Surat Thaha ayat 102
Yaitu tiupan untuk membangkitkan manusia dari kuburnya atau menghidupkannya kembali.
Mata mereka biru, sedangkan muka mereka hitam.
Adapun orang-orang yang bertakwa dikumpulkan kepada Ar Rahman seperti kafilah yang terhormat.
yauma yunfakhu fiṣ-ṣūri wa naḥsyurul-mujrimīna yauma'iżin zurqā
pada hari (Kiamat) sangkakala ditiup (yang kedua kali) dan pada hari itu Kami kumpulkan orang-orang yang berdosa dengan (wajah) biru muram,
Yaitu tiupan untuk membangkitkan manusia dari kuburnya atau menghidupkannya kembali.
Mata mereka biru, sedangkan muka mereka hitam.
Adapun orang-orang yang bertakwa dikumpulkan kepada Ar Rahman seperti kafilah yang terhormat.
Mereka berkata dengan berbisik karena ketakutan: “Tidaklah kalian hidup di dunia melainkan hanya sepuluh hari saja.”
Suatu hari kala Kami memerintahkan malaikat untuk meniup sangkakala, sebuah tiupan untuk menghidupkan dan membangkitkan kembali manusia dari kuburnya untuk kemudian Kami seru agar berkumpul di padang Mahsyar.
Orang-orang yang berbuat jahat akan Kami seret dengan muka yang biru: cemas dan takut.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Kulit dan mata mereka berubah karena sedemikian berat dan mencekamnya peristiwa-peristiwa itu.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Dan Kami kumpulkan orang-orang kafir dan orang-orang musyrik pada hari kiamat dalam keadaan badan dan mata mereka membiru karena sangat takut, marah, dan menyesal.
Tafsir Ayat:
Maksudnya, jika sangkakala ditiup, dan orang-orang telah bangkit keluar dari kubur-kubur mereka, masing-masing sesuai dengan keadaannya.
Orang-orang yang bertakwa dihimpun menuju Dzat Yang Maha Pemurah sebagai delegasi yang terhormat.
Sedangkan orang-orang yang berbuat kedurhakaan, dikumpulkan dengan muka berwarna biru yang kusam karena dirundung ketakutan, kegundahan, dan dahaga.
Mereka saling berbicara lirih dan berbisik-bisik mengenai betapa pendeknya masa kehidupan di dunia dan alangkah cepatnya akhirat datang.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Pada hari ketika sangkakala ditiup, Kami mengumpulkan dan Kami menggiring orang-orang yang durhaka pada hari itu dengan (wajah) pucat matanya membiru dan wajahnya menghitam.
Telah disebutkan di dalam sebuah hadis, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang as-sur atau sangkakala ini. Maka beliau menjawab: "Seperti sebuah tanduk yang dapat ditiup."
Di dalam hadis mengenai sangkakala ini yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, disebutkan bahwa sur adalah tanduk (terompet yang berbentuk tanduk) yang sangat besar. Garis tengahnya sama dengan luasnya langit dan bumi, Malaikat Israfillah yang ditugaskan untuk meniupnya.
Di dalam hadis lainnya disebutkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
{كَيْفَ اَنْعَمُ وَصَاحِبُ الْقَرْنِ قَدِ الْتَقَمَ القَرْنَ وَحَنٰى جَبْهَتَهٗ وَانْتَظَرَ اَنْ يُؤْذَنَ لَهٗ. فَقَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ كَيْفَ نَقُوْلُ. قَالَ قُوْلُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ عَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلْنَا}
{#"Bagaimana aku dapat bersenang-senang, sedangkan malaikat yang ditugaskan meniup sangkakala telah meletakkan sangkakala pada mulutnya dan mengernyitkan dahinya siap melakukan tiupan sambil menunggu perintah."#} Para sahabat yang hadir mengatakan, "Wahai Rasulullah, apakah yang harus kami ucapkan?" Rasulullah SAW menjawab: {#"Katakanlah oleh kalian, "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung, hanya kepada Allah-lah kami bertawakal (berserah diri)."#}
Firman Allah SWT:
{وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِيْنَ يَوْمَىِٕذٍ زُرْقًا}
{#dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram.#} (Tha Ha, [20:102])
Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah mata mereka biru karena kerasnya kengerian yang dialami oleh mereka di hari itu.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Telah disebutkan dalam hadits bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang “ash-shur”. Beliau menjawab,”Seperti sebuah tanduk yang dapat ditiup”
Firman Allah: (dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram) Dikatakan bahwa maknanaya adalah mata mereka biru karena kerasnya kengerian yang mereka alami.
