Surat Thaha ayat 81
Surat Thaha ayat 81: Yakni dengan kufur kepada nikmat-nikmat Allah tersebut, misalnya menggunakan rezeki tersebut untuk bermaksiat kepada-Nya.
Bisa juga diartikan dengan, “Jatuh ke neraka.”
kulū min ṭayyibāti mā razaqnākum wa lā taṭgau fīhi fa yaḥilla ‘alaikum gaḍabī, wa may yaḥlil ‘alaihi gaḍabī fa qad hawā
Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Barang siapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sungguh, binasalah dia.
Surat Thaha ayat 81: Yakni dengan kufur kepada nikmat-nikmat Allah tersebut, misalnya menggunakan rezeki tersebut untuk bermaksiat kepada-Nya.
Bisa juga diartikan dengan, “Jatuh ke neraka.”
Makanlah dari rezeki yang baik ini, yang telah Kami karuniakan tanpa kalian bersusah payah. Janganlah berbuat kezaliman dan kemaksiatan di dalam kehidupan yang penuh dengan kebaikan ini agar tidak menimbulkan murka-Ku.
Sesungguhnya orang-orang yang tertimpa murka-Ku berada dalam tingkatan siksa Allah yang paling bawah.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Makanlah dari rizki Kami yang baik, dan janganlah melampaui batas padanya dengan menzalimi satu sama lain, lalu kalian ditimpa kemurkaan-Ku.
Barangsiapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya ia akan binasa dan merugi.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Dan Dia berkata kepada mereka, كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ "Makanlah di antara rizki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu," maksudnya dan syukurilah apa yang telah Allah curahkan kepada kalian dalam bentuk kenikmatan-kenikmatan. وَلا تَطْغَوْا فِيهِ "Dan janganlah kalian melampaui batas padanya," yaitu dalam menyikapi rizkiNya, dengan mempergunakannya untuk bermaksiat dan menolak kenikmatan. Jika kalian melakukannya, niscaya datang kepada kalian kemurkaanKu. Artinya Aku marah kepada kalian kemudian menyiksa kalian.
وَمَنْ يَحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِي فَقَدْ هَوَى "Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaanKu, maka sesungguhnya binasalah dia," maksudnya hancur, binasa, menyesal lagi merugi. Lantaran dia tidak memperoleh ridha dan kebaikanNya, ditimpa kemurkaan dan kerugian.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Makanlah sebagian yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepada kalian.
Dan janganlah melampaui batas, janganlah melampaui batas dalam apa yang Kami anugerahkan kepada kalian dengan tidak mau mensyukurinya dan melampaui batas Allah bagi kalian.
Lalu turunlah kemurkaanKu menimpa kalian dan siapa saja yang ditimpa.
Turun kepadanya kemurkaanKu, maka sungguh binasalah dia, celaka dan binasa.
Allah SWT menyebutkan tentang nikmat-nikmat-Nya dan karunia-Nya yang telah Dia limpahkan kepada Bani Israil, bahwa Dia telah menyelamatkan mereka dari musuh mereka (yaitu Fir'aun) dan menenangkan hati mereka dengan memperlihatkan mayat Fir'aun kepada mereka, juga mayat tentaranya yang tenggelam dalam waktu yang sama di pagi hari itu, sehingga tiada seorang pun dari mereka yang selamat. Hal ini disebutkan oleh Allah SWT dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَاَغْرَقْنَآ اٰلَ فِرْعَوْنَ وَاَنْتُمْ تَنْظُرُوْنَ}
{#Dan Kami tenggelamkan (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya, sedangkan kalian sendiri menyaksikan.#} (Al-Baqarah, [2:50])
Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya'qub ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Rauh ibnu Ubadah, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, telah menceritakan kepada kami Bisyr, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, dijumpainya orang-orang Yahudi sedang melakukan puasa di hari Asyura, lalu beliau menanyakan kepada mereka tentang puasa itu. Maka mereka menjawab bahwa hari itu adalah hari kemenangan yang dianugerahkan oleh Allah kepada Musa atas Fir'aun. Maka Rasulullah SAW bersabda: {#"Kami lebih berhak terhadap Musa (daripada mereka), maka puasalah kalian."#}
Hadis riwayat Imam Bukhari ini diriwayatkan pula oleh Imam Muslim di dalam kitab sahihnya.
Kemudian Allah SWT menjanjikan kepada Musa dan Bani Israil sesudah kebinasaan Fir'aun untuk bersua ke sebelah kanan Bukit Tur. Di tempat itulah Allah mengajak Musa berbicara langsung dan Musa meminta kepada Allah untuk memperlihatkan diri-Nya. Allah memberinya kitab Taurat di tempat itu. Dan dalam masa itu kaum Bani Israil menyembah anak lembu, kisahnya seperti yang baru saja disebutkan di atas. Adapun mengenai Manna dan Salwa, maka keterangan dan kisahnya telah disebutkan di dalam tafsir surat Al-Baqarah, juga surat lainnya.
