Makna Ayat
Makna ayat ini adalah bahwa Allah tidak merasa malu untuk membuat perumpamaan apa pun, baik yang kecil maupun yang besar.
Perumpamaan
Perumpamaan yang dibuat oleh Allah adalah seperti nyamuk, yang dapat hidup selagi dalam keadaan lapar, tetapi bila telah gemuk, maka ia mati. Demikian pula perumpamaan kaum yang dibuatkan perumpamaannya oleh Allah di dalam Al-Qur'an dengan perumpamaan ini.
Ayat Al-Qur'an
Ayat Al-Qur'an yang terkait dengan perumpamaan ini adalah:
- {#Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu.#} (Al-Baqarah, [2:26])
- {#Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka,#} (Al-An'am, [6:44])
- {#Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah.#} (Al-Hajj, [22:73])
- {#Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.#} (Al-Ankabut: [29:41])
- {#Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh, dan cabangnya (menjulang) ke langit; pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.#} (Ibrahim, [14:24]-[14:27])
- {#Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatupun dan seorang yang Kami beri rezeki yang baik dari Kami, lalu dia menafkahkan sebagian dari rezeki itu secara sembunyi dan secara terang-terangan, adakah mereka itu sama? Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui.#} (An-Nahl, [16:75])
- {#Dan Allah membuat (pula) perumpamaan: dua orang lelaki yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatu pun dan dia menjadi beban atas penanggungnya, ke mana saja dia disuruh oleh penanggungnya itu, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikan pun. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada pula di atas jalan yang lurus?#} (An-Nahl, [16:76])
- {#Dia membuat perumpamaan untuk kalian dari diri kalian sendiri. Apakah ada di antara hamba sahaya yang dimiliki oleh tangan kanan kalian, sekutu bagi kalian dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepada kalian.#} (Ar-Rum, [30:28])
- {#Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja), Adakah kedua budak itu sama halnya? Segala puji bagi Allah tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.#} (Az-Zumar, [39:29])
- {#Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.#} (Al-Ankabut, [29:43])
Makna Perumpamaan
Makna perumpamaan ini adalah bahwa Allah tidak merasa malu untuk membuat perumpamaan apa pun, baik yang kecil maupun yang besar. Perumpamaan ini juga menunjukkan bahwa Allah dapat membuat perumpamaan yang kompleks dan abstrak, seperti nyamuk dan laba-laba, untuk menjelaskan konsep-konsep yang sulit dipahami.
Ayat Al-Qur'an Lainnya
Ayat Al-Qur'an lainnya yang terkait dengan perumpamaan ini adalah:
- {#Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan), "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri."#} (Al-Muddatstsir, [74:31])
- {#Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.#} (Al-Baqarah, [2:26])
Makna Ayat
Makna ayat ini adalah bahwa Allah tidak merasa malu untuk membuat perumpamaan apa pun, baik yang kecil maupun yang besar. Perumpamaan ini juga menunjukkan bahwa Allah dapat membuat perumpamaan yang kompleks dan abstrak, seperti nyamuk dan laba-laba, untuk menjelaskan konsep-konsep yang sulit dipahami.
Makna kata {#yudhillu bihī katsīran#} dan {#yahdī bihī katsīran#}
As-Saddi mengatakan sehubungan dengan tafsir ayat ini, dari Abu Malik dan dari Abu Saleh, dari Ibnu Abbas, juga dari Murrah, dari Ibnu Mas'ud dan dari sejumlah sahabat, yang dimaksud dengan pengertian {#yudhillu bihī katsīran#} adalah orang-orang munafik, sedangkan pengertian {#yahdī bihī katsīran#} adalah orang-orang mukmin.
Dengan demikian, berarti makin bertambahlah kesesatan orang-orang munafik tersebut di samping kesesatan mereka yang telah ada; karena mereka mendustakan apa yang mereka ketahui sebagai perkara yang hak dan yakin, yaitu mendustakan perumpamaan yang telah dibuat oleh Allah untuk menggambarkan keadaan mereka sendiri.
Ketika perumpamaan itu ternyata sesuai dengan keadaan mereka, sedangkan mereka tidak mau percaya, maka hal itulah yang dimaksud dengan penyesatan Allah terhadap mereka melalui perumpamaan ini.
Melalui perumpamaan ini Allah memberi petunjuk kepada banyak orang dari kalangan ahli iman dan mereka yang mempercayainya. Maka Allah menambahkan petunjuk kepada mereka di samping petunjuk yang telah ada pada diri mereka, dan bertambah pula iman mereka karena mereka percaya kepada apa yang mereka ketahui sebagai perkara yang hak dan yakin.
Mengingat apa yang dibuat oleh Allah sebagai perumpamaan ternyata sesuai dengan kenyataan dan mereka mengakui kebenarannya, maka hal inilah yang dimaksud sebagai hidayah dari Allah buat mereka melalui perumpamaan tersebut.
Firman Allah SWT
{#Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,#} (Al-Baqarah, [2:26])
Menurut As-Saddi, mereka adalah orang-orang munafik.
Makna Firman-Nya
Abul Aliyah mengatakan bahwa mereka adalah ahli kemunafikan. Hal yang sama dikatakan pula oleh Ar-Rabi' ibnu Anas.
Ibnu Juraij mengatakan dari Mujahid, dari Ibnu Abbas mengenai firman-Nya, {#Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,#} (Al-Baqarah, [2:26]) Ibnu Abbas mengatakan, Orang-orang kafir mengetahui adanya Allah, tetapi mereka mengingkari-Nya.
Makna Firman-Nya
Qatadah mengatakan sehubungan makna firman-Nya, {#Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,#} (Al-Baqarah, [2:26]) bahwa mereka pada mulanya fasik, kemudian Allah menyesatkan mereka di samping kefasikannya.
Makna Kebanyakan Orang
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, dari Ishaq ibnu Sulaiman, dari Abu Sinan, dari Amr ibnu Murrah, dari Mus'ab ibnu Sa'd, dari Sa'd, yang dimaksud dengan kebanyakan orang dalam firman-Nya, {#yudhillu bihī katsīran#} adalah orang-orang Khawarij.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.