Makna Ayat Ali Imran 3:110
Makna Kata
Makna kata yang dimaksud ialah sebaik-baik manusia untuk umat manusia, kalian datang membawa mereka dalam keadaan terbelenggu pada lehernya dengan rantai, selanjutnya mereka masuk Islam.
Pelajaran Dari Ayat
Dengan kata lain, mereka adalah sebaik-baik umat dan manusia yang paling bermanfaat buat umat manusia.
Makna Ayat Lain
Makna ayat ini sama dengan makna yang terdapat di dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:
- Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kalian (umat Islam), umat yang adil dan pilihan. (Al-Baqarah, [2:143])
Makna Wasathan
Yang dimaksud dengan WASATHAN ialah yang terpilih.
Hadis Nabi SAW
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnul Qasim, telah menceritakan kepada kami Al-Mas'udi, telah menceritakan kepada kami Bukair ibnul Akhnas, dari seorang lelaki, dari Abu Bakar As-Siddiq RA yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
- Kalian adalah umat yang ketujuh puluh, kalianlah yang paling baik dan paling mulia menurut Allah.
Hadis Lain
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abul Ala Al-Hasan ibnu Siwar, telah menceritakan kepada kami Lais, dari Mu'awiyah ibnu Abu Hubaisy, dari Yazid ibnu Maisarah yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar sahabat Abu Darda RA menceritakan hadis berikut, bahwa ia pernah mendengar Abul Qasim SAW bersabda -menurut Yazid ibnu Maisarah disebutkan bahwa ia belum pernah mendengar Abu Darda menyebutkan nama Kunyah Nabi SAW, baik sebelum ataupun sesudahnya-: Sesungguhnya Allah SWT telah berfirman, "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mengutus sesudahmu suatu umat yang jika mereka mendapatkan apa yang mereka sukai, maka mereka memuji-(Ku) dan bersyukur (kepada-Ku). Dan jika mereka tertimpa apa yang tidak mereka sukai, maka mereka ber-ihtisab (mengharapkan pahala Allah) dan bersabar, padahal tidak ada kesabaran dan tidak ada ilmu." Isa bertanya, "Wahai Tuhanku, bagaimana mereka dapat berbuat demikian, padahal tanpa sabar dan tanpa ilmu?" Allah SWT berfirman, "Aku beri mereka sebagian dari sifat sabar dan ilmu-Ku."
Hadis Lain
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnul Qasim, telah menceritakan kepada kami Al-Mas'udi, telah menceritakan kepada kami Bukair ibnul Akhnas, dari seorang lelaki, dari Abu Bakar As-Siddiq RA yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
- Aku diberi izin untuk memasukkan tujuh puluh ribu orang ke dalam surga tanpa hisab, wajah mereka seperti bulan di malam purnama, hati mereka sama seperti hatinya seorang lelaki. Lalu aku meminta tambah kepada Tuhanku, maka Tuhanku memberikan tambahan kepadaku tiap-tiap orang (dari mereka dapat memasukkan) tujuh puluh ribu orang lagi.
Hadis Lain
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Bakr As-Sahmi, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Hassan, dari Al-Qasim ibnu Mihran, dari Musa ibnu Ubaid, dari Maimun ibnu Mihran, dari Abdur Rahman ibnu Abu Bakar, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: {#"Sesungguhnya Tuhanku telah memberiku tujuh puluh ribu orang yang dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab."#} Maka Umar berkata, "Wahai Rasulullah, mengapa engkau tidak meminta tambahan kepada-Nya?" Nabi SAW menjawab, {#"Aku telah meminta tambahan kepada-Nya, lalu Dia memberiku untuk setiap seribu orang lelaki (dari mereka) disertai dengan tujuh puluh ribu orang lagi."