Tafsir Ayat
مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ "Dengan kembali bertaubat kepadaNya, dan bertakwalah kepadaNya," ia adalah tafsir (penjelasan) terhadap "menghadapkan wajah kepada agama." Karena sesungguhnya inabah (kembali) itu adalah inabah hati dan ketertarikan faktor penyebabnya kepada hal-hal yang diridhai Allah ﷻ, dan konsekuensi dari semua itu adalah amal anggota tubuh dengan tuntutan apa yang ada di dalam hati. Maka hal itu meliputi ibadah-ibadah lahiriyah dan batiniyah, dan semua itu tidak akan bisa sempurna (terlaksana) kecuali dengan cara meninggalkan maksiat-maksiat yang lahir dan yang batin. Maka dari itu, Dia berfirman, وَاتَّقُوهُ "dan bertakwalah kepadaNya." Ini mencakup pelaksanaan terhadap hal-hal yang diperintahkan dan meninggalkan hal-hal yang dilarang. Di antara hal-hal yang diperintahkan itu, shalat disebutkan secara khusus, karena shalat mengajak kepada inabah dan takwa, sebagaimana Firman Allah ﷻ,
Makna Kata
Inabah
Inabah (kembali) itu adalah inabah hati dan ketertarikan faktor penyebabnya kepada hal-hal yang diridhai Allah ﷻ.
Takwa
Takwa adalah amal anggota tubuh dengan tuntutan apa yang ada di dalam hati.
Ibadah
Ibadah-ibadah lahiriyah dan batiniyah adalah hal-hal yang meliputi ibadah-ibadah tersebut.
Maksiat
Maksiat-maksiat yang lahir dan yang batin adalah hal-hal yang harus ditinggalkan.
Shalat
Shalat adalah salah satu hal yang diperintahkan, karena shalat mengajak kepada inabah dan takwa.
Pertolongan Shalat
Pertolongan shalat adalah inilah pertolongan shalat untuk bisa bertakwa.
Himbauan
Himbauan untuk berinabah (kembali kepada Allah) adalah mengingat Allah adalah lebih besar.
Pondasi Larangan
Pondasi larangan adalah sesuatu yang mana amal tidak akan diterima bila disertainya. Ia adalah syirik.
Syirik
Syirik adalah keberadaan syirik itu sangat berlawanan dengan inabah yang ruhnya adalah ikhlas dari semua sisi.
Makna Ayat
مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ "Dengan kembali bertaubat kepadaNya, dan bertakwalah kepadaNya," ia adalah tafsir (penjelasan) terhadap "menghadapkan wajah kepada agama." Karena sesungguhnya inabah (kembali) itu adalah inabah hati dan ketertarikan faktor penyebabnya kepada hal-hal yang diridhai Allah ﷻ, dan konsekuensi dari semua itu adalah amal anggota tubuh dengan tuntutan apa yang ada di dalam hati. Maka hal itu meliputi ibadah-ibadah lahiriyah dan batiniyah, dan semua itu tidak akan bisa sempurna (terlaksana) kecuali dengan cara meninggalkan maksiat-maksiat yang lahir dan yang batin. Maka dari itu, Dia berfirman, وَاتَّقُوهُ "dan bertakwalah kepadaNya." Ini mencakup pelaksanaan terhadap hal-hal yang diperintahkan dan meninggalkan hal-hal yang dilarang. Di antara hal-hal yang diperintahkan itu, shalat disebutkan secara khusus, karena shalat mengajak kepada inabah dan takwa, sebagaimana Firman Allah ﷻ,
Pertolongan Shalat
Pertolongan shalat adalah inilah pertolongan shalat untuk bisa bertakwa. Kemudian Dia berfirman,
Himbauan
Himbauan untuk berinabah (kembali kepada Allah) adalah mengingat Allah adalah lebih besar. Ini adalah himbauan untuk berinabah (kembali kepada Allah). Dan Dia mengkhususkan pada pondasi larangan, yaitu sesuatu yang mana amal tidak akan diterima bila disertainya. Ia adalah syirik. Maka Dia berfirman, وَلا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ "Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah," sebab keberadaan syirik itu sangat berlawanan dengan inabah yang ruhnya adalah ikhlas dari semua sisi.
Pelajaran dari Ayat
Pelajaran dari ayat ini adalah bahwa inabah (kembali) kepada Allah adalah dengan meninggalkan maksiat-maksiat yang lahir dan yang batin, dan dengan melakukan ibadah-ibadah lahiriyah dan batiniyah. Shalat adalah salah satu hal yang diperintahkan, karena shalat mengajak kepada inabah dan takwa. Pertolongan shalat adalah inilah pertolongan shalat untuk bisa bertakwa. Himbauan untuk berinabah (kembali kepada Allah) adalah mengingat Allah adalah lebih besar.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.