Ayat 12-13
Hal ini merupakan pelajaran dari Allah kepada orang-orang mukmin dalam kisah Aisyah saat sebagian dari mereka memperbincangkan hal yang buruk dan berita bohong itu. Allah SWT berfirman: (Mengapa) yaitu mengapa (di waktu kalian mendengar berita bohong itu) yaitu tuduhan yang dilontarkan terhadap Aisyah (orang-orang mukmin dan mu’minat tidak berprasangka baik terhadap diri mereka sendiri) yaitu seandainya tuduhan seperti itu dilontarkan terhadap diri mereka. Jika tuduhan tersebut tidak layak dilontarkan terhadap diri mereka, maka ‘Aisyah itu lebih bersih dari tuduhan itu dengan kedudukan yang lebih utama dan lebih kuat
Firman Allah: (orang-orang mukmin (tiada) berprasangka) hingga akhir ayat. yaitu, mengapa mereka tidak berprasangka baik, karena sesungguhnya ‘Aisyah adalah orang yang berbuat kebaikan dan lebih utama dalam perbuatan itu. Hal ini berkaitan dengan hati. Firman Allah (mereka berkata) dengan lisan mereka ("Ini adalah suatu berita bohong yang nyata”) yaitu dusta yang jelas kepada ‘Aisyah, karena kejadian yang sebenarnya sama sekali tidak mengandung hal yang mencurigakan, karena Aisyah datang dengan mengendarai unta Safwan bin Al-Mu'aththal di tengah hari, sedangkan semua pasukan menyaksikan hal itu dan Rasulullah SAW ada di antara mereka. Seandainya hal ini mengandung kecurigaan, maka kedatangan itu tidak terang-terangan, dan keduanya datang tidak disaksikan oleh semua orang. melainkan dengan segala upaya seandainya mengandung hal yang mencurigakan, maka dengan sembunyi-sembunyi. Berdasarkan kenyataan ini dapat disimpulkan bahwa apa yang mereka lontarkan terhadap Aisyah merupakan kebohongan, hal yang dibuat-buat, tuduhan keji dan merupakan transaksi yang merugikan. Allah SWT berfirman: (Mengapa) yaitu mengapa (mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan) yaitu untuk membuktikan apa yang mereka katakan (empat orang saksi) untuk bersaksi terhadap kebenaran dari apa yang mereka tuduhkan (Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi, maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta) yaitu dalam hukum Allah, mereka adalah orang-orang yang berdusta dan durhaka
Makna Ayat
Firman Allah: (orang-orang mukmin (tiada) berprasangka) hingga akhir ayat. yaitu, mengapa mereka tidak berprasangka baik, karena sesungguhnya ‘Aisyah adalah orang yang berbuat kebaikan dan lebih utama dalam perbuatan itu.
Pelajaran dari Ayat
Hal ini berkaitan dengan hati. Firman Allah (mereka berkata) dengan lisan mereka ("Ini adalah suatu berita bohong yang nyata”) yaitu dusta yang jelas kepada ‘Aisyah, karena kejadian yang sebenarnya sama sekali tidak mengandung hal yang mencurigakan.
Makna Kata
- Mukmin: orang yang beriman kepada Allah SWT
- Mu’minat: perempuan yang beriman kepada Allah SWT
- Prasangka: perasaan yang tidak baik terhadap seseorang
- Tuduhan: kejadian yang tidak benar yang dilontarkan terhadap seseorang
- Dusta: kejadian yang tidak benar yang dilontarkan terhadap seseorang
- Durhaka: orang yang tidak taat kepada Allah SWT
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.