Makna Fitrah Manusia
Allah SWT berfirman, bahwa luruskanlah wajahmu menghadap kepada agama yang telah disyariatkan oleh Allah bagimu, yaitu agama yang hanif, agama Ibrahim, yang telah ditunjukkan oleh Allah kepadamu dan disempurnakan-Nya bagimu dengan sangat sempurna. Selain dari itu kamu adalah orang yang tetap berada pada fitrahmu yang suci yang telah dibekalkan oleh Allah kepada semua makhluk-Nya. Karena sesungguhnya Allah telah membekalkan kepada semua makhluk-Nya pengetahuan tentang keesaan-Nya, dan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam pembahasan yang terdahulu dalam tafsir firman-Nya: {#dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami)"#} (Al-A'raf, [7:172])
Di dalam sebuah hadis disebutkan:
{اِنِّيْ خَلَقْتُ عِبَادِيْ حُنَفَاءَ فَاجْتَالَتْهُمُ الشَّيَاطِيْنُ عَنْ دِيْنِهِمْ}
{#"Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif kemudian setan-setan menyesatkan mereka dari agamanya."#}
Dalam pembahasan berikutnya yang menjelaskan hadis-hadis mengenai hal ini akan disebutkan bahwa Allah SWT membekali fitrah Islam kepada makhluk-Nya, kemudian sebagian dari mereka dirasuki oleh agama-agama yang telah rusak, seperti agama Yahudi, Nasrani, serta Majusi.
Firman Allah SWT
Firman Allah SWT:
{لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ}
{#Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.#} (Ar-Rum, [30:30])
Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah, janganlah kalian mengubah ciptaan Allah, karenanya kalian mengubah manusia dari fitrah mereka yang telah dibekalkan oleh Allah kepada mereka. Dengan demikian, berarti kalimat ini merupakan kalimat berita, tetapi bermakna perintah, sama dengan pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:
{وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا}
{#barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia.#} (Ali-Imran, [3:97])
Ini merupakan pendapat yang baik dan sahih.
Hadis Nabi SAW
Telah menceritakan kepada kami Abdan, telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Yunus, dari Az-Zuhri, telah menceritakan kepadaku Abu Salamah ibnu Abdur Rahman, bahwa Abu Hurairah RA pernah mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
{مَا مِنْ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ اِلَّا عَلَى الْفِطْرَةِ فَاَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهٖ اَوْ يُنَصِّرَانِهٖ اَوْ يُمَجِّسَانِهٖ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيْمَةُ بَهِيْمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّوْنَ فِيْهَا مِنْ جَدْعَاءَ}
{#"Tidak ada seorang bayi pun yang dilahirkan melainkan atas dasar fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi, atau Nasrani atau Majusi. Sama halnya dengan hewan ternak yang melahirkan anaknya dalam keadaan sempurna, maka apakah kalian melihat adanya kecacatan pada anak hewan itu."#}
Setelah itu Nabi SAW membacakan firman Allah SWT: {#(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus,#} (Ar-Rum, [30:30])
Hadis-Hadis Lain
Semakna dengan hadis ini ada hadis-hadis lain yang diriwayatkan oleh sejumlah sahabat, antara lain Al-Aswad ibnu Sari' At-Tamimi.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail, telah menceritakan kepada kami Yunus, dari Al-Hasan, dari Al-Aswad ibnu Sari' yang menceritakan bahwa ia datang menghadap kepada Rasulullah SAW dan berperang bersama-sama beliau; dalam perang itu ia memperoleh banyak ganimah.
Imam Nasai di dalam Kitabus Sair-nya telah meriwayatkan hadis ini melalui Ziad ibnu Ayyub, dari Hasyim, dari Yunus ibnu Ubaid, dari Al-Hasan Al-Basri dengan sanad yang sama.
Di antara sahabat yang meriwayatkan hadis ini ialah Jabir ibnu Abdullah Al-Ansari.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasyim, telah menceritakan kepada kami Abu Ja'far, dari Ar-Rabi' ibnu Anas, dari Al-Hasan, dari Jabir ibnu Abdullah yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ حَتّٰى يُعْرِبَ عَنْهُ لِسَانُهٗ فَاِذَا عَبَّرَ عَنْهُ لِسَانُهٗ اِمَّا شَاكِرًا وَاِمَّا كَفُورًا}
{#"Semua anak dilahirkan atas dasar fitrah, sehingga lisannya dapat mengutarakan keinginan dirinya. Apabila lisannya telah dapat mengungkapkan kemauan dirinya, maka adakalanya ia menjadi orang yang bersyukur (Islam), dan adakalanya ia menjadi orang yang pengingkar (kafir)."#}
Firman Allah SWT
Firman Allah SWT:
{ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ}
{#(Itulah) agama yang lurus.#} (Ar-Rum, [30:30])
Yakni berpegang kepada syariat dan fitrah yang utuh merupakan agama yang tegak dan lurus.
{وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ}
{#tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.#} (Ar-Rum, [30:30])
Karena itulah maka kebanyakan orang tidak mengetahuinya, dan mereka berpaling darinya, sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya:
{وَمَآ اَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِيْنَ}
{#Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya.#} (Yusuf, [12:103])
{وَاِنْ تُطِعْ اَكْثَرَ مَنْ فِى الْاَرْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ}
{#Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.#} (Al-An'am, [6:116]), hingga akhir ayat.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.