Makna Ayat
Seakan-akan Allah ﷻ berfirman “Karena mereka salalu mengganggumu, sedangkan mereka tidak dibinasakan oleh Allah ﷻ dan ditunda azab mereka, maka tetaplah bersabar, wahai Muhammad!”. Nabi ﷺ sering diganggu oleh mereka dengan ucapan-ucapan mereka, sehingga hal itu membuat berat bagi Nabi ﷺ.
Kedudukan Nabi Muhammad
Karena Nabi ﷺ bukanlah orang biasa di tengah kaumnya, namun kakek beliau ﷺ adalah Abdul-Mutthalib dari bani Hasyim keturunan nabi Isma’il ‘alaihissalam dan nabi Ibrahim ‘alaihissalam, di mana keduanya yang telah membangun Ka’bah. Selain itu, suku terbaik dari Quraisy adalah bani Hasyim. Oleh karenanya, Nabi ﷺ merupakan orang yang sangat mulia dan memiliki nasab yang tinggi.
Gangguan Lisan
Beliau ﷺ pula memiliki kedudukan tinggi, di mana pada masa jahiliyah beliau ﷺ tidak pernah berbuat keburukan seperti berdusta, berzina, menyembah berhala, mengganggu orang ataupun menyakitinya. Bahkan, beliau mendapat gelar Al-Amin di mata orang-orang. Akan tetapi, setelah beliau ﷺ diangkat menjadi nabi, orang-orang mengolok-olok dan memaki beliau ﷺ. Maka, hal ini menjadi berat bagi Nabi ﷺ.
Perbandingan Gangguan
Seandainya orang yang terbiasa berbuat kejahatan dan keburukan, kemudian diolok-olok, maka dia akan merasa biasa saja. Baginya gangguan fisik lebih berat dari pada gangguan lisan. Akan tetapi, bagi orang yang paling mulia seperti Nabi ﷺ, gangguan lisan bisa jadi lebih berat dari pada gangguan fisik.
Ayat Al-Qur'an
جِرَاحَاتُ السِّنَانِ لَهَا الْتِئَامٌ وَلاَ يَلْتَئِمُ مَا جَرَحَ اللِّسَانُ
“Luka yang disebabkan oleh sayatan pedang, masih bisa disembuhkan. Tetapi luka yang disebabkan sayatan lisan sulit untuk disembuhkan.”(220 )
Perintah Allah
Maka dari itu, Allah ﷻ berfirman di dalam banyak ayat,
فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ
“Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan.”
Gangguan Lisan Nabi Muhammad
Sering kali mereka mengolok-olok Nabi ﷺ, di antaranya mereka menuduh beliau sebagai الْكَاهِن ‘dukun’, الْكَذَّاب pendusta, السَّاحِرُ penyihir, الْمَسْحُوْرُ tersihir, الشَّاعِرُ penyair, الْمَجْنُوْن gila, الصَّابِئ orang yang keluar dari adat istiadat(221 ). Padahal, sebelumnya mereka sepakat bahwa beliau ﷺ adalah orang yang paling mulia, hingga diberi gelar Al-Amin, yaitu orang yang terpercaya dan tidak pernah berdusta.
Perintah Allah
وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا وَمِنْ آنَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَى
“Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.”
Solusi Allah
Allah ﷻ memberikan solusi kepada Nabi ﷺ agar beliau bisa bersabar, yaitu dengan mendirikan salat. Pada ayat tersebut Allah ﷻ memerintahkan beliau supaya ‘bertasbih’. Jumhur ulama menafsirkan tasbih pada ayat itu dengan salat, karena di dalam salat terdapat tasbih dan tahmid.
Ayat Al-Qur'an
وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِما يَقُولُونَ . فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ
“Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat).” (QS. Al-Hijr 97-98)
Solusi Salat
Oleh karenanya, solusi bagi seorang muslim ketika menghadapi permasalahan adalah dengan salat. Mengeluh kepada manusia tidak akan menyelesaikan masalah. Maka, hendaknya dia mengeluhkan segala permasalahannya kepada Allah ﷻ.
Perintah Salat
Allah ﷻ memerintahkan Nabi ﷺ untuk menunaikan salat lima waktu :
- قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ ‘sebelum terbit matahari’ artinya adalah salat subuh
- وَقَبْلَ غُرُوبِهَا ‘sebelum terbenam matahari’ artinya adalah salat ashar
- وَمِنْ آنَاءِ اللَّيْلِ ‘sebagian malam’ artinya adalah salat isya’
- وَأَطْرَافَ النَّهَارِ ‘ujung waktu siang’. Para ulama menjelaskan bahwa waktu siang terbagi menjadi dua waktu yang dipisahkan oleh زَوَال ‘tergelincirnya matahari hingga berada di tengah-tengah langit’ 10 menit menjelang waktu dzuhur. Pertama, ujung waktu dari terbitnya matahari hingga waktu zawal, yaitu waktu (salat) dzuhur. Kedua, ujung waktu dari ‘zawal’ hingga terbenam matahari , yaitu waktu (salat) maghrib.(223 )
Manfaat Salat
Barang siapa yang sungguh-sungguh dalam menjaga salat lima waktu, maka akan hilang darinya segala kegundahgulanaan yang ada di dalam hatinya. Sebagaimana ujian yang dihadapi oleh Nabi ﷺ. Beliau menjadi orang yang paling jujur dan dipercaya, akan tetapi beliau banyak dicela oleh orang-orang musyrikin.
Ayat Al-Qur'an
لَعَلَّكَ تَرْضَى
“Supaya kamu merasa senang.”
Arti Ayat
Artinya engkau wahai Muhammad akan mendapatkan pahala yang besar yang membuat engkau menjadi bahagia(224 ). Kesabaranmu yang disertai dengan solusinya yaitu salat lima waktu itu akan mendatangkan pahala yang sangat besar. Sampai-sampai Allah ﷻ menghibur beliau ﷺ dengan ayat ini.