#} Umar berkata."Mengapa engkau tidak meminta tambah lagi kepada-Nya?" Nabi SAW menjawab, {#"Aku meminta tambah lagi kepada-Nya, maka Dia memberiku untuk setiap orang disertai dengan tujuh puluh ribu orang lainnya."#} Umar berkata, "Mengapa engkau tidak meminta tambah lagi?" Nabi menjawab, {#"Aku telah meminta tambah lagi, dan Dia memberiku sekian."#} Abdur Rahman ibnu Abu Bakar mengatakan demikian seraya membukakan di antara kedua tangannya. Sedangkan Abdullah ibnu Bakr As-Sahmi mengatakan demikian seraya merentangkan kedua tangannya, juga menciduk pasir. Adapun Hasyim menyebutkan, {#"Ini adalah dari Allah, bilangannya tidak diketahui banyaknya."#}
Hadis Lain
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abul Yaman, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Iyasy, dari Dam-dam ibnu Zur'ah yang mengatakan bahwa Syuraih ibnu Ubaidah telah menceritakan bahwa Sauban mengalami sakit di Himsa, sedangkan di kota Himsa terdapat pula Abdullah ibnu Qart Al-Azdi, tetapi ia tidak menjenguknya. Lalu masuk menemui Sauban seorang lelaki dari Kala'iyyin dengan maksud menjenguknya. Maka Sauban berkata kepadanya, "Apakah engkau dapat menulis?" Lelaki itu menjawab, "Ya." Sauban berkata, "Tulislah!" Lalu Sauban mengimlakan suratnya yang ditujukan kepada Amir Abdullah ibnu Qart yang isinya sebagai berikut: "Dari Sauban, pelayan Rasulullah SAW Amma Ba'du: Sesungguhnya seandainya Musa dan Isa AS mempunyai seorang pelayan yang sedang sakit di dekatmu, kamu harus menjenguknya." Lalu ia menghentikan imlanya dan melipat suratnya, kemudian berkata kepada lelaki tersebut, "Maukah engkau mengantarkan surat ini kepadanya?" Lelaki itu menjawab, "Ya." Lalu lelaki itu berangkat dengan membawa surat Sauban dan menyerahkannya kepada Ibnu Qirt. Ketika Abdullah ibnu Qirt membacanya, lalu ia berdiri dengan kaget, dan orang-orang merasa heran dengan sikapnya itu, apakah terjadi sesuatu pada dirinya? Abdullah ibnu Qirt datang menjenguk Sauban, lalu masuk menemuinya dan duduk di dekatnya selama sesaat, lalu berdiri hendak pergi. Tetapi Sauban memegang kain selendangnya dan berkata, "Duduklah, aku akan menceritakan kepadamu sebuah hadis yang pernah kudengar dari Rasulullah SAW Aku pernah mendengar beliau SAW bersabda: "Sesungguhnya akan masuk ke dalam surga dari kalangan umatku tujuh puluh ribu orang tanpa hisab dan tanpa azab, setiap seribu orang dari mereka disertai dengan tujuh puluh ribu orang lagi."
Hadis Lain
Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Ishaq ibnu Zuraiq Al-Himsi, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ismail (yakni Ibnu Iyasy), telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Damdam ibnu Zur'ah, dari Syuraih ibnu Ubaid, dari Abu Asma Ar-Rahbi, dari Sauban RA yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
- Sesungguhnya Tuhanku telah menjanjikan kepadaku tujuh puluh ribu orang dari sebagian umatku tidak akan dihisab, setiap seribu orang disertai dengan tujuh puluh ribu orang lainnya.
Hadis Lain
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Qatadah, dari Al-Hasan, dari Imran ibnu Husain, dari Ibnu Mas'ud RA yang mengatakan bahwa kami banyak menerima hadis dari Rasulullah SAW di suatu malam, kemudian pada pagi harinya kami datang, lalu beliau SAW bersabda: "Semalam ditampilkan kepadaku para nabi, masing-masing bersama umatnya. Maka ada seorang nabi yang lewat hanya dengan ditemani oleh tiga orang, seorang nabi lagi ditemani oleh segolongan orang, seorang nabi lainnya dengan ditemani oleh beberapa orang saja, dan ada pula seorang nabi yang tidak ditemani oleh seorang pun; hingga lewat di hadapanku Musa AS dengan ditemani oleh