Manna ialah sejenis makanan yang berasa manis, diturunkan dari langit kepada kaum Bani Israil.
Salwa ialah sejenis burung yang berjatuhan kepada mereka, lalu mereka mengambilnya sesuai dengan keperluan mereka sampai besok paginya, sebagai belas kasihan dan rahmat serta kebaikan Allah kepada mereka. Karena itulah maka dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:
{كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَلَا تَطْغَوْا فِيْهِ فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِيْ}
{#Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepada kalian, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpa kalian.#} (Tha Ha, [20:81])
Yakni makanlah sebagian dari rezeki yang Aku turunkan kepada kalian ini, dan janganlah kalian bersikap rakus terhadapnya dengan cara mengambilnya lebih dari apa yang kalian perlukan, sebab hal ini berarti kalian melanggar perintah-Ku.
{فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِيْ}
{#yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpa kalian.#} (Tha Ha, [20:81])
Yakni Aku menjadi murka kepada kalian karenanya.
{وَمَنْ يَّحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِيْ فَقَدْ هَوٰى}
{#Dan barang siapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia.#} (Tha Ha, [20:81])
Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa HAWAA artinya celaka.
Syafi ibnu Mani' mengatakan, sesungguhnya di dalam neraka Jahanam terdapat suatu penjara; bila seorang kafir dilemparkan dari atas ke dalamnya, maka terjerumuslah ia ke dalamnya selama empat puluh musim gugur (tahun) sebelum mencapai dasarnya. Yang demikian itu adalah apa yang dimaksud oleh firman-Nya: {#Dan barang siapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku maka sesungguhnya binasalah ia.#} (Tha Ha, [20:81])
Asar ini diriwayatkan oleh Imam ibnu Abu Hatim.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Allah SWT menyebutkan tentang nikmat-nikmat dan karuniaNya yang Dia berikan kepada Bani Israil, bahwa Dia menyelamatkan mereka dari musuh mereka yaitu Fir'aun dan menenangkan hati mereka yaitu mereka melihat mayat Fir'aun dan tentaranya yang tenggelam di pagi hari, sehingga tidak ada seorang pun dari mereka yang selamat. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan Kami tenggelamkan (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya, sedangkan kalian sendiri menyaksikan) (Surah Al-Baqarah: 50)
Dia berkata bahwa ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi yang sedang melakukan puasa Asyura, lalu beliau bertanya kepada mereka. Lalu mereka menjawab,”Hari itu adalah Allah memenangkan nabi Musa atas Fir'aun” Lalu Rasulullah SAW bersabda,”Kami lebih berhak terhadap nabi Musa (daripada mereka), maka berpuasalah kalian”
Sesudah pembinasaan Fir'aun untuk bertemu di sebelah kanan bukit Thur. Itu adalah tempat Allah mengajak berbicara dengan nabi Musa secara langsung dan nabi Musa meminta kepada Allah untuk melihatNya. Lalu Allah memberinya kitab Taurat di sana. Saat itu kaum Bani Israil menyembah anak sapi, sebagaimana Allah baru saja menyebutkan kisah itu. Adapun tentang Manna dan Salwa, maka pembahasan tentang itu telah disebutkan di surah Al-Baqarah dan surah lainnya. Manna adalah makanan manis yang diturunkan kepada mereka dari langit. Salwa adalah burung yang berjatuhan kepada mereka, lalu mereka mengambilnya sesuai dengan keperluan mereka sampai besok, sebagai kelembutan, rahmat dan kebaikan Allah kepada mereka. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepada kalian, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaanKu menimpa kalian) yaitu makanlah sebagian dari rezeki yang Aku berikan kepada kalian ini, dan janganlah rakus dalam rezekiKu sehingga kalian mengambilnya melebihi kebutuhan, dan kalian melanggar apa yang Aku perintahkan kepada kalian (yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpa kalian) yaitu Aku murka kepada kalian
(Dan barang siapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa maknannya adalah celaka.
Firman Allah: (Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, dan beramal saleh) yaitu, setiap orang yang bertaubat kepadaKu, Aku menerima taubatnya dari semua dosanya, sehingga Dia menerima taubat orang yang menyembah anak sapi dari kalangan Bani Israil. Firman Allah SWT: (orang yang bertaubat) yaitu kembali dari apa dia lakukan sebelumnya berbupa mengingkari, menyekutukan, durhaka, berbuat munafik kepada Allah.
Firman Allah: (dan beriman) yaitu dengan hatinya (dan beramal saleh) yaitu dengan anggota tubuhnya.
(Kemudian tetap di jalan yang benar) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa kemudian tidak meragukannya.
