } kepada musuh, dan dengan lafadz { كَلّا } kepada siapa yang lemah imannya.
Allah menenangkan mereka berdua dengan berfirman, "Janganlah kalian berdua takut kepada Fir'aun. Aku selalu menyertai dan menjaga kalian. Aku Maha Mendengar apa yang ia katakan dan Maha Melihat apa yang ia perbuat. Dan Aku tidak akan memberinya kekuasaan untuk menyiksa kalian.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Allah berfirman kepada Musa dan Harun: Jangan takut kepada Fir'aun, karena Aku senantiasa bersama kalian. Aku mendengar ucapan kalian dan melihat perbuatan kalian.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
قَالَ لا تَخَافَا "Allah berfirman, 'Jangan kamu berdua khawatir'," dia akan menyegerakan siksaan pada kalian berdua, (karena) إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَى "sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat," maksudnya kalian berdua di bawah perlindungan dan perhatianKu dari (kejahatan)nya.
Aku mendengar perkataan kalian berdua, dan melihat semua kondisi kalian berdua, maka janganlah kalian takut.
Maka rasa takut sirna dari mereka dan hati mereka menjadi tentram dengan janji Rabb mereka.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Dia berfirman, “Janganlah khawatir. Sesungguhnya Aku bersama kalian berdua. Aku mendengar dan melihat”
Maksudnya, janganlah kamu berdua takut kepada Fir'aun sesungguhnya Aku selalu bersamamu, Aku mendengar pembicaraanmu dan pembicaraannya, dan Aku melihat tempatmu dan tempatnya, tiada sesuatu pun dari perkara kalian yang samar bagi-Ku. Dan ketahuilah olehmu berdua bahwa ubun-ubun (roh) Fir'aun berada di dalam genggaman kekuasaan-Ku.
Maka tidaklah ia berbicara, dan tidak bernafas, tidak pula memukul kecuali dengan seizin-Ku dan sesudah ada perintah dari-Ku. Aku selalu bersamamu melalui pemeliharaan-Ku, pertolongan dan dukungan-Ku.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Muhammad At-Tanafisi, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, dari Al-A'masy, dari Amr ibnu Murrah, dari Abu Ubaidah, dari Abdullah yang mengatakan bahwa ketika Allah mengutus Musa kepada Fir'aun, Musa bertanya, "Wahai Tuhanku, apakah yang harus aku katakan?" Allah berfirman, "Katakanlah, 'Hayya syarahiya'." Al-A'masy menafsirkan kalimat tersebut dengan terjemahan berikut, "Akulah Yang Hidup sebelum adanya segala sesuatu, dan Akulah yang hidup sesudah segala sesuatu tiada."
Sanad riwayat ini jayyid, tetapi mengandung sesuatu yang garib.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Ayat 45-48
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang nabi Musa dan nabi Harun, bahwa keduanya memohon perlindungan dan mengadu kepada Allah SWT: (sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melewati batas) Keduanya bermaksud bahwa keduanya takut jika Fir'aun langsung menyiksa atau menyerang keduanya, lalu menghukum keduanya. Sedangkan keduanya tidak bisa berhak mendapat hal itu.
Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengatakan bahwa makna (an yafratha) adalah segera.
Mujahid berkata yaitu Fir'aun menangkap kami. Adh-Dhahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa makna (An-Yathgha) yaitu menyerang.
(Allah berfirman, "Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat” (46)) yaitu, janganlah kalian takut kepadanya, sesungguhnya Aku selalu bersama kalian, Aku mendengar pembicaraan kalian dan dia, dan Aku melihat tempat kalian dan tempatnya, tidak ada sesuatu dari perkara kalian yang tersembunyi bagiKu. Ketahuilah bahwa ubun-ubun Fir'aun berada di dalam genggamanKu. Maka tidaklah dia berbicara, bernafas, memukul kecuali dengan seizinKu dan sesudah perintahKu. Aku selalu bersamamu melalui pemeliharaan, pertolongan dan dukunganKu.
Firman Allah: (Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu) yaitu bukti dan mukjizat dari Tuhanmu (Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk) yaitu keselamatan dilimpahkan kepadamu jika kamu mengikuti petunjuk.
(Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling (48)) yaitu, bahwa Allah memberitahukan kepada kami dalam apa yang diwahyukan kepada kami berupa pemeliharaan, bahwa azab itu akan ditimpakan khusus kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan enggan taat kepadaNya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Adapun orang yang melampaui batas (37) dan lebih mengutamakan kehidupan dunia (38) maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya) (39)) (Surah An-Nazi'at: 37-39) dan (Maka Kami memperingatkan kalian dengan neraka yang menyala-nyala (14) Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka (15) yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman) (16)) (Surah Al-Lail: 14-16)
Allah SWT berfirman: (Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al-Qur'an) dan tidak mau mengerjakan salat (31) tetapi ia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran) (32)) (Surah Al-Qiyamah) yaitu mendustakan dengan hatinya dan berpaling dengan perbuatannya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Allah berfirman, "Janganlah kamu berdua takut sesungguhnya Aku beserta kamu berdua) Aku akan membantu kamu berdua (Aku mendengar) apa yang dikatakannya (dan melihat) apa yang dikerjakannya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Menenangkan Nabi Musa dan Harun, Dia berfirman, "Janganlah kamu berdua khawatir menghadapi Fir'aun dan para pengikutnya. Sesungguhnya Aku selalu bersama kamu berdua. Aku akan melindungimu dan menolongmu. Aku mendengar ucapan dan ajakanmu serta mendengar pula apa pun yang dikatakan Fir'aun. Dan Aku juga melihat apa yang kamu lakukan untuk menjalankan perintah-Ku serta melihat apa yang diperbuat oleh Fir'aun.
Artinya Allah ﷻ selalu bersama nabi Musa dan Harun ‘alaihimassalam. Maksud kebersamaan disini adalah kebersamaan yang khusus. Sebagaimana diketahui bahwa dalam pembahasan akidah ada sifat Allah yang disebut dengan المَعِيَّة ‘kebersamaan’. Adapun “kebersamaan Allah” tersebut dibagi menjadi dua:
المَعِيَّة العَامَّة (kebersamaan umum): Artinya Allah ﷻ selalu bersama hamba-hamba-Nya dengan ilmu-Nya. Allah ﷻ berfirman,
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَا يَكُونُ مِنْ نَجْوَى ثَلَاثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ إِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَا أَدْنَى مِنْ ذَلِكَ وَلَا أَكْثَرَ إِلَّا هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوا ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Mujadilah: 7)
Ayat ini menjelaskan tentang المَعِيَّة العَامَّة, artinya ilmu-Nya selalu bersama hamba-Nya. Tidak ada satu orang pun yang terluput dari pengetahuan Allah ﷻ. Oleh karenanya, kaum musyrikin tatkala mereka masuk ke dalam neraka, mereka menyangka bahwa ada di antara perbuatan mereka yang Allah ﷻ tidak mengetahuinya. Allah ﷻ berfirman,
وَلَكِنْ ظَنَنْتُمْ أَنَّ اللَّهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيرًا مِمَّا تَعْمَلُونَ. وَذَلِكُمْ ظَنُّكُمُ الَّذِي ظَنَنْتُمْ بِرَبِّكُمْ أَرْدَاكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka kepada Tuhanmu, Dia telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Fussilat: 22-23)
المَعِيَّة الخَاصَّة: Kebersamaan khusus, bahwa Allah ﷻ bersama hamba-Nya sebagai bentuk pertolongan Allah ﷻ, seperti di dalam firman Allah ﷻ,
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Atau firman Allah ﷻ,
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ
“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. An-Nahl: 128)
Oleh karenanya, Allah ﷻ berfirman kepada nabi Musa dan Harun ‘alaihimassalam,
قَالَ لَا تَخَافَا إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَى
“Allah berfirman: "Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat."
Artinya Allah ﷻ bersama keduanya dengan kebersamaan yang bersifat khusus(61 ). Apabila seseorang hendak meraih kebersamaan khusus dari Allah ﷻ, maka hendaknya dia bertakwa kepada Allah ﷻ.
Di antara faedah di dalam ayat ini adalah sebagai bantahan bagi golongan Asya’irah yang menyamakan sifat ilmu dengan sifat melihat dan mendengar. Karena Allah ﷻ membedakan antara إِنَّنِي مَعَكُمَا ‘sesungguhnya Aku beserta kamu berdua’ dan أَسْمَعُ وَأَرَى ‘Aku mendengar dan melihat’. Artinya sifat ilmu, melihat dan mendengar adalah sifat yang berbeda dan tidak boleh disamakan. Karena, orang-orang Asya’irah mentakwil arti “mendengar” dengan الْعِلْمُ بِالْمَسْمُوْعَات maknanya Allah mengetahui perkara-perkara yang didengar. Adapun “melihat” artinya الْعِلْمُ بِالْمُبْصَرَات ‘mengetahui perkara-perkara yang dilihat, tetapi tidak melihat dan tidak mendengar. Keyakinan seperti ini adalah suatu kesalahan dan menyelisihi akidah ahlussunah wal-jama’ah.
Adapun keyakinan Ahlussunah wal-jama’ah tidak perlu mentakwil. Akan tetapi, meyakini bahwa Allah ﷻ Maha Melihat dan Maha Mendengar, sedangkan bagaimana Allah ﷻ melihat dan mendengar, maka itu adalah urusan Allah ﷻ. Manusia tidak mengetahuinya sama sekali.
Dengan pertolongan-Ku bagi kalian dalam melawan Fir’aun.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.