banyak orang dari kaum Bani Israil yang jumlahnya membuat aku kagum. Lalu aku bertanya, "Siapakah mereka itu?" Maka dikatakan (kepadaku), "Ini adalah saudaramu Musa dengan ditemani oleh kaum Bani Israil." Aku bertanya, "Lalu manakah umatku?" Dikatakan (kepadaku), "Lihatlah ke sebelah kananmu" Maka aku memandang (ke arah kanan) dan ternyata aku melihat manusia yang bergelombang-gelombang hingga pemandanganku tertutup oleh wajah mereka. Ketika dikatakan kepadaku, "Apakah engkau puas?" Aku menjawab, "Wahai Tuhanku, aku rela." Nabi SAW melanjutkan kisahnya, "Lalu dikatakan kepadaku, 'Sesungguhnya bersama mereka terdapat tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa hisab'." Kemudian Nabi SAW bersabda: Tebusan kalian adalah ayah dan ibuku; jika kalian mampu, lakukanlah agar menjadi orang-orang yang termasuk ke dalam tujuh puluh ribu orang itu. Jika kalian tidak mampu, maka jadilah kalian termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bergelombang itu. Dan jika kalian masih tidak mampu juga, maka jadilah kalian termasuk orang-orang yang ada di ufuk (cakrawala) itu, karena sesungguhnya aku telah melihat di sana ada orang-orang yang berdesak-desakan. Maka berdirilah Ukasyah ibnu Mihsan, lalu berkata, "Wahai Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar Dia menjadikan diriku termasuk di antara mereka," yakni salah seorang di antara tujuh puluh ribu orang itu. Maka Nabi SAW mendoa untuknya. Lalu berdiri pula lelaki lainnya dan memohon, "Wahai Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar Dia menjadikan aku termasuk salah seorang dari mereka." Nabi SAW menjawab, "Engkau telah kedahuluan oleh Ukasyah." Kemudian kami (para sahabat) berbincang-bincang dan mengatakan, "Menurut kalian, siapakah mereka yang tujuh puluh ribu orang itu?" Sebagian dari kami menjawab, "Mereka adalah kaum yang dilahirkan dalam Islam dan tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun hingga meninggal dunia." Ketika hal tersebut sampai kepada Nabi SAW, maka beliau SAW menjawab: Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah melakukan ruqyah (pengobatan memakai bacaan), dan tidak pula memakai setrika (pengobatan dengan setrika), serta tidak pula mereka ber-tatayyur dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal.
Hadis Lain
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Rauh ibnu Ubadah, telah menceritakan kepada kami Ibnu Jarir, telah menceritakan kepadaku Abuz Zubair; ia pernah mendengar Jabir ibnu Abdullah mengatakan bahwa ia pernah mendengar dari Rasulullah SAW sebuah hadis yang antara lain disebutkan: Maka selamatlah golongan pertama yang wajah mereka adalah seperti rembulan di malam purnama dan mereka tidak dihisab. Kemudian orang-orang yang mengiringi mereka yang cahayanya sama dengan bintang-bintang di langit. Kemudian disebutkan hingga akhir hadis.
Hadis Lain
Imam Muslim meriwayatkannya dari hadis Rauh, hanya di dalam hadisnya tidak disebutkan Nabi SAW
Hadis Lain
Al-Hafiz Abu Bakar ibnu Abu Asim di dalam kitab sunannya meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Iyasy, dari Muhammad ibnu Ziyad; ia pernah mendengar Abu Umamah Al-Bahili mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Tuhanku telah menjanjikan kepadaku akan memasukkan ke dalam surga sebanyak tujuh puluh ribu orang dari umatku, setiap seribu orang dari mereka disertai oleh tujuh puluh ribu orang lagi, tiada hisab dan tiada (pula) azab atas mereka, dan (dimasukkan pula ke dalam surga sebanyak) tiga genggaman dari genggaman-genggaman Tuhanku.