(mereka berbisik-bisik di antara mereka) Ibnu Abbas berkata bahwa mereka saling berbisik satu sama lain di antara mereka (Kalian tidak berdiam melainkan hanyalah sepuluh (hari)) yaitu di dunia, sungguh kalian tinggal di sana itu sangat sebentar, yaitu sepuluh hari atau serupa dengannya. Lalu Allah SWT berfirman: (Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan) yaitu dalam keadaan mereka berbisik-bisik di antara mereka (ketika berkata orang yang paling lurus jalannya di antara mereka) yaitu orang yang akalnya sempurna di antara mereka (Kalian tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sehari saja) yaitu karena pendeknya masa di dunia menurut mereka pada hari kiamat, karena di dunia secara keseluruhannya, sekalipun waktunya terus berulang dan silih berganti malam dan siang harinya, maka seakan-akan sama dengan satu hari. Oleh karena itu orang-orang kafir merasa kehidupan mereka di dunia sangat pendek pada hari kiamat. Tujuan mereka demikian adalah untuk menolak tegaknya hujjah terhadap diri mereka karena pendeknya masa mereka. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan pada hari (ketika) terjadinya Kiamat, orang-orang yang berdosa bersumpah, bahwa mereka berdiam (dalam kubur) hanya sesaat (saja). Begitulah dahulu mereka dipalingkan (dari kebenaran) (55) Dan orang-orang yang diberi ilmu dan keimanan berkata (kepada orang-orang kafir), “Sungguh, kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari kebangkitan. Maka inilah hari kebangkitan itu, tetapi (dahulu) kamu tidak meyakini(nya)” (56)) (Surah Ar-Rum)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Yaitu orang-orang kafir
pada hari itu dengan mata yang biru muram
yakni mata mereka tampak membiru dan muka mereka tampak hitam karena muram.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Orang-orang yang berbuat jahat akan Kami seret dengan muka yang biru: cemas dan takut.
Hari kiamat itu adalah hari ketika ditiup sangkakala yang kedua kali sebagai pertanda dibangkitkannya seluruh manusia dari kubur, dan selanjutnya Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram, menandakan kecemasan dan ketakutan mereka terhadap balasan atas keingkarannya.
Yaitu hari di mana malaikat Israfil meniupkan sangkakala. Kemudian yang dimaksud dengan mujrimin adalah musyrikin, dan banyak di dalam Al-Quran Allah ﷻ menyebutkan mujrimin dan yang dimaksud adalah musyrikin. Mujirimin secara bahasa adalah para pelaku dosa atau para pembuat kesalahan. Akan tetapi mujrimin sering disebutkan di dalam Al-Quran dan yang dimaksud adalah orang-orang musyrik.
زُرْقًا “berwarna biru” (166 ) I’robnya adalah haal. Artinya “Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dalam keadaan berwarna biru”. Para ulama menjelaskan bahwasanya sebab dari warna biru tersebut adalah karena rasa haus di padang mahsyar dan ketakutan yang luar biasa yang mereka rasakan. Akan tetapi mereka berbeda pendapat tentang bagian tubuh yang mana yang biru :
Mengatakan bahwa yang biru adalah mata mereka(167 ) sedangkan tubuhnya bewarna hitam. Hal ini karena Allah ﷻ berfirman dalam ayat ini
يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ
“pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu".” (QS. Ali Imran: 106)
Dan ini adalah pendapat yang cukup kuat dalam mengkompromikan 2 ayat ini.
Mengatakan bahwa yang biru adalah warna tubuh mereka(168 ). Ini dikarenakan rasa takut yang luar biasa yang mereka hadapi.
Sebagian ulama berpendapat bahwa warna biru tersebut merupakan kiasan dari kondisi buta mata mereka(169 ).
(di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala)
Yakni dimaksud adalah tiupan untuk membangkitkan seluruh makhluk.
(dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa)
Mereka adalah orang-orang musyrik dan pelaku kemaksiatan.
(dengan muka yang biru muram)
Yakni mata yang membiru karena kehausan, sebab warna hitam pada mata akan berubah membiru pada saat kehausan. Dan mungkin yang dimaksud adalah badan yang membiru akibat amarah dan penyesalan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.