Qatadah berkata tentang firmanNya (kemudian tetap di jalan yang benar) yaitu harus memeluk agama Islam sampai mati Kata “Tsumma” untuk menunjukkan pengertian berurutan, sebagaimana firmanNya: (Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang (17)) (Surah Al-Balad)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah kami berikan kepada kalian) yakni nikmat yang telah dilimpahkan kepada kalian (dan janganlah melampaui batas padanya) seumpamanya kalian mengingkari nikmat-nikmat itu (yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpa kalian) bila dibaca Yahilla artinya wajib kemurkaan-Ku menimpa kalian.
Dan jika dibaca Yahulla artinya, pasti kemurkaan-Ku menimpa kalian (Dan barang siapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku) lafal Yahlil dapat pula dibaca Yahlul (maka sungguh binasalah ia) terjerumuslah ia ke dalam neraka.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Dengan semua anugerah itu, makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, yaitu mann dan salwa, dan janganlah melampaui batas. Jangan langgar tuntunan-Ku yang pada akhirnya menyebabkan kemurkaan-Ku akan menimpamu. Ketahuilah, barang siapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sungguh binasalah dia akibat siksa itu.
Dalam ayat ini Allah ﷻ memerintahkan mereka untuk memakan thayyibat, ini dikarenakan Manna dan Salwa ini murni halal, tidak ada campur tangan manusia, dan 100% halal. Berbeda dengan makanan yang ada di dunia yang belum tentu halal. Bahkan sebagian orang saking sulitnya kita mencari makanan yang 100% halal mengatakan jika ingin sesuatu yang 100% halal maka minumlah air hujan yang langsung turun dari langit. Intinya Manna dan Salwa ini adalah makanan yang pasti halal dan tidak ada campur tangan manusia di dalamnya jadi tidak perlu ragu untuk memakannya.
Kemudian firman Allah ﷻ,
وَلَا تَطْغَوْا فِيْهِ
“janganlah kalian melampaui batas.”
terdapat beberapa penafsiran dari para ulama berkaitan dengan kalimat وَلَا تَطْغَوْا فِيْهِ “janganlah kalian melampaui batas”:(109 )
Pertama: janganlah kalian ketika mendapatkan kenikmatan yang banyak lupa untuk bersyukur dan lupa untuk beribadah.
Kedua: janganlah kalian berlebih-lebihan yaitu dengan menggunakan nikmat tersebut untuk bermaksiat.
Ketiga: janganlah kalian berlebih-lebihan yaitu kalian tidak menunaikan kewajiban untuk mengeluarkan harta kalian seperti sedekah atau yang lainnya( 110).
Ini semua adalah bentuk berlebih-lebihan. Jika seseorang diberi kenikmatan lalu tidak bersyukur dan tidak beribadah maka dia berlebih-lebihan. Sebagian orang jika bekerja dengan orang lain dengan gaji perbulan misalnya 3 juta perbulan maka kita dapati taatnya luar biasa. Nah, kita diberi oleh Allah ﷻ dengan nikmat yang begitu banyak seperti nikmat melihat dan mendengar akan tetapi sebagian kita menggunakannya untuk maksiat, digunakan untuk melihat yang haram, atau untuk mendengar yang haram. Ini adalah di antara bentuk berlebihan kepada nikmat yang Allah ﷻ berikan.
Kemudian Allah ﷻ berfirman,
فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِيْۚ وَمَنْ يَّحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِيْ فَقَدْ هَوٰى
“yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Barang siapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sungguh, dia telah terjatuh.”
Jika kalian berlebih-lebihan dan melampaui batas pada harta dan kenikmatan yang telah Aku berikan kepada kalian maka kemarahanku akan menimpa kalian. Barang siapa yang ditimpa kemarahan-Ku maka dia telah terjatuh. Maksud “terjatuh” di sini adalah terjatuh dalam kesesatan, terjatuh dalam kesengsaraan, ada juga yang mengatakan maksudnya adalah kelak dia di neraka disiksa dengan diperintahkan untuk naik ke gunung kemudian dilempar jatuh ke bawah. Karena di neraka ada yang berupa lembah dan ada yang berupa gunung, Allah ﷻ berfirman,
سَأُرْهِقُهُ صَعُودًا
“Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan.” (QS. Al-Muddattsir: 17)
Jadi di neraka ada yang disiksa dengan diperintahkan untuk mendaki gunung yang sangat tinggi dan ada yang disiksa dengan dilemparkan dari tempat yang sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa di neraka ada tempat yang tinggi dan ada tempat yang rendah( 111).
Setelah Allah ﷻ menjelaskan bahaya dari tidak bersyukur kepada Allah ﷻ lalu Allah ﷻ mengakhirinya dengan Firman-Nya,
Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu
Yang dimaksud dengan (الطيبات) adalah makanan-makanan halal yang lezat.
Janganlah melampaui batas padanya
Jangan kalian melampaui rezeki yang halal menuju yang tidak halal.
Pendapat lain mengatakan maknanya adalah janganlah kalian mengingkari nikmat Allah sehingga kalian akan menjadi orang-orang yang melampaui batas.
Yakni turun kepada kalian.
Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia
Yakni maka ia akan masuk ke neraka yang paling dalam.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.