Hadis Lain
Ibnu Abu Asim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Dahim, telah menceritakan kepadaku kami Al-Walid ibnu Muslim, dari Safwan ibnu Amr, dari Salim ibnu Amir, dari Abul Yaman Al-Harawi (yang nama aslinya adalah Amir ibnu Abdullah ibnu Yahya), dari Abu Umamah, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadaku akan memasukkan ke dalam surga sebanyak tujuh puluh ribu orang tanpa hisab. Maka Yazid ibnul Akhnas berkata, "Demi Allah, tiadalah mereka itu di kalangan umatmu, wahai Rasulullah, melainkan seperti lalat bule di antara lalat yang lain (yakni sangat sedikit)." Rasulullah SAW bersabda,
{#"Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadaku tujuh puluh ribu orang, tiap-tiap seribu dari mereka ditemani oleh tujuh puluh ribu orang, dan Allah memberikan tambahan kepadaku sebanyak tiga kali genggaman-(Nya)."#}
Hadis Lain
Abul Qasim At-Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ahmad ibnu Khulaid, telah menceritakan kepada kami Abu Taubah, telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah ibnu Salam, dari Yazid ibnu Salam, bahwa ia pernah mendengar Abu Salam mengatakan, telah menceritakan kepadanya Amir ibnu Zaid Al-Bakkali yang telah mendengar dari Atabah ibnu Abd As-Sulami RA yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{#"Sesungguhnya Tuhanku telah menjanjikan kepadaku akan memasukkan ke dalam surga sebanyak tujuh puluh ribu orang dari umatku tanpa hisab, kemudian setiap seribu orang dapat memberi syafaat kepada tujuh puluh ribu orang. Kemudian Tuhanku menciduk dengan kedua telapak tangan (kekuasaan)-Nya sebanyak tiga kali cidukan."#}
Hadis Lain
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Sa'id, telah menceritakan kepada kami Hisyam (yakni Ad-Dustuwa-i), telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abu Kasir, dari Hilal ibnu Abu Maimunah, telah menceritakan kepada kami Ata ibnu Yasar, bahwa Rifa'ah Al-Juhani pernah menceritakan kepadanya, "Kami berangkat bersama Rasulullah SAW, dan ketika sampai di Al-Kadid atau Al-Qadid, beliau SAW menuturkan sebuah hadis yang antara lain menyebutkan:
{#"Tuhanku telah menjanjikan kepadaku akan memasukkan ke dalam surga tujuh puluh ribu orang dari umatku tanpa hisab, dan sesungguhnya aku berharap sem
Makna Ayat
Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.
Hadis-Hadis yang Mendukung Makna Ayat
Hadis ini diriwayatkan oleh Affan, dari Abdul Aziz dengan lafaz yang sama. Imam Turmuzi mengetengahkan hadis ini melalui jalur Abu Sinan dengan lafaz yang sama, dan ia mengatakan bahwa predikat hadis ini adalah hasan. Ibnu Majah meriwayatkannya melalui hadis Sufyan As-Sauri, dari Alqamah ibnu Marsad, dari Sulaiman ibnu Buraidah, dari ayahnya dengan lafaz yang sama.
Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Tabrani melalui hadis Sulaiman ibnu Abdur Rahman Ad-Dimasyqi, telah menceritakan kepada kami Khalid ibnu Yazid Al-Bajali, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Ali ibnu Abdullah ibnu Abbas, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Nabi SAW yang telah bersabda:
{#"Seluruh penduduk surga terdiri atas seratus dua puluh saf yang delapan puluh saf darinya terdiri atas umatku."#}
Hadis ini hanya diriwayatkan oleh Khalid ibnu Yazid Al-Bajali, Ibnu Addi pernah membicarakan perihal predikatnya dalam periwayatan hadis.
Hadis Iain diriwayatkan oleh Imam Tabrani.
Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ahmad ibnu Hambal, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Gailan, telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnu Makhlad, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnul Mubarak, dari Sufyan, dari Abu Amr, dari ayahnya, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya: {#Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.#} (Al-Waqi'ah: 13-14) Maka Rasulullah SAW bersabda:
{#"Kalian adalah seperempat penduduk surga, kalian adalah sepertiga penduduk surga, kalian adalah separo penghuni surga, kalian adalah dua pertiga penduduk surga."#}
Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Ibnu Tawus, dari ayahnya, dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW yang telah mengatakan:
{#"Kami adalah orang-orang yang terakhir, tetapi orang-orang yang pertama di hari kiamat. Kami adalah orang-orang yang mula-mula masuk surga, hanya saja mereka diberi Al-Kitab sebelum kami, sedangkan kami diberi Al-Kitab sesudah mereka. Karena itu, maka Allah memberi petunjuk kami perihal sebagian perkara hak yang mereka perselisihkan, dan hari inilah yang dahulu selalu mereka perselisihkan mengenainya. Manusia lain sehubungan dengan hari ini adalah mengikuti kami, besok untuk orang-orang Yahudi (yakni hari Sabtu) dan lusa (hari Ahad) adalah untuk orang-orang Nasrani."#}
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkannya melalui hadis Abdullah ibnu Tawus, dari ayahnya, dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW secara marfu dengan lafaz yang semakna.
Imam Muslim meriwayatkannya pula melalui jalur Al-A'masy, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{#"Kita adalah orang-orang yang terakhir, tetapi orang-orang yang pertama di hari kiamat, dan kita adalah orang yang mula-mula masuk surga."#}
Lalu Imam Muslim menuturkan hadis ini hingga selesai.
Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Daruqutni di dalam kitab Al-Afrad melalui hadis Abdullah ibnu Muhammad ibnu Uqail, dari Az-Zuhri, dari Sa'id ibnul Musayyab, dari Umar ibnul Khattab RA, bahwa Nabi SAW pernah bersabda:
{#"Sesungguhnya surga itu dilarang atas semua nabi sebelum aku memasukinya, dan diharamkan atas seluruh umat sebelum umatku memasukinya."#}
Kemudian Imam Daruqutni mengatakan bahwa hadis ini hanya diriwayatkan sendiri oleh Ibnu Uqail dari Az-Zuhri, dan tiada orang (perawi) lain yang meriwayatkan hadis ini darinya (yakni Az-Zuhri). Hadis ini juga hanya diriwayatkan oleh Zuhair ibnu Muhammad, dari Ibnu Uqail; dan hadis ini hanya diriwayatkan pula oleh Amr ibnu Abu Salamah, dari Zuhair.
Abu Ahmad ibnu Addi Al-Hafiz meriwayatkan hadis ini. Untuk itu dia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnul Husain ibnul Ishaq, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar Al-A'yun (yaitu Muhammad ibnu Abu Gayyas), telah menceritakan kepada kami Abu Hafs At-Tanisi, telah menceritakan kepada kami Sadaqah Ad-Dimasyqi, dari Zuhair ibnu Muhammad, dari Abdullah ibnu Muhammad ibnu Aqil, dari Az-Zuhri.
As-Sa'labi meriwayatkannya pula. Dia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abbas Al-Makhladi, telah menceritakan kepada kami Abu Na'im (yaitu Abdul Malik ibnu Muhammad), telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Isa At-Tanisi, telah menceritakan kepada kami Abu Hafs At-Tanisi, telah menceritakan kepada kami Umar ibnu Salamah, telah menceritakan kepada kami Sadaqah ibnu Abdullah, dari Zuhair ibnu Muhammad ibnu Aqil dengan lafaz yang sama.
Makna Ayat dan Hadis-Hadis yang Mendukungnya
Semua hadis yang disebutkan di atas terangkum ke dalam makna firman-Nya:
{كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ}
{#Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.#} (Ali Imran, [3:110])
Barang siapa yang memiliki sifat tersebut dari kalangan umat ini, berarti dirinya termasuk orang yang terpuji melalui ayat ini.
Seperti yang telah diriwayatkan oleh Qatadah, telah sampai suatu berita kepada kami bahwa ketika Khalifah Umar ibnul Khattab RA sedang melakukan salah satu ibadah haji, ia melihat adanya gejala hidup santai pada orang-orang. Lalu ia membacakan ayat ini, yaitu firman-Nya: "Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia." (Ali Imran, [3:110]) Kemudian ia berkata, "Barang siapa yang ingin dirinya termasuk golongan umat ini, hendaklah ia menunaikan syarat yang ditetapkan oleh Allah di dalamnya." Asar ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.
Barang siapa yang tidak memiliki sifat ini, maka ia lebih mirip dengan orang Ahli Kitab yang dicela oleh Allah SWT melalui firman-Nya:
{كَانُوْا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُّنْكَرٍ فَعَلُوْهُ}
{#Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat.#} (Al-Maidah: [5:79]), hingga akhir ayat.
Karena itu, setelah Allah memuji umat ini karena memiliki sifat-sifat tersebut, lalu dalam ayat selanjutnya Allah mencela Ahli Kitab dan menyesalkan perbuatan mereka. Untuk itu Allah SWT berfirman:
{وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ}
{#Sekiranya Ahli Kitab beriman.#} (Ali Imran, [3:110])
Yakni beriman kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, yaitu Al-Qur'an.
{لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ}
{#tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.#} (Ali Imran, [3:110])
Maksudnya, sedikit sekali dari mereka yang beriman kepada Allah dan Kitab yang diturunkan kepada kalian, juga kepada apa yang diturunkan kepada mereka sendiri. Kebanyakan dari mereka bergelimang di dalam kesesatan, kekufuran, kefasikan, dan kedurhakaan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.